Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Pernikahan Risa Dan Galang


__ADS_3

Satu Bulan kemudian...


Risa harus terima bahwa Rey tidak bisa datang ke pernikahannya karna Ken masih kecil dan susah untuk dibawa bepergian jauh.


"Seharusnya kita nikah di Amerika aja. Aku kan pengen ketemu sama Ken yang lucu itu!" ucap Risa.


"Hei, kok kamu kesal. Ini kan hari bahagia kamu." ucap Mita.


"Bun, aku kangen Bulan sama kak Rey." ucap Risa. Mita hanya mengelus kepala Risa lembut.


"Mereka pasti datang. Kamu tenang aja ya jangan khawatir." ucap Mita.


"Gimana ma? Ken kan masih kecil gak bisa di bawa pergi jauh dulu." ucap Risa.


"Siapa bilang?" tanya Rey yang berada di pintu masuk kamar Risa. Risa berbalik dan langsung memeluk Rey.


"Kakak datang sendiri?" tanya Risa.


"Gak, kakak datang sama Bulan dan Ken." jawab Rey. Mita yang mendengar itu langsung menghampiri Rey dan menarik telinga Rey.


"Aduh Bun. Kok telinga Rey di tarik aja? ini telinga Bun bukan adonan kue!" ucap Rey sambil memegang telinga yang habis di tarik oleh Mita tadi.


"Kamu ini! Ken masih kecil udah kamu bawa pergi jauh! Nekat banget kamu ya! Kamu maksa Bulan kan! Ngaku sama Bunda!" ucap Mita.


"Enggak bun. Kita udah ijin sama dokternya. Bunda jangan fitnah Rey dong." ucap Rey. Tak lama Bulan datang dan Rey langsung bersembunyi di belakang Bulan.


"Kak Rey kenapa?" tanya Bulan.


"Ada singa betina marah Lan. Tolongin kakak ya!" ucap Rey. Bulan tersenyum licik. Ia berlari menghampiri Risa bersama Ken digendongannya.


Istri durhaka. batin Rey.


"Kedepan sana. Sambut tamu dan tunggu Galang datang!" ucap Mita.


"Tapi bun.." belum selesai Rey ngomong, Mita langsung menutup pintu kamar Risa.


Sabar Rey. Mari sambut tamu. batin Rey.


Setelah dirasa Rey sudah pergi, Mita kembali membuka pintu kamar Risa.


"Ini Ken? Masih kecil udah ganteng banget. Apa kabar kalau udah gede?" tanya Risa sambil terus menciumi pipi tembem Ken.

__ADS_1


"Risa, jangan di cium terus. Liat tu Ken udah mau nangis." ucap Mita. "Kakak kamu udah nikah ya Lan? Sama siapa?" tanya Mita.


"Sama kak Jane bun dari keluarga Haridzon." ucap Bulan. Mita yang tidak mengenali keluarga itu hanya mengangguk.


"Boleh Bunda gendong?" tanya Mita. Bulan mengangguk dan memberikan Ken kepada Mita.


"Kenzard Anggara." ucap Mita dan langsung mencium pipi tembem Ken.


•••


"Yo papa muda!" sapa Elang kepada Rey.


"Yo perjaka tua!" jawab Rey. Muka Elang langsung berubah dari tersenyum menjadi masam.


"Ga asik lu ah. Umur gua masih dua puluh tiga tahun. Ya gua masih muda lah!" ucap Elang.


"Bodo ah." ucap Elang.


"Yo Reyhan Anggara!" ucap Vano sambil berjabat tangan dengan Rey lalu memeluknya.


"Papa muda kita!" ucap Leon sambil menepuk-nepuk punggung Rey.


"Hei para papa muda, dan perjaka tua." ucap Gilang sambil menatap tajam kearah Elang.


Elang ganteng sabar oke. Lu pasti bisa lebih unggul dari pada mereka! batin Elang.


"Galang." ucap Rey.


"Bedain antara Gua sama Galang! Tinggi kami sama tapi mata kami beda!" ucap Gilang.


"Lang, mana Arkan?" tanya Vano.


"Oh nama anak Gilang, Arkan?" tanya Rey.


"Yap, Arkanza. Kita manggilnya Arkan." jawab Vano.


"Ada sama Ruby." jawab Gilang.


"Ntar, gua mau nembak seseorang nanti. Mulai hari ini gua pastiin gua gak jomblo lagi!" ucap Elang


"Yakin lu? gua gak yakin sih!" ucap Vano.

__ADS_1


"Jahat lu Van!" ucap Elang.


"Kalau lu mau nembak Stella sih gua yakin gak keterima. Karna Stella udah gua hasut supaya gak mau pacaran sama lu." ucap Vano. Muka Elang berubah menjadi masam lagi. Rey, Vano, Leon dan Gilang langsung tertawa puas.


"Au ah, gak mood gua." ucap Elang.


"Yee, kaya cewe aja lu. Ada moodnya." ucap Leon. Elang pergi dari sana dan beralih ke meja makanan.


"Si rakus makan. Tiati nanti abis tu makanan." ucap Leon.


"Galang mana?" tanya Rey.


"Itu lagi ngadapin ujian nasional." jawab Gilang. Rey mengerutkan alisnya. Ia tak mengerti dengan perkataan Gilang. Rey pun keluar dan melihat kejadiannya sendiri.


Rey tertawa melihat kegugupan Galang. Ia menghampiri Galang untuk meledeknya.


"Yo adek ipar." ucap Rey langsung merangkul bahu Galang.


"Untung jantung gua gak copot Rey. Ngagetin aja lu!" ucap Galang.


"Lu gregetan yaa. Cemen lu ah. Gak mikir apa malam pertama itu enak." ucap Rey.


"Emang lu langsung malam pertama?" tanya Galang. Rey melepaskan rangkulannya dari bahu Galang.


"Ya gak juga sih. Perlu beberapa saat untuk gua sadarin diri gua bahwa ada berlian di depan mata gua." ucap Rey lalh melihat Galang.


"Nah sekarang ikutin saran gua supaya lu gak Nerves." ucap Rey. Galang mengerutkan alisnya.


Kayaknya dia nyebar ajaran sesat ni. batin Galang


"Pertama, pikirin gimana setelah nikah. Lu pasti bahagia sama Risa. Kedua pikirin malam pertama yang bakalan buat lu ketagihan. Ketiga pikirin setelah nikah lu bisa lakuin apa aja sama Risa. Asal jangan sakitin ade gua aja." ucap Rey.


Galang menggelenggkan kepalanya tidak percaya. Kemana si kulkas Rey? Apakah si Kulkas Rey sudah musnah dan di ganti dengan Rey yang aneh ini?


"Sesat lu!" ucap Galang langsung berjalan masuk kedalam rumah keluarga Anggara, tempat pernikahannya diadakan.


Rey tersenyum licik, sepertinya dia punya Rencana untuk Risa dan Galang.


•••Bersambung...


Jangan lupa selalu dukung author ya. Agar terus semangat. Jangan lupa juga saran agar novel author lebih baik lagi. Makasih All 😉

__ADS_1


__ADS_2