
"Begini, ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa ada seorang gadis yang mati karena dibunuh. Peristiwa itu terjadi tepat saat hujan turun deras beserta dengan petir dan kebetulan saat itu listrik padam. Konon, katanya hantu gadis itu bergentayangan dari rumah-kerumah saat hujan badai dan mati lampu seperti ini untuk mencari pembunuhnya yang sampai sekarang belum diketahui." karang Jonah.
"Heh, itu cuma rumor." bantah Ally.
"Ya, awalnya memang banyak yang tidak percaya. Tapi ada beberapa saksi yang pernah bertemu dengan hantu tersebut. Salah satunya temanku sendiri." Setelah berkata demikian, petir menyambar lagi seakan-akan ikut menambah dramatisir cerita karangan Jonah.
Ally mematung. Entah cerita Jonah itu benar atau tidak, ia tidak tahu. Yang ia tahu sekarang hanyalah dirinya yang ketakutan. Ah, Ally akan menyerah jika sudah begini.
"Jangan menakutiku!" kesal Ally.
"Aku tidak menakutimu. Aku hanya memberitahu." elak Jonah.
Pria yang mengarang cerita barusan menahan tawa sebisanya. Ekspresi ketakutan Ally tak bisa di sembunyikan. Meskipun gelap, tapi cahaya dari senter ponsel tersebut cukup untuk menerangi area sekitar Ally dan Jonah, cahaya yang cukup untuk membuat ekspresi takut Ally terlihat.
"Ah, sebenarnya aku agak takut, lebih baik aku tidur sekarang." baru selangkah berjalan, tangan Ally dengan cepat menahannya.
"Ada apa?" ucapnya menoleh pada Ally.
"Dasar sinting, setelah menakutiku sekarang kau ingin meninggalkanku?!" Ally merekatkan pegangannya pada lengan Jonah. "Tanggung jawab, bodoh."
Jonah terkikik, sebisa mungkin ia menahan tawa. "Memangnya apa yang harus kupertanggung jawabkan?"
"Temani aku ke dapur!"
__ADS_1
"Bukankah tadi kau bilang berani sendiri?"
"Tidak setelah kau menakutiku." Ally makin manja dengan lengan Jonah, gadis itu makin mempererat rangkulannya dilengan Jonah.
"Ya, baiklah. Dasar penakut." Jonah tertawa kecil, lebih cenderung tertawa gemas dengan sifat Ally.
Jonah dan Ally berjalan beriringan menuju dapur dengan bantuan sedikit cahaya dari senter. Petir diluar sana terus-terusan menyambar.
"Mau apa kau ini sebenarnya?" tanya Jonah saat sampai di dapur.
Ally tak menjawab pertanyaan itu. Ia malah memberikan ponsel tersebut pada Jonah dan meminta agar Jonah mengarahkan ponsel itu padanya.
Rupanya Ally sedang menyiapkan susu. Sepertinya ini kebiasaannya. Seringkali Jonah selalu melihat Ally meminum susu sebelum tidur.
"Apa jadinya jika kau tidak minum susu barang sekali?" tanya Jonah penasaran.
Jonah mengangguk. Di sepersekian detik berikutnya, tangan besar pria itu merebut gelas susu ditangan Ally lalu dengan cepat segera ia minum sisa susu dalam gelas tersebut. Ally yang kaget hampir tersedak karena ulahnya.
Jonah tertawa samar lalu menyerahkan gelas yang sudah kosong itu ke tangan Ally. "Maaf." ucapnya enteng. Ally hanya menghela napas jengah.
Ally meletakkan gelas kosong itu diatas meja makan. "Nanti saja mencucinya saat pagi." ucapnya.
"Sekarang kau mau apa lagi?" tanya Jonah.
__ADS_1
Ally hanya membalasnya dengan gelengan kepala.
Jonah mengangguk lalu menyerahkan ponsel ditangannya pada Ally. Tepat saat tangan wanita itu terjulur menerimanya dari tangan Jonah, ponsel tersebut mati, otomatis cahaya senter pun lenyap.
"Astaga, kurasa baterai nya habis." sungut Ally kesal. Keadaan sekarang benar-benar gelap gulita. Ally meraba-raba diudara berusaha mencari lengan Jonah. Segera setelah dapat lengan itu ia peluk seerat mungkin.
"Kenapa tiba-tiba menjadi manja seperti ini?" celetuk Jonah sambil tertawa diselanya.
"Aku bukannya sedang bermanja. Aku hanya berpegang saja!" ketus Ally.
Jonah hanya tertawa kecil sambil mulai melangkahkan kakinya perlahan berjalan menggunakan insting. Keadaan rumah benar-benar gelap pekat.
Dengan penuh perjuangan setelah beberapa kali terbentur barang-barang, Jonah dan Ally akhirnya sampai di depan pintu kamar.
Jonah langsung membuka pintu dan masuk kedalam kamar diikuti oleh Ally yang sedari tadi masih setia merangkul lengan Jonah.
"Ah, ini kasurnya." ucap Jonah ketika merasakan tangannya menyentuh sprei. Ally juga mengulurkan tangannya sekedar memastikan.
Tak menunggu lama lagi Ally segera merangkak menaiki kasur disusul dengan Jonah.
Pria itu dengan sengaja merapatkan tubuhnya pada Ally.
"Kasur ini sangat luas, kenapa kau merapat kemari?" protes Ally.
__ADS_1
"Ah, aku takut. Katanya hantu itu suka memeluk orang yang tidur ditepi ranjang. Makanya aku harus tidur dibagian tengah."
Mendengar ucapan Jonah barusan nyali Ally menjadi ciut lagi. Gadis itu hanya bisa mematung."