Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Rey VS Risa


__ADS_3

Tenang dan damai di kediaman keluarga Anggara. Mereka sarapan dengan tenang, sampai satu suara memecahkan keheningan di meja makan itu.


"Gimana? Udah ketemu sama Bulan?" tanya Reano. Rey hanya menggeleng.


"Bunda udah tanya sama tante Katya, tapi kayaknya dia marah besar sama kamu. Dia gak mau kasih tau di mana keberadaan Bulan." ucap Mita. Rey hanya diam saja, memang dia sangat merasa bersalah dengan Bulan dan Katya.


"Biarin aja kali Bun. Biarin kak Rey cari sendiri si Bulan. Dia yang buat salah kok." ucap Risa. Rey mencoba bersabar dengan hujatan tajam adiknya itu.


"Kamu gak boleh gitu Risa. Seandainya kamu berada di posisi kakak kamu, kamu pasti bingung." ucap Bulan.


"Ya dia yang salah Bun. Seharusnya dia yang tanggung jawab sampai Bulan lari. Lagian si Bulan lebay banget pake lari-larian segala, dia kira ini drama india ada adegan lari-larian" ucap Risa.


Bak..


Rey sudah tidak tahan lagi, ia memukul meja makan sekuat mungkin. Reano yang sedang makan langsung tersedak, sedangkan Risa dan Mita yang sedng berselisih paham langsung diam. Bagi mereka, Rey lebih menyeramkan dari pada Reano yang diam-diam bertindak. Seorang Rey berbeda, dengan mulut pedas dan tatapan elangnya membuat orang yang berada di depannya sangat takut.


"Ulangi perkatan mu!" ucap Rey dingin kepada Risa.


"Maksudnya?" tanya Risa.


"Kau bilang Bulan lebay?" tanya Rey dengan tatapan elangnya. Risa menelan ludahnya dengan susah payah. Dia berusaha mengatur napasnya dan berusaha untuk tidak takut dengan kakaknya itu.


"Iya. Kenapa? Menurut Risa, Bulan itu lebay banget tau. Pake acara lari-lari segala. Pasti hamilnya palsu!" ucap Risa. Jujur saja, sejak Galang lupa ingatan, sikap Risa berubah seratus delapan puluh derajat. Dari Risa yang dulu tidak pernah mengusiknya dan tidak pernah melawan dengan perkataannya, sekarang menjadi Risa yang berbeda.

__ADS_1


"Palsu? Kau tau, kau itu palsu!" ucap Rey. Risa langsung berdiri dari duduknya memberanikan diri untuk menatap mata elang kakaknya.


"Bulan Anggara, oh buka maksud ku adalah Bulan Zaynco itu palsu kakak tau?" ucap Risa menekankan setiap kata-katanya. Mita dn Reank bingung bagaimana cara melerai keduanya.


"Dasar bodoh!" ucap Rey memukul meja kuat lalu pergi begitu saja ke kamarnya. Risa hanya tersenyum puas karna bisa membuat seorang Reyhan Anggara bungkam.


"Istigfar Clarissa! Dia itu kakak kami, kamu gak boleh ngelawan dia kayak gitu." ucap Mita.


"Oh, karna dia lebih tua dari pada Risa, kalian terus belain dia? Atau karna dia lebih pintar dari Risa? Kalian banggain dia gitu? Dan Risa cuman dianggap anak buangan yang gak berguna?" ucap Risa tanpa merasa bersalah apa pun.


Brak....


Kali ini Reano harus turun tangan. Risa berubah, ntah kenapa Risa bis berubah seperti ini.


"Kenapa? Kamu berani melawan Rey tapi kamu gak berani melawan Ayah? Dimana-mana orang bilang, bahkan ayah dan bunda kamu saja mengakui kemarahan Rey itu sangat seram. Tapi kamu malah takut sama Ayah? Kenapa gak melawan?" tanya Reano. Risa hanya diam begitu pun dengan Mita. Jika Reano sudah marah, ia tidak bisa membantah atau memotong perkataannya karna itu akan membuat Reano semakin marah.


"Semua fasilitas kamu Ayah cabut, mulai sekarang kamu ke kampus naik bus!" ucap Reano. "Oh ya, uang jajan kamu Ayah potong!" ucap Reano lalu pergi dari meja makan menuju ruang baca untuk mengechek pekerjaan yang di kerjakan Rey semalam.


'Sialan, ini semua karna Bulan. Memang benar apa yang dikatakan kak Ruby. Dasar jalang gak guna!' batin Risa.


•••


Hari ini sudah seminggu Bulan memasuki kampusnya itu. Ia sudah berkenalan dengan beberapa teman salah satunya Ezra. Cowo tampan, gagah, tinggi dan putih keturunan Indonesia-inggris dan sedikit darah Korea yang mengalir dari neneknya ini sangat dekat dengan Bulan walau baru seminggu berkenalan.

__ADS_1


"Hai Bulan. Gimana kabarnya?" tanya Ezra sambil tersenyum manis kepada Bulan. Tempat duduk Bulan berada di belakang tempat duduk Ezra memudahkannya untuk berkomunikasi dengan temannya ini.


"Baik, Ezra ngerti ini gak?" tanya Bulan. Bulan sengaja bertanya kepada Ezra, karna sepintar-pintarnya Bulan di kampus ia dulu, jauh lebin pintar Ezra di bandingkan dengannya.


"Oh ini, ini penyakit yang lumayan langka. Obatnya juga harus dari bahan-bahan alami. Jadi orang yang kena penyakit i i perawatannya susah." jelas Ezra


"Oh, thanks ya!" ucap Bulan. Ezra memgangguk lalu tersenyum.


"Nanti kalau kelasnya udah selesai, aku traktir kamu makan di cafe yang baru aku dirikan." ucap Ezra.


"Gratis? Beneran?" tanya Bulan. Ezra mengangguk. "Wow, gomawo." ucap Bulan tersenyum. Ezra tau Bulan hamil dan seluruhnya tentang Rey karna dia memaksa Bulan memberitahunya tentang kehidupan Bulan. Akhirnya Bulan memberitahu kehidupannya dari awal sampai masuk ke Harvard University.


"Lagi gak ngidam apa-apa kan?" tanya Ezra. Bulan menggeleng. "Kali aja ada ngidam, aku bantu cari barangnya." ucap Ezra. Ntah kenapa mereka baru kenal seminggu seakan mereka sudah kenal bertahun-tahun. Bahkan Elioz saja dekat dengan Ezra.


"Pengen es krim rasa coklat." ucap Bulan. Ezra berdiri dari duduknya dan menatap Bulan.


"Tunggu di sini, pangeran mu akan membawakan es krim untuk yang mulia putri." ucap Ezra. Bulan tertawa kecil melihat sikap Ezra yang menurutnya lucu. Ezra tersenyum melihat tawa indah dari Bulan. Ezra pun pergo dan mencarikan es krim rasa coklat untuk Bulan.


•••Bersambung...


Wah ada peran baru ni, kira-kira Ezra bakalan jadi temen yang baik untuk Bulan atau yang lain ya?


Kalau tau jawabannya jangan lupa tulis di kolom komentar. Jangan lupa juga kasih like Hadiah, rate 5 dan sarannya agar novel author lebih baik lagi 😆

__ADS_1


__ADS_2