Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Ayumi Kembali


__ADS_3

Ruby datang dan duduk di samping ayahnya.


"Ayahhhh. Rey mau nikah sama orang lain dan aku di tinggalkan!" ucap Ruby.


"Biarkan saja dia sama yang lain. Ayah juga gak suka sama keluarga Anggara!" ucap Kevin.


"Tapi Yah. Dia bisa membuat kerjaan aku itu lebih maju! Aku menjadi lebih terkenal sejak pacaran sama dia!" ucap Ruby.


"Trus Ayah harus apa?" tanya Kevin.


"Bantu aku membatalkan acara itu!" ucap Ruby.


"Ruby, kamu gak boleh seperti itu nak. Kamu harus terima apa yang kamu jalanin sekarang. Mungkin Rey bukan jodoh kamu. Mungkin ada laki-laki yang lebih baik dari pada Rey buat kamu." jelas Ayumi.


"Bunda gak usah ikutan deh! Ini urusan Ruby. Bunda gak tau apa-apa!" ucap Ruby. Kevin hanya diam, dia sebenarnya sudah malas dengan Ayumi dari awal. Karna Ruby dan Revan lahir ia terpaksa terus bersama Ayumi. Sedangkan Ayumi? mental dan fisik dia sedikit merasa tersiksa dengan sifat yang di miliki Kevin.


Ruby pun kesal dan naik ke kamarnya yang berada di lantai dua rumah Kevin.


"Kak, kamu gak boleh memanjakan Ruby. Itu akan membuatnya terjerumus kedalam hal yang tidak baik." ucap Ayumi. Kevin hanya menganggap itu sebagai angin lalu saja. Ia melemparkan sebuah berkas ke meja.


"Baca!" perintah Kevin. Ayumi pun mengambil berkas itu lalu duduk di sofa. Ayumi pun membaca berkas itu dengan seksama.


"Apa ini? Kakak menceraikan aku?" tanya Ayumi.


"Aku memang tidak suka dengan mu sejak kita pertama kali bertemu! tanda tangani itu dan pergilah ke pengadilan besok!" ucap Kevin. Ayumi tidak mau menandatangani itu. Ia tidak mau meninggalkan kedua anaknya yaitu Ruby dan Revan.


"Tidak!" jawab Ayumi. Kevin pun menatap Ayumi dengan tajam. Tangannya sudah terkepal keras seperti sedang bersedia memukul seseorang.


"Jangan membantahku Ayumi! Kalau bukan karna ku, kau akan membesarkan Ruby sendirian!" ucap Kevin.


"Tak apa. Kalau bersama ku, Ruby akan menjadi anak yang lebih baik lagi. Berbeda jika dia bersama mu. Dia menjadi keras kepala, susah di atur dan sangat manja!" ucap Ayumi.


"Aku akan mendapatkan hak asuh Ruby dan Revan. Jadi kau jangan berharap mendapatkan Ruby dan Revan!" ucap Kevin.


"Aku mempunyai pekerjaan. Aku juga ibu kandungnya. Seharusnya Ruby dan Revan bersama ku. Dan aku dengan senang hati menanda tangani ini, karna aku sudah tidak kuat lagi bersama mu!" ucap Ayumi.

__ADS_1


Plak..


Satu tamparan mendarat di pipi mulus milik Ayumi. Ayumi langsung memegang pipinya yang di tampar oleh Kevin tadi. Ayumi berusaha menahan air matanya untuk tidak keluar. Ia seperti tidak di hargai sama sekali oleh suaminya bahkan anaknya, Ruby. Dalam hatinya, ia masih memiliki kesabaran untuk tinggal di sini karna ada Revan yang selalu menemaninya, tapi saat ini Revan tengah ada meeting di luar kota, tidak ada yang membelanya lagi.


"Tanda tangan!" ucap Kevin. Ayumi pun langsung menanda tangani surat itu.


"Sekarang pergi dari rumah ini. Aku sudah muak melihat muka mu itu!" ucap Kevin. Ayumi pasrah, ia langsung ke kamarnya dan mengambil semua barangnya. Ayumi pun pergi dari kediaman Arlata.


