
Keesokan harinya, Elioz sudah siap-siap dengan pakaian yan rapi begitu pun dengan Bulan. Bulan sudah siap dengan gaunnya.
Elioz akan mengadakan acara lamaran ke rumah Jane. Sebelumnya Elioz sudah menyuruh Katya dn Arzi datang sebagai walinya, karna ia tidak mempunyai orang tua lagi. Arzi dan Katya setuju untuk datang ke Amerika bersama Eliza.
"Kak, siap-siapnya lama banget kaya cewe aja!" ucap Bulan.
"Sabar Bulan!" jawab Elioz dari dalam kamarnya. Mulut Bulan mengerucut kedepan. Sejak ia hamil, moodnya sering tiba-tiba berubah. Terkadang Bulan kesal dengan perubahan mood yang tiba-tiba itu.
5 menit Bulan menunggu di depan pintu kamar Elioz. Akhirnya Elioz keluar dari kamarnya.
"Dek, itu muka apa jeruk nipis, masam bener." ucap Elioz menggoda Bulan.
"Lama banget sih. Siap-siap gitu aja satu jam!" ucap Bulan marah.
Sabar-sabar. Sekarang kayak gua aja suaminya. Padahal bapak dari ponakan gua kan si cowo playboy itu. batin Elioz.
Bulan dan Elioz pun langsung pergi kerumah Jane. Mereka sudah sepakat untuk bertemu Katya dan Arzi di sana.
Sudah 1 jam lamanya mereka menunggu di sana, tapi Katya dan Arzi tidak datang sama sekali.
"Masuk aja duluan yuk kak." ucap Bulan. Elioz mengangguk. Ia kasian melihat Bulan yang sedang hamil harus menunggu Arzi dan Katya di luar.
Mereka berdua pun masuk, sambutan yang di berikan kepada mereka membuat Bulan ingin mencakar mereka semua.
"Wah dia yang kamu bilang mau lamar kamu Jane?" tanya Gerry selaku Papanya Jane.
"Iya Pa." jawab Jane.
__ADS_1
"Wah, gembel udah bisa ke Amerika. Nyolong dari siapa?" tanya Jeniffer, Mamanya Jane.
"Saya gak nyolong tante, saya kerja." jawab Elioz masih bersabar karna dia sudah kebal dengan ejekan keluarga Jane.
"Perusahaan mana yang mau nerima gembel gal berpendidikan seperti kamu?" tanya Jennifer.
"Walau kakak saya tidak berpendidikan, tetapi IQnya di atas rata-rata tante. Tante jangan meremehkan Kakak saya. Dia tidak lanjut Kuliah karna dia lebih memilih untuk menyekolahkan Eliza dari pada uangnya di pakai buat di kuliah!" ucap Bulan yang sudah tidak tahan lagi.
"Sepertinya kamu tidak asing." ucap Gerry.
"Perkenalkan saya Bulan Zaynco! Anak keluarga Zaynco!" ucap Bulan menekankan kata 'Zaynco'. Mereka semua terkejut kecuali Jane yang memang sudah tau.
"Oh jadi gembel ini nyolong sama keluarga Zaynco! Beraninya kamu nyolong di keluarga besar seperti keluarga Zaynco." ucap Jennifer.
"Sudah berapa kali saya bilang, saya tidak mencuri tante!" ucap Elioz. Kali ini dia tidak akan diam karna ini sudah kelewatan.
"Hahaha, sejak kapan keluarga Zaynco punya anak gembel kayak kamu!" ucap Jeniffer.
"Kalian tidak percaya?" tanya Elioz. Elioz mengambil handponenya dan menghubungi asistennya.
"Buat Harviez Grup bangkrut! Saya ingin besok melihat mereka bangkrut." ucap Elioz. Elioz mematikan telfonnya dan melihat kearah Gerry.
Gerry tertawa keras. Ia pikir ia di tipu oleh Elioz. Ia yakin bahwa itu hanya orang bohongan saja.
"Dasar bocah ingusan pinter banget ngibul." ucap Gerry.
"Hei, jawab pertanyaan tante, kenapa keluarga Zaynco mau nerima Gembel kayak kamu? hahaha!" tawa Jeniffer
__ADS_1
"Kalau dia memang keponakam kami bagaimana?" ucap Arzi dari pintu depan. Jeniffer dan Gerry langsung bungkam. Keluarga mereka tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan keluarga Zaynco.
"Tuan Arzi." ucap Gerry terkejut.
"Nyonya Katya." ucap Jeniffer sama terkejutnya dengan Gerry.
"Saya tanya, kalau Elioz memanh keponakan saya bagaimana?" tanya Arzi. Tanpa di minta Arzi duduk di sofa dengan gaya angkuhnya. Berani sekali mereka merendahkan keponakannya.
"Daddy, kok lama datangnya?" tanya Bulan.
"Daddy tadi kena macet sayang." ucap Arzi.
"Elioz sama Bulan nungguin Uncle." ucap Elioz.
"Jadi, lanjut gak ni?" tanya Arzi. Elioz menggeleng.
"Elioz gak mau punya mertua buta harta Uncle. Kita pulang aja. Besok Uncle tinggal buka TV dan lihat berita yang akan di siarkan." ucap Elioz.
"Emang apa yang bakalan di siarkan?" tanya Arzi.
"Berita utama, Harviez Grup tiba-tiba gulung tikar. Apa kabar dengan keluarga Harviez?" ucap Bulan menirukan suara pembawa acara TV. Arzi tertawa puas, ia pun menarik Katya untuk keluar dari rumah itu. Begitu pum dengan Elioz, Bulan dan Eliza. Mereka semua keluar dari rumah itu. Gerry dan Jeniffer hanya bisa termenung dan terdiam.
•••Bersambung....
Wah, Elioz kejam ya...
Bagi yang minta Rey dan Bulan cepat bersama, Ada waktunya ya. Selagi Rey nyari Bulan di London, bisa di selipkan sedikit cerita-cerita yang lainnya ya.
__ADS_1