Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Mall #5


__ADS_3

Dia membuatku sedikit takut." desis Ally setelah keluar dari toko Madam.


Jonah menanggapinya dengan tawa. "Madam memang seperti itu, dia orang yang bersemangat. Jika tidak mengenalnya memang dia terlihat angkuh, tapi jika dia menyukaimu itu akan berbeda lagi ceritanya. Dia sangat enerjik, bukan?"


"Tapi... apa tidak apa-apa aku menerima hadiah darinya ini?" tanya Ally menatap sebuah paper bag besar berisikan tas pemberian Madam.


"Tak apa. Dia itu sangat kaya, harga segitu tak ada apa-apanya baginya." balas Jonah terkekeh.


Ally mengangguk paham. Tapi tetap saja perasaan tak enak masih menyelimutinya.


"Kau mau apa lagi?" tanya Jonah.


"Tidak, tidak ada. Sudah cukup. Lebih baik kita segera membeli bahan makanan lalu pulang, aku sudah lelah." ujar Ally menghela napasnya.


"Apa menurutmu kita perlu beli perlengkapan bayi?"


"Hah?!" Ally terkejut mendengar usulan Jonah. "Kau gila, ya? untuk apa? kita bahkan tak punya bayi."

__ADS_1


"Tapi kita akan membuatnya nanti, bukan?"


"Ya, nanti! tiga tahun lagi, jika kita membelinya sekarang maka nanti barang-barangnya akan berkarat." protes Ally.


"Untuk jaga-jaga saja. Siapa tahu jika bulan depan kau sudah hamil." ucap Jonah menatap Ally dengan smirk andalannya.


"Sudahlah! aku malas berbicara denganmu." Ally melepas pegangan tangannya dan berjalan mendahului Jonah.


"Hey, jika ingin membeli bahan makan buka lewat situ," Jonah mengejar dan menangkap lengan Ally lagi. "Sebelah sini." Ia mengarahkan.


Jonah menarik tangan Ally, gadis itu mengikutinya. Mereka menaiki tangga eskalator lagi untuk naik ke lantai berikutnya. Tempat penjualan bahan pangan memang disini tempatnya.


"Beli seadanya saja. Jika habis nanti kita bisa membelinya kapanpun." ingat Jonah.


"Ya, ya, ya." Ally segera berlari kecil meninggalkan jonah dan menuju ke arah kumpulan troli lalu mengambil salah satunya. Setelah itu ia segera menelusuri lorong-lorong diantara rak yang ada.


Jonah menghampirinya setengah berlari. "Ya! jangan jauh-jauh dariku, nanti kau hilang lagi!"

__ADS_1


Ally tak menghiraukannya. Ia sibuk melihat ke kiri dan kanan memperhatikan apa saja yang ada disana. Semuanya begitu lengkap, bahkan barang yang Ally susah dapatkan di kota asalnya pun sangat mudah dicari disini.


Baik Ally maupun Jonah, mereka mengambil lalu meletakkan barang yang mereka inginkan di troli. Keduanya terlihat kompak jika sedang berada dalam mode damai.


"Apalagi yang kurang?" tanya Jonah memastikan.


Ally melirik barang belanjaan yang bertumpuk di troli. "Sayur ada, buah juga sudah," Ally mengobrak-abrik isi troli tersebut demi melihat barang yang tertumpuk dibawahnya. "sisanya... ini, itu, em... ah ini juga sudah ada, dan... ah juga ada. Kurasa cukup."


"Baiklah kalau begitu mari kita ke kasir." Jonah mengambil alih troli yang semenjak tadi Ally pegang. Ia mendorongnya menuju kasir. Setelah melakukan pembayaran, keduanya berjalan sambil mendorong troli yang berisi tiga kantong kertas belanjaan itu menuju parkiran.


Jonah memasukkan semua barang belanjaan di kursi penumpang lalu tak lupa memarkirkan troli di tempat khusus samping parkiran mobil.


Kemudian ia menyusul Ally yang sudah masuk mobil terlebih dahulu. Ia mengencangkan sabuk pengaman sembari bertanya. "Apa kau lapar?"


"Hm... sedikit." sahut Ally.


"Baiklah kalau begitu kita akan mampir ke restoran dulu."

__ADS_1


"Hm." sahut Ally singkat.


__ADS_2