Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Hamil?!


__ADS_3

Keesokan paginya, Bulan lari pagi dengan Elioz dan Eliza. Mereka menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin karna mereka akan jarang bertemu dengan Eliza karna siang nanti Eliza, Katya dan Arzi akan kembali ke London.


"Kak Bulan Eliza bakalan kangen kakak!" ucap Eliza sambil memeluk Bulan. Bulan juga membalas pelukan Eliza.


"Eliza umur kamu 19 tahun apa 9 tahun sih? gemes banget!" ucap Bulan


"9 tambah 10 kak!" ucap Eliza.


"Kamu pinter banget!" ucap Bulan tertawa.


"Adik-adik ku tersayang, kalian gak lapar? yok makan bubur di dekat sana!" ucap Elioz.


"Yok!" jawab bulan dan Eliza. Mereka pun pergi ke gerobak penjual bubur itu dan memesan 3 porsi bubur. Saat buburnya sampai di depan mata mereka dan siap di santap, Bulan tiba-tiba mual melihat bubur itu.


"Dek, kenapa?" tanya Elioz khawatir kepada Bulan.


"Bulan mual liat buburnya kak!" jawab Bulan.


"Kakak kenapa? alergi bubur?" tanya Eliza.


"Gak, tapi liat buburnya kakak jadi mual." ucap Bulab.


"Pak, ini di bungkus bisa gak ya?" tanya Elioz.


"Bisa pak, sebentar saya bungkus." jawab penjual bubur.


"Terima kasih ya pak!" ucap Elioz. Penjual bubur itu pun mengangguk.


"Udah mendingan dek?" tanya Elioz.


"Mendingan kak." jawab Bulan.


"Kamu ada alergi atau trauma sama bubur? seharusnya bilang sama kakak." ucap Elioz.


"Engga kak, biasanya juga normal liat bubur. Tapi ntah kenapa hari ini kayak mual." ucap Bulan.


"Jadi kakak pengen makan apa?" tanya Eliza.


"Kebab enak kali ya." jawb Bulan.


"Istrinya hamil kali pak." ucap penjual bubur.


"Hamil?" tanya Elioz.


"Iya pak, istri saya waktu hamil juga kayak gitu." ucap penjual bubur.


"Tapi dia bukan istri saya. Dia adik saya!" jawab Elioz.


"Oh maaf pak. Kasih tau aja suaminya. Ini pak buburnya semuanya 25 ribu." ucap penjual buburnya. Elioz pun memberikan selembar uang 50 ribu.


"Ambil aja kembaliannya pak." ucap Elioz.

__ADS_1


"Terima kasih ya pak!" ucap penjual bubur. Elioz pun mengangguk.


"Yuk kita cari kebab." ucap Elioz.


"Kak, benar kali ya apa kata bapak penjual bubur tadi. Aku hamil?" tanya Bulan.


"Ya kakak gak mau aja kamu balik sama bajingan kayak Rey. Kakak gak setuju!" ucap Elioz.


Tapi, aku baru melakukannya kemarin dengan kak Rey, tidak mungkin kan langsung jadi? apa ini anaknya kak Leon? aku juga aneh, udah 2 bulan tapi aku gak ada datang bulan. Gimana ni? batin Bulan


Mereka pun pergi mencari kebab.


•••


"Rey ingat Bun!" ucap Rey kepada Mita. Mereka saat ini sedang berada di kamar Rey.


"Iya, siapa?" tanya Mita.


"Wajahnya belum bun. Tapi waktu Rey mau masuk ke kamar, ada Leon. Dia seperti keluar dari kamar Rey." ucap Rey.


"Kita harus tanya Leon!" ucap Mita


"Ya bun!" ucap Rey.


"Hai adikku sayang!" ucap Nino yang sedang berdiri di depan pintu kamar Rey kepada Mita. Mita langsung berdiri dari duduknya ketika melihat Nino datang. Mita langsung berlari dan memeluk Nino.


"Kakak lama banget baliknya, Mita kangen!" ucap Mita.


"Apa kabar Rey?" tanya Nino masuk ke kamar Rey.


"Baik om!" ucap Rey sambil menyalim Nino.


"Kakak kesini bareng siapa?" tanya Mita.


"Becca sama Leon!" jawab Nino. Mita dan Rey pun langsung keluar dari kamar Rey dan turun kebawah.


"Hai Mita!" panggil Becca.


"Kakak ipar ku yang cantik!" ucap Mita sambil memeluk Becca.


"Kangen tau sama kamu!" ucao Becca.


"Ekhm, Mita doang?" tanya Reano.


"Kamu juga dong Re!" ucao Becca.


"Oh ya, Leon tante mau bicara sama kamu!" ucap Mita.


"Apa tante?" tanya Leon.


"Apa yang terjadi 3 bulan lalu di Grand hotel, London?" tanya Mita. "Kenapa kamu keluar dari kamar Rey saat Rey mau masuk kamar?!" tanya Mita.

__ADS_1


Duh kalau ketauan bahaya ni, Selain kena marah sama Mama Papa, masalah ini bisa buat Rey dan Bulan bersatu! batin Leon.


"Oh, Leon lagi ngambil power bank Tan!" jawab Leon.


"Apa kau tidak lihat ada wanita yang tidur di kasur ku?" tanya Rey.


"Tidak!" jawab Leon.


"Trus, kenapa saat kau keluar ada wanita di kasur ku!" ucap Rey.


"Rey aku tak tau apa-apa. Kau jangan menyalahkan ku!" ucap Leon.


"Oh ya, Aku sudah tanya sama Elang. Tapi dia bilang, hanya kau yang masuk ke kamar ku. Elang bilang dia tidak masuk ke kamar ku malam itu!" ucap Rey. "Hanya kau yang masuk!" lanjut Rey.


"Aku tidak tau apa-apa!" ucap Leon.


"Udah-udah, mungkin Leon emang gak tau apa-apa!" ucap Mita


Tapi gua curiga sama ni anak. Mencurigakan banget gerak geriknya! batim Mita.


•••


"Kamu beneran mau tes Dek?" tanya Elioz.


"Iya kak, makanya tadi aku beli testpack. Aku mau coba sekarang!" ucap Bulan.


"Semoga kamu cuman masuk angin!" ucap Elioz. Bulan langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengecheknya.


15 menit kemudian dia keluar dengan wajah shok.


"Kenapa? apa itu negatif?" tanya Elioz. Bulan memberikan langsung testpack itu.


"Dua garis biru artinya apa?" tanya Elioz polos. Bulan memberikan kotak testpcak itu.


"Gak, tespack ini eror kali Dek!" ucap Elioz


"Kak, itu test pack yang ketiga yang aku coba dan hasilnya positif semua!" ucap Bulan sambil memberikan 2 testpack lainnya.


"Gak, kakak gak mau kamu kembali sama Rey bajingan itu!" ucap Elioz.


"Kak ini bukan anak kak Rey!" ucap Bulan. Elioz terdiam.


"Anak siapa? Biar kakak cari dan kakak suruh dia tanggung jawab sama kamu!" ucap Elioz.


"Ini lah kenapa aku tunggu Mom dan Dad balik ke London dulu baru aku mengechek semuanya!" ucap Bulan menangis. Elioz tetap menggeleng tidak setuju.


•••Bersmbung....


Wou, anak siapa itu jika bukan anak Rey? apakah anak Leon?


Greget banget ni. Hehe maaf ya author upnya malam, tangan author lagi cedera tadi abis latihan silat eh tangan author jadi cedera karna udah lama gak latihan.

__ADS_1


Maafin aja ya kalau banyak typo 😅


__ADS_2