
Ku mencintaimu dengan sangat. Tapi ntah kenapa rasa bersalah ku lebih besar dari segalanya.
•**Reyhan Anggara
×××××**
Rey sangat bahagia dengan anaknya yang baru lahir. Walau begitu ntah kenapa rasa bersalah yang sangat besar bersarang di hatinya. Menurutnya, Depresinya sudah berkurang tapi kenapa rasa bersalahnya kali ini lebih dalam dari sebelumnya saat dia mengidap depresi. Apakah Depresinya belum sembuh dan malah bertambah parah? Haruskah dia menjauh dari Bulan dan Ken? Agar mereka tidak malu mempunyai suami dan Ayah yang gila.
Rey termenung sambil mengusap kepala mungil Ken. Rey masih memikirkan kesalahannya dulu. Kesalahan itu terus terngiang-ngiang di pikirannya.
"Hei boy, maafin Ayah ya karna gak bisa jagain kamu waktu kamu belum lahir kedunia. Kamu marah sama Ayah ya?" tanya Rey sambil mengangkat anaknya dari box bayi. Rey menggedongnya dan mencium Ken dengan gemas.
"Boy, Ayah punya banyak salah sama Bunda kamu. Mau bantuin Ayah buat balikan sama Bunda kamu gak Boy?" tanya Rey kepada Ken. Ken hanya tertawa saja. Sepertinya ia menyetujui perkataan Ayahnya.
"Bagus Boy. Bantuin Ayah balikan sama Bunda kamu ya Boy. Kalau berhasil, kamu Ayah kasih mainan yang banyak. Gimana Boy?" tanya Rey lagi kepada Ken. Rey terus saja mengajak Ken berbicara padahal ia tau Ken tidak akan membalasnya karna Ken belum bisa berbicara bahkan baru lahir.
"Boy kok diam aja sih Boy. Jawab Ayah dong boy." ucap Rey sambil menoel-noel pipi tembem Ken. Tiba-tiba Ken menangis keras sehingga membuat Bulan terkejut.
Ni anak susah diajak kerja sama. Gitu aja nangis. Diam gak, bunda marah tu. Kamu tau gak, Bunda itu singa betina tau. batin Rey.
"Kak Rey! Itu Ken diapain sampai nangis gitu?!" tanya Bulan marah. Sepertinya ikatan batin Rey dan Ken sangat kuat. Sebelum Bulan mengambil Ken dari Rey, Ken tiba-tiba berhenti menangis.
"Nah berhenti nangisnya, hehe tadi kami lagi main bareng." ucap Rey.
"Awas Ken nangis lagi! Aku bakalan nikah lagi sama Taehyung!" ucap Bulan.
"Mending sama kakak, Gantengan kakak dari pada teh gayung!" ucap Rey.
"Bodo amat!" ucap Bulan.
"Lan, balik sama kakak yuk." ucap Rey. Bulan menatap Rey dengan aneh.
"Kakak lupa? kuliah Bulan kan belum selesai." ucap Bulan.
"Berapa lama lagi?" tanya Rey. Ia mengerti dengan keadaan Bulan. Jika ia menyuruh Bulan berhenti kuliah tiba-tiba itu akan menyakiti hatinya karna masuk ke Harvard University sangatlah susah.
"Um, Bulan udah kuliah di sana lima bulan. Berarti ada sekitar 13 bulan lagi. Tapi kalau bulan bisa nyelesain Tesisnya dengan cepat, sepuluh bulan lagi Bulan bakalan lulus. Doain aja ya Kak, biar Bulan cepat di suruh untuk buat Tesis." ucap Bulan. Rey mengangguk lalu mengelus kepala Bulan lembut.
"Pasti." jawab Rey. "Istri kakak pintar ya. Udah mau S2 aja. Udah ngerjain Skripsi sekarang Tesis. Kakak aja masih merasakan ngerjain Skripsi belum pernah ngerasain ngerjain tesis." ucap Rey.
__ADS_1
"Iya kah? Trus yang kakak kerjain waktu di ruang baca itu apa? Bulan baca judulnya Tesis kok. Jangan-jangan kakak udah S3 ya!" ucap Bulan.
"Oke pintar." jawab Rey.
"Wah kakak dah dapat gelar master? Jinjja?" tanya Bulan.
"Gak lah. Males ambil S3, kakak cuman mau sampai S2 Bisnis aja. Lagian kakak dah pintar ngapain belajar lagi." ucap Rey narsis.
