Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Tragedi Kamar Mandi


__ADS_3

Setelah mencuci tangan karena tak sengaja menyentuh tubuh Jonah, Ally memaksakan dirinya memasak untuh lelaki itu.


"Sialan! berani-beraninya dia menodai tanganku!" gerutu Ally sambil mengaduk-aduk nasi dalam wajan. Setelah selesai, Ally segera memindahkan nasi itu kedalam piring dan menyajikannya diatas meja.


Ally terkekeh menatap piring itu. "Makanlah dengan lahap." ujarnya terkikik. Iya mengingat bagaimana ia dengan sengaja menumpahkan banyak garam saat memasaknya.


Saat melihat Jonah yang sudah rapi berpakaian santai berjalan menuju meja makan, Ally langsung berlari kekamar mandi. Ia tak ingin diamuk Jonah.


Ally sudah cekikikan membayangkan wajah Jonah memakan sarapan itu.


Mumpung sedang dikamar mandi, Ally memutuskan sekaligus mandi saja. Ia segera melucuti pakaiannya dan membiarkannya tergeletak dilantai. Lalu segera menyalakan shower dan menyirami tubuhnya.


"Ya! Ally! apa-apaan kau ini!? kau segaja menumpahkan garam begitu banyak dimakananku! aku tahu itu." teriak Jonah dari dapur. Ally tertawa mendengarnya.


"Maaf. Aku tidak sengaja. Aku tak pandai memasak." teriak Ally dari dalam kamar mandi. Ally masih tertawa cekikian. Dapat ia dengar samar-samar suara Jonah yang menggerutu dari luar sana.


Dendamnya terbalaskan. Ally tertawa puas.


Ally segera mandi dengan cepat. Setelah selesai menyabuni seluruh tubuhnya dan mencuci rambutnya, Ally segera berbilas.


Selesai mandi, Ally teringat akan satu hal.


Astaga!? sial, Ally lupa membawa handuk!


Ally mengumpat kesal. Bagaimana cara ia kembali kekamar tidur tanpa handuk? Ally mengedarkan pandangannya mencari baju yang ia kenakan tadi. Malang nasibnya, baju itu tergeletak dilantai kamar mandi dan tentu saja basah.


Satu-satunya cara adalah terpaksa meminta bantuan Jonah.


Ally menghela napas. " Jonah, apa kau masih disana?" teriak Ally dari dalam kamar mandi.


Tak ada sahutan. Ally memanggilnya lagi. "Jonah, apa kau masih makan?! Jonah, dimana kau?!"


"Jonah!!!!"


"Jonah, kemari kau!!"


"Jonah, ku mohon cepat kesini!!"


Jonah yang tengah menonton tv diruang tengah samar-samar mendengar teriakan Ally. Ia memelankan volume tv untuk memastikannya.


"Jonah!!!"


Jonah dengan malas beranjak. Ally memang memanggilnya. Biar bagaimanapun, Jonah tak tega mengabaikan Ally yang berteriak bagai orang yang melihat hantu.


"Ada apa teriak-teriak? apa ada hantu dikamar mandi?" tanya Jonah saat berada didepan pintu ruangan kecil itu.

__ADS_1


"Bukan, bukan itu." sahut Ally.


"Lalu ada apa?"


"Aku ingin minta tolong." ucap Ally.


"Apa itu?" tanya Jonah.


"Aku... lupa membawa handuk." lirih Ally.


"Jadi?"


Ally berdecak sebal. "Tolong ambilkan aku handuk." sentak Ally.


Jonah terkekeh. "Sayang sekali. Aku sedang jahat, jadi tidak berniat untuk membantu."


"Jonah, aku kedinginan didalam sini." tandas Ally. Nada bicaranya naik dan sedikit bergetar. Ally mengigil.


"Makanya. Bawa handuk sebelum mandi. Kau ini dari dulu sampai sekarang kadar kebodohanmu itu tak pernah berkurang." ejek Jonah.


"Jonah, aku serius! aku kedinginan."


"Ya! kau benar. Udara pagi ini memang lebih dingin. Air saat aku mandi tadi juga bagaikan es. Untungnya sekarang aku memakai pakaian yang tebal. Bagaimana denganmu? apa kau memakai pakaian didalam sana?" sindir Jonah.


