Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Pertemuan #2


__ADS_3

Rey pun menghampiri Ayahnya yang sedang menonton perdebatan antara Ayah dan Anak.


"Cukup!" ucap Rey untuk menghentikan Elang dan Zyan.


"Yah, Rey jangan di ganggu seru ni!" ucap Reano.


"Jangan buat malu di bandara!" ucap Rey dingin.


"Re, anak lu? dingin bat kayak es balok!" ucap Arzi.


"Ntah dapat dari mana dia sifat kayak gitu." ucap Reano.


"Ciko sama Arumi mana? Anak mereka kembar kan? udah lama gak ketemu si kembar!" ucap Arzi.


"Tau tu lama banget!" ucap Zyan.


"Rey, kenalan dulu sama om Arzi!" ucap Reano.  Rey pun menyalimi Arzi.


"Reyhan Austin Anggara, Panggil Rey!" ucap Rey dingin.


"Hai kakak ku sayangg!" ucap Risa sambil melompat kedalam pelukan Rey.


"Jangan kayak anak kecil." ucap Rey. Risa yang mendengar suara kakaknya itu mendadak ketakutan. Ia hanya ingin kakaknya yang dingin seperti es balok menjadi hangat.


"Nah ini Clarissa!" ucap Reano. Risa pun menyalimi Arzi.


"Clarissa om. Panggil aja Risa!" ucap Risa.

__ADS_1


"Risaa!" panggil Stella.


"Nah tu si kembar!" ucap Reano. "Ciko!" panggil Reano. Ciko pun menghampiri Reano.


"Gak gabung sama cewe-cewe?" tanya Ciko.


"Lu aja sana gih!" ucap Reano


"Ogah gua!" ucap Ciko.


"Cewe-cewe balik tu. Yok kita balik juga!" ucap Zyan. Mereka pun mengangguk.


"Jangan lupa datang ke acara Rey nanti malam jam 7. Si balok es akan diangkat menjadi Presdir!" ucap Reano.


"Yeah makan-makan!" ucap Elang dan Zyan bersamaan. "Kamu memang anak Papa!" ucap Zyan memberantakkan rambut Elang.


Pukul 7 Malam. Para tamu undangan sudah hadir di pesta penaikan jabatan Rey. Semua wanita menantikan momen ini. Rey termasuk dalam jajaran cowo yang di incar setiap wanita, begitu pun dengan Leon, Elang dan Vano. Hanya Elang dan Vano lah yang memiliki banyak wanita, sedangkan Rey dan Leon hanya fokus pada karirnya. Mereka tidak mau menikah muda seperti Ayah dan Ibu mereka.


Rey pun naik ke atas panggung untuk mengatakan kata sambutan. Semua mata melihat kearahnya.


"Assalamualaikum semuanya. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan para sahabat saya. Berkat semangat mereka saya bisa naik menjadi Presiden Direktur Anggara Corp. Untuk karyawan Anggara Corp mohon kerja samanya dengan saya. Terima kasih!" ucap Rey. Rey pun mendapatkan tepukan dari semua tamu undangan. Rey turun dengan gagahnya. Reano pun naik untuk menyampaikan kata sambutannya. Setelah menyampaikan kata sambutannya, Reano pun turun semua tamu di persilahkan makan.


"Wah anak Ayah hebat sekali. Ayah bangga sama kamu Rey!" ucap Reano menepuk bahu anak sulungnya itu. Rey hanya tersenyum tipis kepada Ayahnya.


"Aku yakin, dia sangat di takuti di Anggara Corp karna sifatnya yang kelewatan dingin!" ucap Elang.


"Aku juga setuju sama kak Elang!" ucap Risa. Rey hanya menganggap semua perkataan mereka hanya angin lalu. Ia terus fokus ke handponenya seperti menunggu seseorang.

__ADS_1


'Kemana kamu?' Batin Rey sambil menatap nanar foto seseorang di handponenya.


"Kak senyap aja. Lagi ngapain?" tanya Risa. Dengan cepat Rey mematikan Handponenya.


"Ga ada" ucap Rey dingin. Risa pun mengangkat kedua bahunya mempertandakam ia tidak tau apa yang dilakukan oleh kakaknya.


•••


Bulan sedang berjalan mencari makanan. Tiba-tiba ada yang menabraknya.


"Maafkan aku!" ucap pria itu. Pria itu pun membatu Bulan untuk berdiri.


"Ada yang sakit?" tanya Pria itu.


"Tidak" jawab Bulan.


"Bagaimana kalau kita berkenalan. Aku Stevano Adryansyah Bagaskara. Panggil saja Vano. Sekali lagi aku minta maaf!" ucap Vano.


"Tidak apa-apa. Aku Bulan Verissa Zaynco, panggil saja Bulan" ucap Bulan.


"Mau aku antarkan ke tempat duduk mu. Aku masih merasa bersalah!" ucap Vano.


"Baiklah!" ucap Bulan. Mereka pun berjalan bersama sampai ke tempat duduk Bulan tadi.


•••Bersambung...


Maaf sedikit. Nanti author up lagi ya. Jangan lupa dukungannya untuk author selalu mengalir😆

__ADS_1


__ADS_2