Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Baby Arkanza


__ADS_3

"By, ada yang sakit? kamu gak apa-apa kan?" tanya Gilang khawatir.


"Aku gak apa-apa. Tapi box bayinya kok cuman satu? anak kita kan kembar." ucap Ruby.


"Anak kalian gak bisa keselamatin. Anak perempuan kalian." ucap Galang. Gilang dan Ruby terkejut. Air mata Ruby langsung jatuh. Ia kaget sekaligus sedih. Gilang mencoba menenangkannya.


"Udahlah, iklasin aja. Mungkin ini udah jalan Allah. Kita awalnya di kasih dua anak, mungkin kita ada dosa yang belum tertebus makanya allah ngambil anak kita yang satu lagi. Allah lebih sayang sama dia. Kamu tenang oke." ucap Gilang. Ruby mencoba mengontrol tangisannya. Gilang berjalan kearah kotak bayi dan menggendong anak laki-lakinya.


Ia langsung mengazankan anaknya itu di telinga kanan anak laki-lakinya. Setelah itu, ia memberikan itu kepada Ruby dan membiarkan Ruby untuk menggendongnya.


"Kamu yang kasih namanya ya." ucap Ruby. Gilang mengangguk setuju, Galang dan Risa hanya bisa tersenyum senang.


"Hm, Arkanza Abbiyya Diano. Harta mulua yang tersembunyi dan berani." ucap Gilang langsung menyebutkan arti dari nama anaknya.


"Baby Arkan." ucap Ruby. Gilang mengangguk. "Bagus banget, aku setuju!" ucap Ruby senang. Galang dan Risa pun ikut senang dan sangat antusias untuk menggendong Baby Arkan.


•••


"BULAN ANGGARA!" teriak seseorang. Ezra langsung menoleh kearah suara itu tanpa berdiri.


Kak Rey! batin Bulan. Rey dan Kenzo menghampiri Ezra dan Bulan. Rey menatap Ezra dengan mata elangnya. Ezra langsung berdiri dari posisinya dan menatap Rey dengan tatapan seperti kemenangan di pihaknya.


Bulan sangat terkejut dan segera menelpon Elioz. Ia sangat merasa bersalah dengan kakaknya itu. Kakaknya tadi melarang Bulan untuk keluar walau bersama Ezra.


Ezra dan Rey saling bertatapan dengan tatapan kebencian. Tinggi mereka yang sama persis membuat mereka lebih mudah mengumbarkan kebencian lewat mata mereka berdua.


"Siapa lu manggil-manggil Bulan pake nama belakang yang salah? Nama belakang Bulan itu adalah Zaynco, bukan Anggara." tanya Ezra.


"Gua? Reyhan Anggara dan Istri Bulan adalah Istri gua. Anak yang di kandung Bulan itu anak gua!" ucap Rey menggunakan kata 'Lu-Gua' yang sekarang sudah fasih di lidahnya.

__ADS_1


"Cih, lu yakin lu suaminya? Lu nyampakin istri lu kayak sampah. Apa benar lu suaminya yang bodoh itu?" tanya Ezra sambil memasukkan tangannya di kantong celananya.


"Hanya ada kesalah pahaman diantara kami. Lu pihak luar mending mundur." ucap Rey.


"Selama lu gak ada, gua yang nemanin dia dari kehamilam dia belum besar kayak gini sampai sekarang. Lu apa? Buat doang trus pergi? Cih, dasar pria biadab." ucap Ezra membuat Rey bungkam. Kenzo terkejut melihat perkataan Savage dari Ezra. Kenzo harus belajar dari Ezra.


Rey memgepalkan tangannya kuat dan memberi bogem mentah kepada Ezra dan membuat bibir Ezra berdarah.


"Dari tadi kayak gini kan enak!" ucap Ezra membalas pukulan Rey. Mereka saling membalas. Kenzo berusaha memisahkan mereka tapi malah dia yang kena pukulan mereka.


"Stop!" teriak Elioz. Mereka berdua berhenti dan membersihkan pakaian mereka.


"Kalian anak-anak apa udah dewasa hah? masih aja nyelesaiin masalah pakai kekerasan!" ucap Elioz. Rey menatap Elioz seakan ia ingin membunuh Elioz dengan sadis.


"Ni anak, datang-datang langsung nonjok gua!" ucap Ezra.


"Lu yang yang ganggu istri gua!" ucap Rey tak mau kalah.


"Tadi gua ada meeting di sini." jawab Rey.


"Zo, usir aja ni orang. Udah di kasih berlian malah di buang. Mending kasih ke gua." ucap Ezra.


"Kasih ke Lu? jangan mimpi!" ucap Rey dengan senyum sinisnya.


"Woi tenang dulu. Duduk dulu napa, biar tenang, adem kan enak ngomong jadinya." ucap Elioz. "Kaga kasian sama Kenzo noh yang tadi kalian pukulin?" tanya Elioz.


"Gak." jawab mereka berdua serentak.


Teganya anda pak bos. batin Kenzo.

__ADS_1


Mereka pun duduk dan membicarakannya secar baik-baik.


"Nah gini kan enak. Sekarang gua tanya sama kalian berdua, ada kaga faedahnya berantem kayak tadi?" tanya Elioz. Mereka berdua menggeleng. Ezra dan Rey seperti di tangkap basah oleh guru BK karna ketauan bertengkar.


"Gua mau Bulan balik sama gua ke indonesia." ucap Rey.


"Eh enak di lu ferguso. Bulan aja gak mau natap lu. Peka napa lu!" ucap Ezra.


"Bisa diam gak?" tanya Rey dingin. Rey menatap Bulan.


"Bulan, kamu mau balik sama kakak kan?" tanya Rey.


"Kalau Bulan gak mau?" tanya Bulan


"Noh, dia nolak lu." ucap Ezra. Rey menatap sinis Ezra.


"Kakak bakalan usaha untuk buat kamu kembali sama kakak." ucap Rey.


"Silahkan, Bulan mau pulang!" ucap Bulan


"Nah bicarakan baek-baek ya. Gua mau ngantar ade gua balik. Bye!" ucap Elioz.


"Yo, Eliozo. Lu ninggalin gua sama bedebah ni? Akal lu kurang, Zo!" ucap Ezra tapi Elioz pura-pura tidak mendengarnya.


"Woi Zo, gua doain budeg lu!" ucap Ezra tapi tak di ubris oleh Elioz. Ezra menatap Rey sinis.


"Dari pada gua sama lu, mending gua balik!" ucap Ezra langsung pergi dari sana.


Liat aja lu Ezra gua pasti bakalan menangin hatinya Bulan. batin Rey.

__ADS_1


•••Bersambung...


Wah, ads perjuangan dari Rey ni. Bulan msu balikan lagi apa gak ya sama Rey? Mari kita tunggu aja yaa 😂


__ADS_2