"Jangan lupa untuk memakai pakaian berbahan tebal agar tak mati kedinginan didalam sana." ejek Jonah sambil tertawa. Pria itu memilih kembali menonton tv.


"Ally, aku ingin memakai kamar mandi. Tolong keluar." ucapnya beralibi.


Ally tak menyahut. "Ally, apa kau mendengarku? tolong keluar. Ini handukmu."


Tetap tak ada jawaban dari Ally. Pria itu sedikit merasa cemas. "Ally, apa kau sudah keluar?"


"Baiklah. Aku akan membuka pintunya jika kau tak menyahut." tegas Jonah.


"Aku hitung sampai tiga. Jika kau tak menyahutiku. Aku akan buka pintunya. "


"Satu..."


"Dua..." tangan Jonah bersiap membuka pintu.


Setelah memastikan bahwa pintu tak terkunci. Jonah dengan takut-takut menyipitkan matanya saat akan membukanya.


"Tiga!"


Pintu terbuka. Betapa terkejutnya Jonah ketika melihat Ally meringkuk dilantai kamar mandi yang basah dalam keadaan tak sadarkan diri. Parahnya lagi, dengan tubuh telanjang.

__ADS_1


"Astaga, Ally! apa yang terjadi!?" Jonah panik bercampur gugup.


Pria itu dengan sigap mengangkat tubuh Ally lalu membawa tubuh telanjang itu kekamar tidur. Jonah merebahkan tubuh Ally diatas ranjang lalu menutupinya dengan selimut.


Napas Jonah memburu sesaat. Ia tak mengira akan melihat Ally dalam keadaan seperti tadi. Seluruh lekuk tubuh Ally dapat ia saksikan.


"Ally, sadarlah." Jonah menepuk-nepuk pelan pipi Ally. Berusaha menyadarkan wanita itu dari pingsannya.


Mata Ally mulai mengerjap. Erangan kecil terdengar.


"Ughh... di-dingin." rintihnya.


"Ally, kau sudar sadar?" Jonah segera beringsut mendekati Ally. "Kenapa kau pingsan? apa ada yang luka?" tanya Jonah khawatir.


"Dingin... dingin sekali."


"Kau kedinginan?!" Jonah segera beranjak mencari-cari remote AC dan segera mengatur suhunya.


"Apa sudah lebih hangat sekarang?" tanya Jonah.


"Dingin... dingin sekali... tolong." gumam Ally masih menutup mata.


Jonah segera membuka lemari dan mengacak-acak isinya. Berusaha mencari selimut lagi. Tapi tak ia temukan.


"Tak ada selimut lagi, Ally. Tunggu sebentar aku akan membeli selimut." panik Jonah.


"Jangan pergi! dingin sekali disini... jangan kemana-mana, jagai aku." gumam Ally.


"Ba-baiklah. Aku akan tetap disini." balas Jonah kikuk.


Ally makin menggigil. "Aku tak kuat. Tolong peluk aku! dingin sekali... tolong peluk aku... Ibu." rupanya gadis ini tengah mengigau.


"Ibu, cepat peluk aku! aku tak kuat menahannya, aku sangat kedinginan." Jonah dapat melihat bulir bening itu jatuh dari sudut mata Ally.


Jonah merasa kikuk. Ia bingung harus bagaimana.


"Ibu, ku mohon peluk aku..." rintihnya menggigil.


Jonah tak punya pilihan. Lelaki itu segera naik keatas kasur lalu mendekap erat tubuh Ally dari luar selimut.


Jonah sekuat tenaga menahan hasratnya ketika tak sengaja menghirup aroma wangi sabun ditubuh Ally.


"Lebih erat, Ibu. Peluk Ally lebih erat." Ally bergumam lagi.


Jonah mengeratkan pelukannya. Barulah Ally mulai berhenti bergumam. Napasnya masih memburu akubat menggigil.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" gumam Jonah.


Jonah tetap memeluk tubuh itu tanpa berani melepasnya. Hingga tak sadar, ia jatuh tertidur dengan kaki dan tangan yang setia mendekap tubuh Ally.


__ADS_2