
Ijab kabul di mulai. Galang meremas tangannya agar mengurangi kegugupannya.
"Galang, santai aja jangan tegang oke. Ayah percaya sama kamu." ucap Reano. Galang mengangguk dan mencoba menetralkan perasaan gugupnya.
"Bisa di mulai tuan Reano." ucap penghulu. Reano mengangguk dan meletakkan tangannya diatas meja. Lalu Reano menatap mata Galang dan menyuruh Galang menjabat tangannya. Galang pun menjabat tangan Reano.
"Galang Diano apakah kamu sudah siap?" tanya Reano.
Galang mengatur napasnya lalu menatap mata Reano yakin.
"Saya siap!" ucap Galang. Reano tersenyum melihat calon menantunya itu.
"Baiklah. Galang Alzeon Diano, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak perempuan ku yang bernama Clarissa Laira Anggara dengan mas kawin sebuah mobil mewah berwarna putih dan seperangkat alat solat di bayar tunai!" ucap Reano lantang.
Galang mencoba menormalkan detak jantungnya agar ia bisa menyelesaikan ini.
Pasti bisa Galang. Lu udah latihan selamam penuh. Fighting! batin Galang. Dengan yakin, Galang menarik napasnya lalu menjawab ijab kabul dari Reano.
"Saya terima nikah dan kawinnya Clarissa Laira Anggara dengan mas kawin tersebut tunai!" ucap Galang lantang dengan satu napas. Semua orang mengucapkan hamdalah.
"Para saksi sah?" tanya penghulu.
"Sah!" jawab para tamu undangan. Penghulu pun memimpin doa.
•••
"Selamat ya Risa." ucap Stella.
"Makasih, nyusul dong Stell." ucap Risa.
"Iya, liat tu anak Bulan sama anaknya Ruby ganteng-ganteng, lucu lagi. Kalau anak aku cewe aku bakalan jodohin sama Ken atau Arkan." ucap Vina.
"Ga bisa kalau sama Ken. Anak kamu itu jadi sepupuan sama Ken, kayak kak Leon sepupuan sama Kak Rey." ucap Bulan.
"Eh iya ya. Yaudah sama Arkan aja deh." ucap Vina. Mereka tertawa.
"Stell, udahlah terima aja Elang. Walaupun anaknya gitu tapi dia anaknya baik. Sifat kalem kamu pasti berubah seratus persen." ucap Vina.
"Iya, lagian kamu yang terakhir nikah diantara kita." ucap Risa.
"Aku gak mau nikah." jawab Stella.
"What?!" ucap Bulan, Vina, Risa dan Ruby kaget.
"Fiks, gila ya kamu!" ucap Risa. Saat Stella hendak menjawab, Mita datag untuk memanggil Risa.
"Ayo sayang, kamu di tungguin di bawah. Kalian turun juga ya." ucap Mita. Mereka mengangguk serentak.
Stella dan Vina membantu Risa membawa gaunnya yang panjang. Bulan dan Ruby tidak bisa membantu karna mereka berdua sedang menggendong bayi.
Risa turun dengan anggunnya membuat semua mata melihat kearahnya.
Bidadari turun dari khayangan! batin Galang.
Ya allah, bantulah hamba mu ini untuk mendapatkan jodoh hamba ya allah. Hamba berharap jodoh hamba adalah bidadari cantik di sebelah kanan Risa, Stella. batin Elang.
"Van, cewe lu gak datang?" tanya Gilang.
"Katanya kena macet, bentar lagi palingan datang." ucap Vano. Gilang mengangguk.
•••
Risa duduk di samping Galang yang tengah terpaku dengan pengantinnya yang cantik bak bidadari yang turun dari khayangan.
"Galang. Sayang." panggil Risa sambil menepuk lengan Galang. Galang pun kembali ke dunia nyata kembali.
"Eh iya." ucap Galang salah tingkah. Risa tertawa kecil melihat Galang yang salah tingkah.
