
Di taman belakang, Rey sedang bersantai menikmati hijaunya tumbuhan yang tumbuh di taman belakangnya. Bulan pun datang membawa secangkir kopi untuk Rey.
"Temanin aku!" ucap Rey. Bulan pun mengangguk dan duduk di samping Rey.
"Kau tau, aku sebelumnya benci dengan wanita?" tanya Rey. Bulan menggeleng.
"Dulu waktu kecil aku sering di kejar dengan anak perempuan bahkan ibu-ibu. Karna Mereka aku jadi benci dengan wanita. Sampai setahun yang lalu. Ruby datang ke kehidupan ku dan aku mulai membuka hati ku untuk wanita." jelas Rey. Mendengar nama Ruby, Hati Bulan sedikit tergores.
"Tapi itu tidak bertahan lama. Dia berani menghianati ku dan dengan bodohnya aku maafkan dia. Tapi tidak kali ini. Kali ini kau datang ke kehidupan ku sebagai malaikat penolong Ku. Aku sangat bersyukur Allah memberiku jodoh seperti mu." ucap Rey tersenyum. Seperti biasa, Bulan tidak bisa lari dari senyum Rey yang menurutnya menambah kadar ketampanan Rey yang sudah kelewat batas.
"Ekhm Blush on kamu canggih ya bisa nyala sendiri." ucap Rey tertawa kecil. Bulan pun memegang pipinya dan memalingkan wajahnya dari Rey.
Enak juga ngerjain dia. Batin Rey
Jantung ku! Kenapa kamu tersenyum kak? Kau membuat ku sakit jantung dan terkena diabetes! batin Bulan
"Gimana kalau kita ulang semuanya dari awal?" tanya Rey.
"Maksud kakak?" tanya Bulan.
"Kita bangun lagi hubungan kita!" jawab Rey.
"Terus kontraknya gimana?" tanya Bulan.
"Tunggu di sini sebentar!" ucap Rey. Rey pun beranjak dari kursinya dan masuk kedalam rumah. Tak lama Rey datang dengan setumpuk kertas dan korek api.
"Sini" panggil Rey kepada Bulan. Bulan pun mengikuti Rey.
"Ini kontrak kita." ucap Rey. Bulan pun melihat isi kertas itu dan mengangguk. Rey menggesek korek api itu dan membakar kertas itu.
Bulan dan Rey menunggu kertas itu sampai habis terbakar.
"Sudah musnah!" ucap Rey tersenyum. Bulan masih belum mengerti. Rey mencium bibir bulan. Bulan langsung kaget dan memegang bibirnya.
Apa itu tadi? Bibir kak Rey? Manis. batin Bulan.
Em, manis. batin Rey.
"K-kak a-aku kaget!" ucap Bulan
"Kaget ya. Maafin kakak ya gembul!" ucap Rey tersenyum jahil.
"Kak Reyy!" ucap Bulan sambil memukul dada Rey pelan. Rey pun menarik Bulan dalam pelukannya dan tertawa puas.
Reano dan Mita tetap setia melihat adegan itu dari balik pintu belakang.
"Aku kangen masa muda sayang!" ucap Reano.
__ADS_1
"Gak muda aja kamu tetap kayak gitu kok!" ucap Mita.
"Aku masih kuat kan?" tanya Reano.
"Hah? ngaco kamu ih!" ucap Mita pergi dari pintu itu.
"Sayangg!!" panggil Reano.
•••
"Kak Rey jangan ketawa!" ucap Bulan.
"Kenapa?" tanya Rey.
"Aku nanti kena diabetes!" ucap Bulan.
"Hahaha, kamu belajar dari siapa kayak gitu?" tanya Rey.
"Mbah gugel yang ngajarin aku!" ucap Bulan
"Besok belajarnya sama kakak aja mbah gugel gak romantis!" ucap Rey.
"Emang kakak romantis?" tanya Bulan.
"Wihh!" ucap Rey.
"Romantis?" tanya Bulan lagi.
Akan ku balas! Batin Bulan kesal.
"Cie marah!" ucap Rey.
"Diam ahh, kaka nyebelin! Balik lagi jadi dingin sana!" ucap Bulan.
"Jadi dingin salah, jadi gak dingin salah. Kamu maunya apa Gembul?" tanya Rey.
"Kan gembul lagi. Tukar panggilannya!" ucap Bulan.
"Gak, aku suka gembul!" ucap Rey.
"Terserah tuan muda!" ucap Bulan. Rey tertawa mendengar perkataan Bulan.
"Kak, nanti malam Daddy sama Mommy ngundang kita makan malam. Katanya mau ngenalin dua orang baru di keluarga Zaynco!" ucap Bulan.
"Siapa?" tanya Rey sambil merangkul bahu Bulan.
"Gak tau. Makanya nanti malam ikut dinner ya!" ucap Bulan.
__ADS_1
"Laksanakan perintah, Nona Muda!" ucap Rey sambil berdiri tegap dan memberi hormat. Bulan kembali tertawa mendengar perkataan Rey. Rey pun berjongkok.
"Mau ngapain?" tanya Bulan.
"Naik!" ucap Rey. Bulan pum naik ke punggung Rey. Rey pun berdiri dan berkeliling taman sambil menggendong Bulan di punggungnya.
"Kamu berat juga ya!" ucap Rey.
"Masa? Berat aku cuman 48 Kilogram kak!" ucap Bulan.
"Kurang makan, mana ada cewe seringan itu!" ucap Rey.
"Gak kak, Aku gendut. Lisa blackpink aja berat badannya 45 kilogram." ucap Bulan. Rey pun mengerutkan alisnya.
"Siapa Lisa blackpink?" tanya Rey.
"Kakak gak kenal? dia itu girl band dari korea! Sama kaya suami aku Taehyung dari korea!" ucap Bulan tergirang-girang. Rey pun menurunkan Bulan.
"Kamu punya suami lain selain kakak?" tanya Rey.
"E-enggak gitu konsepnya kak. Taehyung itu suami halu aku!" ucap Bulan.
"Udah halunya. Aku suami real kamu!" ucap Rey. Bulan terdiam.
"Gantengan aku apa teh gayung?" tanya Rey.
"Taehyung kak! Mana ada teh gayung! Ya gantengan taehyung!" ucap Bulan. Bulan pun langsung terdiam, ia sadsr perkataannya.
Rey menatap Bulan tajam.
"Bagusan perut aku apa dia?" tanya Rey.
"P-perut kakak" ucap Bulan.
"Gantengan aku atau dia?" tanya Rey.
"K-kak Rey!" ucap Bulan.
"Bagus!" ucap Rey sambil mengusap rambut Bulan.
Gak adil, ini pemaksaan. Dimana-mana unggulan taehyung dari pada kakak! Tapi, bisa di pikirin lagi deh kalau kakak senyum sama ketawa terus! ucap Bulan yang sudah kecanduan dengan tawa dan senyum Rey.
•••Bersambung...
Mau liat Rey tertawa? Boleh kok.
Reyhannya Bulan
__ADS_1
Pantesan Bulan diabetes 😥