Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Extra Part 3


__ADS_3

"Van, Catrine mana?" tanya Rey.


"Tadi katanya mau ngechek anak-anak." ucap Vano.


"Lama bener, coba lu cek kali aja terjadi sesuatu sama dia." ucap Elang. Vano pun mengangguk dan masuk kedalam rumah Rey.


"Sayang, Kamu yakin Catrine masuk kedalam?" tanya Rey kepada Bulan.


"Iya, tadi dia bilang mau ngechek anak-anak." ucap Bulan.


"Kalau ada apa-apa seharusnya Kenzo ngehubungin kita dong." ucap Elang.


"Iya sih." ucap Rey.


"Rey!" teriak Vano dari dalam. Mereka semua pun langsung terkejut dan masuk kedalam rumah.


"Apa woi apa?" tanya Elang.


"Catrine!" ucap Vano.


"Kenapa?" tanya Rey.


"Coba atur napas lu dulu." ucap Leon.


"Dia kepeleset!" ucap Vano.


"Hah? kepeleset apa?" tanya Leon. Mereka pun segera pergi keruang tamu.


"Zo! kenapa gak ngasih tau gua?" tanya Rey saat melihat Catrine pingsan.


"Sory pak bos, tadi gua lagi ke toilet. Waktu gua balik anak-anak udah nangis dan udah ada Vano di sana. Jadi gua gak tau kejadiannya gimana. " ucap Kenzo menjeleskan sejujurnya.


"Yaudah bawa masuk ke mobil. Van, lu tenang dulu oke." ucap Rey.


"Tapi kan cuman kepeleset kenapa darahnya banyak di roknya?" tanya Vano.


Vina, Stella, Ruby, Bulan, Eliza dan Risa saling menatap. Bulan pun naik ke kamarnya dan kembali dengan alat-alat kerjanya.


"Coba aku periksa dulu." ucap Bulan. Vano mengangguk. Bulan memeriksa Catrine dengan teliti. Ia terkejut dengan kondisi Catrine.


"Bawa keatas!" ucap Bulan.


Mereka pun mengangguk dan membawa Catrine ke kamar tamu.


"Ada apa Lan?" tanya Vano.

__ADS_1


"Dia keguguran! Risa bantu aku ya, Stella juga." ucap Bulan. Mereka berdua mengangguk.


"Keguguran? tapi Catrine gak hamil." ucap Vano heran.


"Nanti aku jelasin, sekarang kalian tenang oke." ucap Bulan.


"Nona, ini ada infus dan alat-alat lain yang akan di butuhkan." ucap Kenzo.


"Baru aja aku mau minta sama kamu Kenzo. Kalau gitu makasih ya!" ucap Bulan. Kenzo mengangguk.


Vano menggerutuki dirinya sendiri. Bagaimana dia tidak tau bahwa istrinya sedang hamil?


"Van, sabar dulu. Positif thingking aja. Kali aja hari ini dia mau ngasih kejutan sama lu." ucap Elang. Vano menggeleng, ia berusaha menahan tangisnya. Ia merasa bodoh, merasa menjadi suami yang tak memperdulikan istrinya.


"Papa." panggil Verrel. Vano pun melihat kearah Verrel. Verrel mendatangi Vano dan memeluknya.


"Maafin Papa sayang, kamu gak jadi punya adik." ucap Vano sambil memeluk Verrel kuat.


"Gak apa-apa Pa. Verrel gak kesepian kok, kan ada Ken sama yang lainnya." ucap Verrel. Verrel menghapus air mata Vano yang sudah terlanjur mengalir.


"Papa gak boleh kayak gini. Nanti adiknya Verrel gak tenang dan jadi sedih karna liat Papa nangis. Kata Mama, kalau orang yang udah gak ada kita tangisin, dia akan sedih Pa. Jadi Papa gak boleh sedih ya. Kan ada Verrel yang selalu sama Papa." ucap Verrel. Vano tersenyum melihat anaknya yang bijak itu.


"Thanks My Son." ucap Vano sambil mengelus rambut Verrel lembut.


"Ayah, Bundanya Kak Verrel cenapa?" tanya Aira. Rey yang melihat Aira, langsung menggendongnya.


"Othee Ayah. Ai ndak akan nakal agi. Ai akan jadi anak baik!" ucap Aira.


"Your Smart my girl!" ucap Rey.


•••


"Lan alatnya gak cukup. Kita harus bawa kerumah sakit." ucap Risa.


"Enggak! jika kita bawa dia kerumah sakit, kemungkinan kecil dia akan selamat. Kita gak mau Verrel dan Vano sedihkan? Karna itu kita harus berusaha. Lagian kandungannya masih muda, jadi gak terlalu banyak alat yang di butuhkan." ucap Bulan.


"Aku setuju." ucap Stella. Risa pun mengangguk setuju dengan perkataan Stella dan Bulan.


"Keadaannya udah normal. Kayaknya kita berhasil." ucap Stella.


"Ya, setelah ini kita harus bawa dia kerumah sakit. Aku takut rahimnya kenapa-napa." ucap Bulan.


"Berdasarkan ilmu yang aku dapat. Sepertinya rahim dia kuat." ucap Stella.


"Maaf Stel, aku lupa kamu dokter kandungan." ucap Bulan.

__ADS_1


"Aku juga lupa kalau kamu dokter bedah." ucap Stella.


"Kalian gak lupa kan aku dokter spesialis dalam?" tanya Risa.


"Gak akan!" ucap mereka berdua.


"Dan kalian lupa kalau Vina itu dokter." ucap Risa.


"Iya kita ingat dia dokter anak. Karna gak ada sangkut pautnya sama masalah Catrine, makanya gak aku ajak." ucap Bulan.


"Oke, ayo beri tahu kondisi Catrine sama Vano. Dia pasti lega." ucap Stella. Mereka bertiga pun keluar.


"Gimana?" tanya Vano.


"Yang sabar ya Vano." ucap Bulan. Risa dan Stella pun menatap heran kearah Bulan. Bulan mengedipkan satu matanya agar memberi kode kepada Stella san Risa.


"Hah? kenapa?" tanya Vano khawatir. "Catrine gak apa-apa kan?" tanya Vano.


"Kami turut berbelasungkawa." ucap Stella.


"Apa maksud kalian?" tanya Vano tak mengerti.


"Kami turut berbelasungkawa karna Catrine keguguran. Emang kak Vano mikirnya apa?" tanya Risa.


"Sial!" guman Vano. Vano pun langsung menerobos masuk dan melihat keadaan Catrine begitu pun dengan Verrel yang mengikuti langkah Papanya.


"Hahaha!" tawa Risa, Stella dan Bulan. Mereka pun bertos karna berhasil mengerjai Vano.


"Bini lu Jail!" ucap Elang.


"Stella bini lu juga." ucap Rey.


"Mon maap jangan lupakan saya. Mereka bertiga emang jail dari oroknya jadi maklum aja lah." ucap Galang. Elang dan Rey menatap Galang.


"Siapa anda?" tanya mereka serentak.


Sabar. batin Galang.


•••Bersambung....


Oke bagi yang nanya istri Vano siapa sih? Kok gak di kenalin?


Ini author kenalin yaa.


Catrine Delvinia Dirgantara

__ADS_1



Ini Visualnya, jadi jangan bingung lagi yaaa 😉


__ADS_2