●22.30 PM●
__ADS_1
Semua tamu undangan sudah pulang. Semua acara juga sudah selesai. Dari pertukaran cincin, tanda tangan buku nikah, berdansa, lempar bunga dan potong kue. Semuanya sudah di lakukan. Sekarang waktunya mereka istirahat dan melespaskan penat mereka.
Kamar Rey...
"Sayang, plis yaaa." ucap Rey.
"Gak, masih ada sepuluh hari lagi kak, Sabar." ucap Bulan.
"Kelamaan Bulann! Kakak udah puasa lama lo!" ucap Rey.
"No, no! Udah diam jangan merengek kayak anak kecil minta permen sama Mamanya. Nanti Ken bangun!" ucap Bulan menarik selimutnya dan pura-pura tertidur. Sebenarnya hanya perlu dua hari lagi untuk masa nifasnya. Tapi Bulan malah mengerjai Rey agar ia tahu sesabar apa Rey.
Sabar Rey. Aku yakin pasti bisa. Fighting Reyhan! batin Rey. Rey pun tertidur sambil memeluk Bulan.
•••
Mobil Elang...
"Elang!" panggil Stella. Elang mendengar namanya di panggil pun menurunkan kaca mobilnya.
"Apa?" tanya Elang.
"B-boleh masuk?" tanya Stella. Elang diam sejenak lalu mengangguk.
"Boleh, masuk aja." ucap Elang. Stella berjalan ke sisi lain mobil sport Elang dan masuk ke dalam mobil Elang.
"Kenapa?" tanya Elang.
"Yakin mau pulang malam-malam?" tanya Stella.
"Yaelah, Stell gua cowo gak apa kali. Mau gua antar pulang?" tanya Elang. Stella mengangguk. Elang tersenyum lalu menghidupkan mobilnya dan menginjak gas mobil.
"Kayaknya lu ada yang mau di omongin sama gua? Kenapa? Omongin aja." ucap Elang. Stella sangat gugup semobil dengan Elang, tak seperti biasanya.
Tak ada jawaban dari Stella, Elang menatap Stella.
"Kenapa? kok gugup?" tanya Elang.
"Oh kalau lu gak mau ya gak apa-apa. Tolak aja, gua kan udah terbiasa di tolak sama lu." ucap Elang santai. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya tersimpan rasa kecewa yang sangat besar.
"Bukan, Aku mau jawab sekarang." ucap Stella.
"Gausah di bilang juga gua tau jawaban lu Stel." ucap Elang. "Lu pasti.." belum selesai ucapan Galang, Stella mencium bibir Elang sekilas. Elang langsung terkejut dan terdiam.
"M-maaf." ucap Stella langsung menyadari perbuatannya.
"Em, its oke." ucap Elang berusaha sesantai mungkin.
Apa ini miskah? First kiss gua diambil sama Stella. Bibir gua gak perjaka lagi lah. batin Elang.
"Jangan salah paham. Aku suka kok sama kamu. Udah dari lama." ucap Stella.
"Ohh." jawab Elang yang tidak menyaring kata-kata Stella.
"Apa?!" ucap Elang lagi setelah memikirkan kembali perkataan Stella.
"Kaget ya? Mian." ucap Stella.
"Mian?" tanya Elang.
"Maaf dalam bahasa korea." ucap Stella.
Waduh, jangan-jangan dia bakalan bicara Teh gayung terus sama gua kayak yang di ceritakan sama Rey. Gawat ni, hanya gua yang boleh nempatin hati Stella. Elang Bagaskara! batin Elang.
"Oh" jawab Elang. Ntah kenapa suasana menjadi canggung setelah apa yang dilakukan Stella tadi.
"J-jadi lu nerima gua?" tanya Elang. Dengan antusias Stella mengangguk.
Alhamdulillah! batin Elang senang. Elang tersenyum manis kepada Stella. Stella juga sangat senang akhirnya dia bisa mengutarakan perasaannya.
__ADS_1
•••
Kamar Gilang.
"Untung kamar sebelah kedap suara. Kalau gak kasian Arkannya harus nonton live." ucap Gilang. Pipi Ruby langsung merona. Ia melihat Gilang lalu menunduk.
"Kenapa?" tanya Gilang.
