
"Honey, are you ok?" tanya Vano.
"I'm Ok honey." balas Catrine.
"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu lagi hamil? Aku jadi merasa bersalah sama kamu." ucap Vano sedih
"Sorry. I'm forget." jawab Catrine. "Sebenarnya aku mau kasih tau hari ini. Tapi ya gini lah jadinya." ucap Catrine.
"Mama, Mama gak usah sedih ya. Kan masih ada Verrel. Jangan sedih terusnya, kasian adiknya Verrel." ucap Verrel sambil berusaha naik ke tempat tidur Catrine. Vano yang melihat Verrel kesusahan, langsung membantunya naik ke tempat tidur Catrine.
"Makasih sayang. Kamu jagoannya Mama!" ucap Catrine.
"Verrel emang jagoan. Nanti saat Verrel udah besar, Verrel akan jadi body guard Mama biar mama gak jatuh lagi." ucap Verrel.
"Cepat besar My son!" ucap Vano sambil mengelus lembut kepala Vano.
•••
"Aa kiyud banget mereka berdua romantis-romantis gimana gitu." ucap Bulan.
"Jangan iri, aku bisa lebih romantis dari pada Vano." ucap Rey.
"Masa? Ngasih bunga aja gak pernah." ucap Bulan.
"Hahahaha!" tawa Elang kuat.
"Udah punya anak dua anak tapi gak pernah kasih bunga? Gak romantis banget lu Rey!" ucap Elang.
"Diam lu anak Alien!" ucap Rey.
"Sama teh gayung dari korea aja lu kalah!" ledek Elang.
"Lu juga kali, bukan gua aja. Jangan asal ledek!" ucap Rey.
"Teh gayung siapa?" tanya Stella.
"Itu lo yang sering kamu bicarain, Kim teh gayung." ucap Elang.
"Kim Taehyung!" ucap Bulan, Vina, dan Stella serentak.
"Lah, tetangga ikut campur juga." ucap Elang.
"Apa?" tanya Vina.
__ADS_1
"Gak ada, tadi ada angim lewat. Kencang banget kayak angin topan!" ucap Elang.
"Ga jelas, Gelay!" ucap Vina.
"Yon, bini lu anak tiktok?" tanya Elang.
"Ga tau." jawab Leon.
"Itu aja lu gak tau!" ucap Elang. Leon dan Rey saling menatap dan tersenyum. Mereka lalu menatap Elang dan berjalan kearah Elang. Elang yang sedang tertawa puas, terkejut karna ada orang yang menarik kerah kemejanya dari belakang dan ada yang menarik lengan kirinya.
"Woi-woi apa ni!" ucap Elang.
"Lu belum pernah mandi kan? sini kita bantu mandiin lu." ucap Rey.
"Maksud lu apa Rey?" tanya Elang mencoba memberontak.
"Kita mau nyeburin lu di kolam renang." ucap Leon.
"Apa? Woi malam ni. Bisa masuk angin gua!" ucap Elang.
"Bodo amat!" ucap Leon dan Rey serentak. Sesampainya mereka di kolam renang, tanpa aba-aba lagi, mereka langsung melempar Elang ke kolam renang di rumah Rey.
Byurrr...
"Terima noh kurma dari kita!" ucap Leon.
"Karma!" sahut Elang dan Rey bersamaan.
"Maksudnya itu." ucap Leon.
"Ga jelas lu Yon!" ucap Rey. Leon dan Rey pun meninggalkan area kolam renang.
"Yah di tinggalin." ucap Elang. "Woi anak alien!" teriak Elang. "Jangan tinggalin gua woi!" ucap Elang sambil kembali naik.
Punya sahabat kok akhlaknya baik gak ketulungan ya! batin Elang.
•••
"Itu mereka aman gak ya? Nanti Elang diapa-apain lagi." ucap Stella.
"Yang pasti Elang di bully kalau udah ada kak Leon dan kak Rey." ucap Bulan.
"Morgan, Logan. Coba kalian ke kolam renang dan cek Daddy kalian ya." ucap Stella.
__ADS_1
"Siap laksanakan yang mulia Ratu!" ucap Morgan dan Logan serentak lalu pergi melihat Ayah mereka.
Tak lama Rey dan Leon muncul.
"Rey, Leon kalian gak apa-apain Elang kan?" tanya Stella.
"Palingan dia mandi." ucap Rey.
"Au ah mau tidur gua." ucap Leon. Rey dan Leon pun pergi ke kamar masing-masing. Untuk malam hari ini rumah Rey berubah menjadi hotel sementara. Stella pun menyusul Logan dan Morgan.
"Astagfirullah!" ucap Stella kepada Elang. Stella terkejut melihat Elang yang basah kuyup.
"Gara-gara dua anak itik itu aku jadi basah kuyup!" ucap Elang kesal.
"Ada anak itik Dad? Morgan mau liat!" ucap Morgan.
"Logan juga!" sahut Logan.
"Anak itiknya udah pergi boy. Udah malam mereka lagi tidur." ucap Elang.
"Yaudah yuk masuk, kamu ganti baju. Morgan sama Logan ayo kalian tidur." ucap Stella.
"Laksanakan Mom!" ucap Morgan dan Logan serentak lalu masuk ke dalam rumah Rey. Stella menggeleng melihat kelakuan anaknya itu. Kenapa kelakuan kedua anaknya harus mengambil semua kelakuan Elang. Suka makan, nyebelin dan jahil.
"Sayang, maaf ya aku selalu nyusahin kamu." ucap Elang.
"Engga kok, emang kamu nyusahin aku apa?" tanya Stella.
"Aku buat masalah terus kayaknya. Dari mata kamu dan cara natap kamu ke aku kayak aku punya salah besar sama kamu. Apa pun itu, aku gak sengaja. Aku gak mungkin nyakitin kamu. Kalau aku udah berniat gitu, gak mungkin Morgan sama Logan ada. Ya kan?" ucap Elang.
"Kamu gak ada salah sama aku Elang. Cuman kamu aja nyebelin banget." ucap Stella.
"Aku? Nyebelin? Alhamdulillah." ucap Elang.
"Itu kritikan, kok kamu ucap hamdalah?" tanya Stella.
"Ya artinya tujuan aku tercapai untuk menjadi orang ternyebelin untuk kamu!" ucap Elang.
Oke sabar Stella, Elang emang aneh dari dulu. batin Stella.
"Yaudah yuk masuk. Udah malam, dingin pula." ucap Elang. Stella mengangguk lalu masuk bersama Elang.
•••Extra Part End...
__ADS_1
Hai-hai para pembaca setia Menikahi Musuhku. Author mau mengucapkan terima kasih karna kalian udah buat popuritas novel author menjadi 1M. Author senang banget liat popuritas author 1M. Makasih ya para reader 😊🙏