"Ya allah narsisnya tingkat akut!" ucap Bulan
"Yaudah kakak temenin kamu ya sambil kamu kuliah di sini. Tapi tinggal di apartemen kakak ya." ucap Rey. Bulan mengangguk.
Sebenarnya Bulan sedikit ragu dengan Rey. Ia takut Rey berpura-pura seperti dulu. Tapi di lihat dari raut wajah Kenzo dan raut wajah Rey, ia berusaha keras untuk percaya kembali kepada Rey.
Drettt... Dretttt...
"Bentar, Lan pengang Ken bentar ya." ucap Rey. Bulan menganggul dan mengambil Ken dari gendongan Rey.
"Assalamualaikum." ucap Rey mengangkat panggilan vidio itu.
"REYHAN AUSTIN ANGGARA!" teriak Reano.
Oke, mulai sekarang jangan pernah balik ke indonesia. batin Rey.
"Kenapa kamu gak bilang kalau cucu keluarga Anggara sudah lahir! Dasar kamu ya! Kalau kamu pulang, Ayah bakalan ngehukum kamu!" ucap Reano marah.
Ku potong gaji Mu Kenzo! batin Rey.
"Ayah sabar dulu oke. Ini Rey mau kasih tau tapi gak sempat." ucap Rey.
"Kenapa kamu gak bilang juga kalau kamu masuk rumah sakit?" tanya Mita yang tampak sedih.
"Maaf Bun. Rey gak mau buat Bunda sama Ayah khawatir sama Rey. Rey kan udah besar, udah bisa jaga diri. Malah sekarang ada Bulan. Rey janji bakalan makan yang teratur dan gak bakalan gila kerja kayak beberapa bulan lalu." ucap Rey.
"Bagus. Mana cucu Ayah?" tanya Reano. Rey mengarahkan kamera handponenya kepada Ken dan Bulan.
"Ini dia. Namanya Kenzard Adnanlio Anggara. Panggilanya Ken!" jawab Rey.
"Kenapa gak di panggil Kenzard aja." tanya Risa.
__ADS_1
"Ribet tau manggil nama panjanganya. Ibaratkan kakak, nama kakak Reyhan jarang orang manggil kakak Reyhan paling-paling Rey." jawab Rey. Risa tampak mengangguk.
"Nah, kalian balik dong ke indonesia. Kita mau dapat menantu kedua ni." ucap Reano.
"Risa nikah sama siapa Yah?" tanya Rey.
"Gua!" ucap Galang yang berada di samping Risa sambil memeluk bahu Risa.
"Buat ade gua nangis, lu berurusan sama Reyhan Anggara ngerti? " ucap Rey.
"Siap, makanya lu balik bentar doang kok." ucap Galang.
"Oke, nanti gua balik sama Bulan. Udah ya mau ngantar Bulan pulang. Assalamualaikum." ucap Rey mematikan telponnya sepihak.
•••
"Kebiasaan ni bocah. Kalau bukan anak gua udah gua penggal ni orang di pohon toge!" ucap Reano kesal.
"Kamu kan sering kayak gitu." ucap Mita
"Kata siapa? Emang kamu ada bukti sayang?" tanya Reano.
"Gausah sok romantis Tuan Anggara!" ucap Mita.
"Ciee Ayah sama Bunda so sweet." ucap Risa.
"Diem." ucap Mita. "Jadi Cik, gimana ni acaranya pernikahan Risa sama Galang?" tanya Mita.
"Gue sih ikut Galang aja mau nya gimana." ucap Cika.
"Ekhm dilarang undang boy band korea." ucap Dave. Mereka langsung tertawa.
"Rencananya Risa mau nikah di korea kali aja ketemu sama member BTS yang gantengnya kebangetan. Apa lagi Jungkook, Taehyung, sama Jimin." ucap Risa.
"Hah apa? Jongkok? Teh gayung? Limin?" tanya Galang.
"Ada kembarannya kak Rey ni." ucap Risa mulai kesal.
•••Bersambung...
__ADS_1
Hmm, ku mencium-cium bau tamat. Udah dekat tamatnya atau masih lama ya? Atau Ada novel lanjutan? Author gak tau, kalian tebak sendiri deh 😂
Okelah, jangan lupa dukungan untuk author selalu ngalir dan senantiasa nyemangatin author ya. Fighting untuk kalian yang udah mau ujian. Pasti bisa jika berusaha, karna kerja keras tidak akan menghianati hasil. Bisa di contoh Rey yang pantang menyerah untuk membuat Bulan kembali kepadanya 😉