"Gak ada." jawab Ruby.
"Haha, aku tau. Udah tidur aja. Kemungkinan Arkan bakalan bangun nanti subuh atau malam." ucap Gilang mengusap kepala Ruby lembut lalu menidurkan Ruby dan memeluk Ruby.
•••
Kamar Galang...
"Risa, sayang." ucap Galang memeluk Risa.
"Apa?" tanya Risa.
"Itu.." belum selesai ucapan Galang, Risa langsung mengerti dan langsung menjawab
"Tiga hari lagi. Aku lagi ada tamu bulanan. Udah yuk tidur. Cape nyalamin tamu mulu." ucap Risa langsung tertidur.
Galang mencoba melawan perasaan kesalnya.
Gua mau teriak!! batin Galang. Ia berusaha memendam perasaan kesalnya dengan tidur.
Risa tertawa kecil karna berhasil mengerjai Galang Ia sengaja bilang bahwa ia sedang datang bulan padahal ia sedang tidak datang bulan. Ia sangat ingin melihat Galang kesal.
•••
Pagi hari yang cerah, Ken dan Rey masih setia dengan tidurnya. Bulan sudah bagun dan baru saja kembali dari acara memasaknya bersama Mita. Saat masuk ke kamar Bulan langsung menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rey yang sebelas dua belas dengan anaknya, bahkan gaya tidur mereka saja sama persis.
Anak sama Ayah sama aja. Udah gaya tidurnya sama lagi. Kan jadi gak tega baguninnya. batin Bulan.
Saat Bulan ingin membangunkan Rey, Ken menangis kuat. Rey langsung terbangun dan berlari kearah kotak bayi Ken. Bulan tersenyum saat melihat Rey yang begitu Care dengan Ken. Rey langsung menimang Ken. Dan yang benar saja, Ken langsung tenang.
Anak pintar! batin Rey.
"Lan? Mau bangunin kakak?" tanya Rey. Bulan mengangguk.
"Sini Bulan yang gendong Ken." ucap Bulan. Rey menggeleng, ia masih ingin bermain dan menggendong putra tampannya itu.
"Liat, dia ganteng kaya aku kan." ucap Rey.
Yeh, masih aja narsis. batin Bulan.
"Iya deh iya." ucap Bulan. Rey melihat mata Bulan lalu tertawa. Ia sangat senang dengan keadaan yang kembali normal. Ia akan selalu bersyukur karna di berikan istri yang begitu luar biasa dan anak yang sehat. Ia tidak akan menyia-nyiakan Bulan lagi. Ia akan terus mengingat kenangan manis ini.
Aku selalu bersyukur kepada Allah karna di berikan istri sehebat Bulan. Aku akan terus menjadi Adam bagi Bulan. Aku akan menjadi Ayah yang baik untuk Ken dan aku tidak akan meninggalkan kalian lagi. Love you Bulan. Love You my boy Ken.
•Reyhan Anggara•
Bagi ku, Reyhan Anggara adalah hidupku. Aku akan terus menjadi tulang rusuknya. Dan akan selalu menjadi Hawanya Reyhan Anggara. Aku bersyukur karna di berikan kesempatan untuk kembali bersama Kak Rey. Semoga kita terus bersama, Amin.
•Bulan Anggara•
•••THE END•••
UCAPAN TERIMA KASIH! WAJIB DI BACA!!
THANK YOU SO MUCH READERS!!!
Terima kasih banyak author ucapkan kepada para pembaca setia dari "Menikahi Musuhku" yang udah ikutin alur cerita perdana author dari Season satu sampai season dua.
Ucapan terima kasih author sampaikan sekali lagi kepada oara readers setia novel author. Karna kalian novel author jadi terkenal dan banyak pembaca yang minat dengan novel author.
Author mohon maaf jika ada salah kata, Typo, Typing author yang gak enak di hati kalian semua atau sikap author yang salah author minta maaf. Pokoknya selalu dukung novel author yaa 😆👍
__ADS_1
STAY TUNED UNTUK NOVEL-NOVEL AUTHOR LAINNYA!!