Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Extra Part 1


__ADS_3

7 tahun kemudian...


Ken pulang dengan keringat yang bercucuran. Ia seperti habis berlari. Ken baru saja pulang sekolah. Saat ini ia kelas 2 SD.


"Tante suster, bundanya Ken dimana?" tanya Ken kepada suster rumah sakit. Memang Bulan menyuruh Ken untuk kerumah sakit agar bisa pulang bersama. Karna sekolah Ken lebih dekat dengan rumah sakit dari pada rumah mereka.


"Ada diruangannya Ken." jawab Suster itu.


"Bundanya Ken ada pasien gak? Ken takut ganggu Bunda kerja." tanya Ken.


"Seharusnya bunda kamu udah mau pulang sih. Tunggu aja ya di sini sama tante suster." ucap suster itu. Ken pun mengangguk dan duduk menunggu Bulan.


Tak lama Bulan keluar dan langsung menghampiri Ken.


"Ya allah, kamu habis main apa sampai keringatan gini?" tanya Bulan sambil mengambil tisu di tasnya dan mengelapkannya ke keringat Ken.


"Ken di kejar sama perempuan lagi Bun. Gak ibunya gak anaknya, ngejar Ken semua. Bahkan ada agensi yang mau rekrut Ken sebagai model perusahaan mereka." jawab Ken. Bulan menggeleng tidak percaya. Ia tidak percaya dengan keadaanya saat ini. Ken harus berlarian agar menghindari penggemarnya.


Kecil-kecil penggemarnya lebih banyak dari Kak Rey. Bahaya ini. batin Bulan.


"Ken ganteng banget ya bun? Ken senang banget liat Arkan gak di kejar-kejar kayak Ken." ucap Ken.


Ganteng kelewatan. Kenapa wajah kamu harus foto copy punya ayah kamu semua? Inilah jadinya. batin Bulan.


"Kalau gitu Ken gak mau sekolah lagi Bun. Ken takut di kejar-kejar lagi. Ken cape main kejar-kejaran terus." ucap Ken memohon kepada Bulan.


Kasian Ken. batin Bulan.


"Kamu tetap sekolah ya. Besok bunda kasih masker, kamu pakai oke." ucap Bulan.


"Ken rasa itu gak berpengaruh Bun." ucap Ken.

__ADS_1


Terkadang punya anak pintar banget plus ganteng kebangetan harus sabar. batin Bulan.


"Oh ya Bunda, tadi Ken dapat surat dari gurunya Ken. Bunda baca ya, katanya bu guru, langsung kasih sama bunda dan Ken gak boleh baca." ucap Ken sambil mengeluarkan surat yang di berikan gurunya tadi.


"Surat apa itu?" tanya Bulan sambil menerima surat dari Ken.


"Ken gak tau Bunda. Bunda baca aja." ucap Ken. Bulan pun mengangguk dan membuka surat itu.


Bulan membacanya dengan teliti.


Untuk orang tua dari Kenzard Adnanlio Anggara. Dengan ini kami meminta izin kepada ibu dan bapak untuk menaikkan kelas Kenzard menjadi kelas tiga. Jika ibu dan bapak mengizinkan, kami akan menaikkan kelas Kenzard. Kami melakukan ini karna tingkat pembelajaran Ken tidak lagi pembelajaran di kelaa dua, otaknya telah merangsang pembelajaran kelas tiga SD. Jadi kami mohon izinnya bapak dan ibu, terima kasih. batin Bulan membaca surat itu.


"Bundaa!" teriak seorang anak perempuan yang sedang berlari kearah Bulan.


"Hai cantik. Kamu udah makan?" tanya Bulan.


"Cudah bunda, tadi om Kenzo mamam cama Ai. Ai cenang bica itut Ayah kelja." ucap anak perempuan yang lebih muda dari Ken itu. Sekitar tiga tahun lebih muda dari pada Ken.


"Sayang, surat apa tu?" tanya Rey sambil melihat tangan Bulan yang sedang memegang sebuah surat.


"Bentar aku masih terkejut sama kepintaran dari Ken." ucap Bulan.


"Kenapa?" tanya Rey.


"Ken di tawarin loncat ke kelas tiga. Padahal dia baru aja masuk ke kelas dua." ucap Bulan.


"Wah, ternyata kepintaran aku turun sama dia haha." ucap Rey.


"Emang kak Rey pernah loncat kelas?" tanya Bulan.


"Ya enggak, setidaknya kakak pernah juara umum tiga kali. Dan sering bawa pulang mendali ke rumah." ucap Rey.

__ADS_1


"Wah, artinya Ken gabungan dari kita." ucap Bulan. Rey mengangguk.


"Ayah, Ken gak mau sekolah." ucap Ken. Rey pun berlutut di depan Ken agar menyamakan tingginya dengan Ken.


"Kenapa Boy? Kamu bosan sama sekolahnya?" tanya Rey.


"Enggak Yah. Ken gak mau lagi di kejar-kejar sama teman-teman perempuan Ken. Ken capek main kejar-kejaran terus." ucap Ken.


"Kenapa dia di kejar?" tanya Rey kepada Bulan.


"Akibat foto copy semua wajah kamu yang ganteng itu. Di tambah dengan wajah aku yang cantik, ya jadinya Ken." ucap Bulan. Rey langsung paham dengan perkataan Bulan.


"Gini Boy. Kalau kamu gak sekolah nanti kamu gak bisa ngelanjutin perusahaan Ayah. Kamu kan suka sama berkas-berkas Ayah. Emang kamu gak mau nyelesaikan itu?" tanya Rey. Ken sangat suka melihat, bahkan mengerjakan berkas Rey.


Ken menggeleng keras. Ia tidak mau kalau berkas-berkas Ayahnya itu tidak lagi ia kerjakan.


"Makanya Boy. Kamu harus sekolah." ucap Rey.


"Tapi Ken iri sama Arkan Yah. Dia gak pernah di gangguin sama anak perempuan. Dia malahan sering di kasih kue sama anak perempuan yang lain. Kalau Ken di kasih kue, Ken akan mau sekolah terus. Tapi, Ken malah di kejar dan di kasih banyak surat bahkan di kasih coklat." ucap Ken.


"Coklat? Ai mau Kak. Ai mau mamam coklat." ucap Aira langsung menadahkan tangannya kepada Ken. Ken membuka tasnya dan mengeluarkan banyak coklat dari tasnya. Bulan dan Rey semakin terkejut, sebanyak itu kah perempuan yang mengejar anak kecil seperti Ken?


"Ini, jangan makan banyak-banyak, kata bunda gak bagus untuk kesehatan karna megandung banyak gula. Kakak gak mau kamu sakit." ucap Ken.


"Othee Kak Ken." ucap Aira sambil membuka bungkus coklat itu. Bulan dan Rey saling menatap heran. Masih kecil saja Ken sudah sepintar dan setampan ini. Apa kabar saat dia menjadi dewasa? bisa-bisa rumah Bulan dan Rey menjadi incaran para penggemar berat Ken.


•••Bersambung...


Bahaya ni, ada serbuk berlian yang masih polos 😂


Ini author kasih Extra Partnya yaa. Untuk Ken yang masih polos dan unyu-unyu oke 😂

__ADS_1


__ADS_2