Jahat! Kenapa takdir ku seperti ini. Aku sudah merelakan Reano tapi kenapa aku di pertemukan orang seperti Kevin Arlata! Aku benci dia, bencii! batin Ayumi sambil menyeret kopernya pergi dari kediaman Arlata.


•••


"Ma, Stella lapar. Gimana kalau kita makan dulu?" tanya Stella pada Arumi.


"Boleh. Kita makan dulu ya Mas!" ucap Arumi kepada Ciko. Ciko pun mengangguk setuju dengan perkataan istrinya tercinta itu.


"Stella mau makan apa nak?" tanya Ciko.


"Stella aja Pa? Vano gak di tanya?" tanya Vano.


"Gak seru lah Papa!" ucap Vano.


"Yaudah, kalian mau makan apa?" ucap Arumi menengahi.


"Sushi!"


"Pasta!"


ucap Stella dan Vano bersamaan.


"Vano kita makan Sushi aja!" ucap Stella.


"No, adek harus ngalah sama kakaknya. Pa kita makan pasta!" ucap Vano.


"Vano ih. Masa aku mulu yang ngalah? kamu itu lahir duluan, kamu yang harusnya ngalah!" ucap Stella.

__ADS_1


"Biar aja bleee" ucap Vano sambil menjulurkan lidahnya kepada Stella. Ciko dan Arumi hanya tertawa melihat kelakuan kedua anaknya itu.


"Ma, itu bukannya tante Ayumi?" tanya Stella.


"Mana?" tanya Arumi sambil melihat kearah yang di tunjukkan oleh Stella.


"Eh iya sayang. Mau menepi dulu?" tanya Ciko. Arumi pun mengangguk. Setelah mobil berhenti tepat di depan Ayumi, Arumi pun turun dan langsung memeluk kakaknya itu. Mereka memang saudara kembar, tapi Ayumi lah yang lahir lebih dulu.


"Yum, kemana aja?" tanya Arumi sambil menangis. Vano, Stella dan Ciko pun ikut turun dari mobil.


"Lu di usir sama Kevin?" tanya Ciko melihat Ayumi yang membawa koper. Ayumi pun mengangguk sambil menahan air matanya. Arumi pun langsung memeluknya. Seketika air mata Ayumi keluar deras bak air sungai yang berarus kencang.


"Aku di usir dari rumah. Gimana kalau Revan pulang dan nyari-nyari aku? Gimana cara dia nemuin aku?" tanya Ayumi menangis. Yang ia pikirkan bukanlah dirinya tapi Revan, anak laki-laki yang selama ini membuatnya semangat untuk hidup.


"Kita masuk ke mobil dulu ya. Nanti ceritanya." ucap Arumi. Ayumi pun mengangguk, ia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Arumi. Sedangkan Vano di depan bersama Papanya dan Stella sengaja duduk paling belakang agar bisa memberikan waktu untuk Mamanya dan Tantennya curhat.


•••Bersambung....


Oke ini autho kasih ya nama-nama anaknya Kevin dan Ayumi. Kemarin lupa author tulis 😂



Revano Athala Arlata



Revano atau yang biasa di panggil Revan adalah anak pertama dari Pasangan Kevin dan Ayumi. Revan berumur 23 tahun. Saat ini ia menggantikan posisi sang Ayah menjadi Presiden Direktur Arlata Crop. Revanlah yang pertama di lahirkan oleh Ayumi. Jarak Revan dan Ruby hanya 5 Menit.



Ruby Zivana Arlata



Seorang model yang berasal daei keluarga Arlata. Ruby anak kedua dari pasangan Kevin dan Ayumi. Ruby memiliki sifat berbanding terbalik dengan Revan yang selalu bersikap bijaksana dan dewasa. Ruby bersikap manja dan teguh. Ia harus mendapatkan apa yang ia mau.

__ADS_1


Oke itu aja ya. Makasih udah mau support author lagi yaa 😆


__ADS_2