
"Pengen tau?" tanya Leon. Bulan mengangguk.
"Reyhan Austin Anggara, semua bukti yang kakak simpan memang ngarah sama dia dan memang kakak yang letakkan kamu di kasur itu dan yang memperkosa kamu bukan kakak tapi suami kamu sendiri!" jelas Leon. Bulan tidak terkejut lagi mendengar itu, karna kadar keterkejutannya untuk kasus ini sudah bisa di kontrol sebab ia sudah melihat wajah orang itu dari lukisan tangan Elioz.
"Kok gak terkejut?" tanya Leon.
"Kemarin kak Elioz udah ngelukis wajah orang yang melakukan itu sama Bulan dan yang kelukis itu wajahnya kak Rey. Jadi Bulan cuman sedikit terkejut aja." ucap Bulan.
"Lah terus kenapa gak di bongkar? harus banget nyekap gua segala? El, lu tanggung jawab, gua lapar ni!" ucap Leon.
"Lah emang lu gak makan tadi sama Bulan?" tanya Elioz.
"Gak." jawab Leon.
"Trus? lu mau gua suguhin makanan?" tanya Elioz. Leon pun mengangguk.
"Ogah, tekor gua. Dek yok balik biarin aja ni orang!" ucap Elioz menarik lengan Bulan.
"Eh, Woi, masa gua tinggal sendiri. Tega banget lu El!" ucap Leon.
"Canda bro." ucap Elioz. Elioz pun melepaskan ikatan tangan Leon dan membiarkannya pulang sendiri.
Gak punya hati tu orang. Udah ngebius gua, Nyekap gua, sekarang biarin gua pulang sendiri? Liat aja lu ya gua balas! batin Leon.
__ADS_1
•••
"Kak kok kakak jahat banget sih nyuruh kak Leon pulang sendiri. Kasian tau!" ucap Bulan.
"Biarin aja dia dah gede, lagian dia cowo pasti bisa jaga diri. Besok Rey bakalan tau semuanya, kamu balik lagi ya ke London sama Mommy dan Daddy. Kalau Rey nyari kamu usaha sembunyi dari dia. Tukar nomor telpon kamu, tukar semua fasion kamu dan cara bicara kamu. Gaulkan dikit lah!" ucap Elioz.
"Gak bisa kak!" ucap Bulan.
"Belajar sama Eliza. Kamu kan bakalan jadi dokter di London, kamu pasti bisa belajar bahasa baru. Jangan lupa juga ambil S2 biar kamu jadi spesialis." ucap Elioz tersenyum kepada Bulan.
"Spesialis bedah!" jawab Bulan tersenyum. Elioz pun memgangguk dan mengusap kepala Bulan lembut. Ntah kenapa kasih sayang Elioz tidak seperti kakak angkat dan adik angkat, malah seperti kakak dan adik kandung. Mereka sangat dekat, malah Elioz lebih dekat dengan Bulan di banding adik kandungnya Eliza.
Keesokan harinya...
"Kak Bulan pergi dulu ya." ucap Bulan sambil menyalimi Elioz.
"Ya hati-hati. Maaf kakak gak bisa ngantar kamu ya, kamu tau sendiri kakak udah janjian sama Leon, Ryan dan Gilang." ucap Elioz.
"Kak, kakak harus kembalikan ingatan kak Galang, kasian Risa sedih terus." ucap Bulan.
"Tenang aja, hari ini akan terjadi ledakan besar di keluarga Anggara dan juga keluarga Diano!" ucap Elioz.
"Tapi nanti yang jadi sasaran mereka kakak!" ucap Bulan khawatir.
__ADS_1
"Gak bakalan lah. Palingan kakak sasarannya Kevin Arlata. Kamu gak usah khawatir dek, kakak bisa jaga diri, kamu gak liat kakak itu pemegang sabuk hitam karate dan sabuk merah silat? Jangan khawatir ya!" ucap Elioz. Bulan mengangguk.
"Yaudah Bulan pergi dulu ya. Assalamualaikum!" ucap Bulan. Elioz mengangguk.
"Waalaikumsallam." jawab Elioz. Bulan pun pergi ke bandara diantar oleh supirnya Elioz. Tak lama Elioz pun ikut pergi, ia sudah janjian bertemu dengan Leon, Gilang dan Ryan di depan kediaman keluarga Anggara. Leon dan Gilang sudah memanggil keluarga Diano, Gerdion, Bagaskara, Dirgantara dan keluarga Jafe mereka semua berkumpul di kediaman keluarga Anggara. Hanya keluarga Zaynco yang tidak ada, karna keberadaan mereka yang jauh, jadi sulit untuk berkumpul dengan kelurga yang lain. Mereka semua sudah datang lebih awal, karena pertemuan yang akan diadakan pada pukul 10 pagi.
Leon masuk lebih dulu, di ikuti Elioz sebagai perwakilan keluarga Zaynco dan di lanjutkan oleh Gilang dan Ryan. Mereka tentu terkejut melihat Ryan dan Gilang yang begitu mirip. Mereka masih saja menyangka bahwa Ryan itu adalah Galang yang hilang.
"Baiklah karna semua keluarga sudah ada di sini. Leon bakalan mulai, tapi sebelum itu kalian mau dengar kabar dari Leon dulu atau dari Elioz?" tanya Leon. Mereka bingung, dan tak lama mereka berunding, mereka sepakat mendengarkan kabar dari Leon dulu.
"Sepertinya kabar Leon lebih besar, sampai seluruh keluarga di suruh bertemu." ucap Nino.
"Ini memang penting Pa, terutama untuk Rey!" jawab Leon.
"Aku?" tanya Rey tak bisa memahami perkataan Leon
"Ya kau!" jawab Leon. "Di sini Leon hanya menyampaikan kebenaran yaitu Anak yang di kandung Bulan adalah anak dari Reyhan Austin Anggara. Anak kandung Reyhan Anggara dan cucu kandung Reano dan Mita Anggara!" ucap Leon.
"Apa?!" ucap mereka semua serentak.
•••Bersambung...
Wah konferensi Persnya Leon ni 😂
__ADS_1
Jangan lupa dukungan untuk author ngalir terus dong.. Agar author lebih semangat nulisnya lagi yaaa. Thanks All ❤