Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Mall #3


__ADS_3

"Mari kita lihat-lihat pakaian disana. Sepertinya ada yang cocok untukmu." seru Jonah sambil menunjuk sebuah toko baju.


"Aku tidak ingin pakaian." tolak Ally.


"Bukankah tadi kau bilang kau memperhatikan sebuah toko gaun? aku rasa kau ingin membeli salah satu gaunnya."


"Sudah tidak ingin lagi." datar gadis itu.


"Aku memaksa." Jonah menarik tangan Ally membawanya masuk ke balik pinta kaca sebuah toko yang menjual gaun-gaun cantik dan mewah.


"Pilihlah." kata Jonah.


"Jonah, sudah ku bilang aku tidak mau."


"Kalau begitu aku pilihkan." Jonah segera melepas tangan Ally lalu berjalan mengelilingi toko sembari melihat-lihat barang apa yang kiranya cocok dengan gadis itu.


Sementara Ally hanya duduk di sebuah sofa yang disediakan oleh toko itu sembari memperhatikan Jonah yang tengan sibuk berbincang dengan pelayan yang ada di toko itu. Tanpa sadar Ally menarik otot pipinya ke atas, tersenyum melihat tingkah Jonah yang entah pria itu sadar atau tidak sedang memilih-memilih gaun wanita.


Dilihatnya Jonah menunjuk Ally, kemudian pelayan yang sedang bersama Jonah juga ikut memperhatikannya sembari mengangguk. Lalu pelayan wanita itu beranjak mengambilkan Jonah sebuah gaun cantik berwarna hitam yang penuh glitter.


Jonah menerimanya lalu berjalan ke arah Ally. Ia menyodorkan gaun tersebut. "Cobalah."


Ally menerimanya. Lalu ia rentangkan gaun sepaha itu untuk melihat detailnya.


"Silakan lewat sini jika ingin mencobanya." sela sang pelayan itu dengan senyum ramahnya.


Jonah menggerakkan kepalanya mengisyaratkan agar Ally mengikuti pelayan itu. Ally mendengus namun pada akhirnya ia bangkit dari duduk dan berjalan sesuai arahan dari pelayan yang ada.


Gantian kini Jonah yang mendaratkan pantatnya ke sofa, menunggu Ally selesai berganti pakaian.


Tak berselang lama, Ally keluar dari fitting room. Tubuhnya kini telah berbalut dengan gaun pilihannya Jonah tadi.


Jonah sempat tertegun melihat Ally. Pasalnya, gadis itu mengikat semua rambutnya dengan satu cepolan tinggi sehingga leher jenjangnya terekspos jelas. Gadis itu juga berputar, memperlihatkan detail gaun pada tubuhnya, punggung mulusnya yang tak tertutupi kain karena memang model bajunya seperti itu.

__ADS_1


"Cantik." komentar Jonah. Entah gaunnya yang cantik, atau Jonah sendiri terpukau dengan pesona Ally saat mengenakannya.


"Aku tak suka. Gaun ini terlalu terbuka." opini Ally.


"Kami ambil yang ini." seru Jonah kepada pelayan yang berdiri dibelakang Ally. Pelayan itu mengangguk.


"Kenapa dibeli?! sudah ku bilang aku tak suka!" protes Ally.


"Tapi aku suka." sahut Pria itu tak mau kalah.


"Ya sudah. Kalau begitu kau saja yang pakai." sungut Ally sembari berbalik menuju fitting room lagi untuk berganti pakaian dengan casual minidress yang ia kenakan sebelumnya.


Setelah melakukan transaksi, pasangan itu segera keluar dari toko tersebut. Jonah menenteng paper bag yang berisikan gaun cantik tadi.


"Hey, pegang tanganku. Nanti terpisah lagi." seru Jonah.


Ally mendengus, dengan kesal ia meraih jari kelingking Jonah untuk sekedar berpegang agar tak terpisah.


"Ah, kesini sebentar." Jonah kembali menarik Ally masuk ke sebuah toko. Bedanya kali ini adalah toko sepatu.


"Tidak tahu." sahut Ally malas.


Jonah berdecak kesal. Ia melambaikan tangan menyuruh seorang pelayan agar mendekat. "Carikan sepatu hak tinggi yang kira-kira pas untuknya."


Pelayan wanita itu mengangguk sembari memperhatikan kaki Ally dengan seksama. Setelah memastikan, wanita itu bertanya ingin warna apa. Dengan cepat Jonah menyahuti dan menyebutkan warna hitam.


Pelayan itu mengangguk lalu masuk lebih dalam ke dalam toko. Tak berselang menit, ia datang kembali menghampiri Ally dan Jonah sembari membawa sepasang sepatu hak tinggi dengan desain elegan, yang lagi-lagi ada elemen glitternya.


Pelayan itu meminta agar Ally duduk disebuah kursi yang suda disiapakan. Lalu memasangkan Ally sepatu.


"Kaca nya sebelah sini." ucapnya sembari menuntun Ally pada sebuah kaca besar untuk melihat pantulan dirinya mengenakan sepatu mewah itu.


Ally berjalan-jalan pendek untuk merasakan sepatu itu dikakinya. Terasa nyaman, dan sejuk.

__ADS_1


"Kau suka?" tanya Jonah mendekat.


Ally mengangguk. "Aku suka."


"Kami ambil yang ini." ucap Jonah pada pelayan toko itu.


Setelah melakukan pembayaraan, dua sejoli itu kembali mengitari pelosok Mall. "Kau ingin apa lagi?" tanya Jonah.


"Kau sendiri tidak ingin membeli sesuatu?" Ally bertanya balik.


Jonah tertawa sinis. "Memangnya jika aku ingin belanja, apa kau akan membayarku?"


Ally berdecih sebal. "Sombong sekali." gumam Ally. Matanya memutar malas ke sembarang arah. Tak sengaja matanya itu menangkap sebuah boneka beruang didalam etalase sebuah toko. "Wah, lucu sekali." cicit Ally.


Jonah ikut melirik ke arah apa yang Ally lihat. Sebuah boneka beruang besar yang terlihat lembut. "Aku mau itu!" pekik Ally.


"Ck, kau bukan anak kecil lagi, ayolah." Jonah tak setuju.


"Pokoknya aku mau itu." kekeuh gadis itu sembari berkacak pinggang.


"Ally, ayolah. Kau bukan anak kecil seusia Yohan."


"Masa bodoh, aku perlu itu untuk dipeluk saat tidur."


"Kau tak perlu itu, kan ada aku." ucap Jonah menyeringai.


Ally segera memukul lengan Jonah. "Ya, dasar mesum!"


"Akh!" ringis Jonah. "Awalnya aku berniat membelikannya, tapi setelah kau memukulku, aku berubah pikiran."


"Hey?! tapi—"


"Kita ke toko lain saja." tangan Ally segera ditariknya menjauh dari toko boneka tersebut.

__ADS_1


"Ya, pelan-pelan!" kesal Ally karena Jonah berjalan cepat hingga membuat langkah kecil Ally tertatih-tatih.


__ADS_2