Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Kerumah Ayumi


__ADS_3

Setelah makan, mereka pun pulang kerumah. Elioz selalu mendengarkan cerita adiknya dan tak sedikit pula ia merensponnya. Ia sangat khawatir dengan adiknya. Ia takut Rey melakukan hal yang sangat tidak pantas di terima Bulan.


"Sudah sampai tuan putri!" ucap Elioz sambil membukakan pintu mobil untuk Bulan.


"Terima kasih yang mulia pangeran!" ucap Bulan. Elioz pun tersenyum. Mereka pun masuk kedalam Rumah. Eliza, Katya dan Arzi terkejut dengan kedatangan Bulan bersama Elioz.


"Bulan, sayang. Kamu kenapa datang sama kakak kamu. Rey mana?" tanya Katya.


"Kalian ada masalah?" tanya Arzi.


"Mommy!!" ucap Bulan langsung memeluk Katya. Elioz mengisyaratkan kepada Eliza dan Arzi untuk membiarkan mereka berdua saja. Eliza dan Arzi pun mengerti. Mereka bertiga pergi meninggalkan Bulan dan Katya.


"Kenapa nangi sayang? cerita sama Mommy!" ucap Katya.


"Tapi janji dulu Mommy jangan marah!" ucap Bulan.


"Tegantung masalah kamu apa. Kalau itu karna seseorang Mommy bakalan marah sama dia." ucap Katya.


"Janji dulu Mom. Atau Bulan gak bakalan cerita!" ucap Bulan


"Oke-oke iya!" ucap Katya. Bulan pun menceritakan semuanya dengan pelan dan lembut agar Katya tidak marah dan mengamuk.


"Apa?! Gila apa Rey itu? Terus Bunda sama Ayah Rey gak ngelakuin apa pun?!" tanya Katya.


"Bulan belum selesai Bun. Mereka ngebela Bulan kok. Sampai Bunda Mita nampar Kak Rey kuat dan Ayah Reano mukul Kak Rey. Bulan jadi merasa bersalah Mom!" ucap Bulan.


"Ayumi harus tau tentang ini!" ucap Katya. Langsung pergi tanpa mendengarkan perkataan Bulan. Katya pergi ke rumah Ayumi. Di pintu masuk, Katya bertemu Mita.


"Mita?" ucap Katya.


"Katya? lo ngapain kesini?" tanya Mita.


"Sama kayak masalah lo!" ucap Katya.

__ADS_1


"Maafin anak gue ya. Gue merasa bersalah banget sama lo dan Bulan!" ucap Mita.


"Itu nanti aja Mit. Sekarang kita selesaikan ini dengan Ayumi karna dia juga terlibat!" ucap Katya. Mita pun mengangguk. Mereka langsung masuk ke rumah Ayumi tanpa permis.


"Katya, Mita. Tumben kalian kesini?" tanya Ayumi.


"Yum, apa lo gak tau apa yang di lakukan anak lo Ruby?" tanya Mita.


"Apa yang di lakukan Ruby tante?" tanya Revan.


"Dia nuduh Rey menghamili dia!" ucap Mita.


"Dia juga buat Bulan di pergi dari keluarga Anggara!" lanjut Mita.


"Apa?!" ucap Ayumi kaget. "Sumpah aku gak tau apa-apa karna Ruby tinggal sama Kevin. Sejak aku cerai sama Kevin, Ruby lebih milih tinggal sama Kevin dari pada aku!" ucap Ayumi.


"Pasti Kevun juga tau ini semua!" ucap Mita.


"Revan!" panggil Ayumi.


"Revan kamu mau kemana nak?!" tanya Ayumi lagi, tapi Revan tidak mendengarnya. Revan berusaha pergi menemui adiknya, Ruby. Ruby sudah sangat menyusahkan orang-orang di sekitarnya.


Ruby kamu mengecewakan kakak lagi. Kali ini kakak gak maafin kamu! batin Revan.


Saat ditengah jalan, Revan berhenti. Ia tidak tau di mana rumah Kevin dan Ruby saat ini.


Agh sial, aku tidak tau rumah mereka! batin Revan. Revan pun mencoba menghubungi Ruby.


Kenapa tidak diangkat? batin Revan.


"Tolongg!" teriak seorang wanita.


Siapa tu? batin Revan. Revan pun mencari-cari asal suara itu. Saat menemukannya, Revan langsung keluar dari mobilnya dan mneghajar para pria yang ingin melecehkan wanita itu.

__ADS_1


"Jangan ikut campur lu!" ucap preman itu.


"Saya tidak akan ikut campur jika kalian tidak melecehkan dia!" ucap Revan.


"Siapa lu?!" tanya preman satu lagi.


"Saya Suaminya!" ucap Revan tanpa berpikir dulu.


"Untung ada suami lu. Kalau gak, kita nikmatin lu!" ucap preman itu langsung pergo dengan perut dan wajah yang sakit akibat pukulan Revan.


"Kamu gak apa?" tanya Revan.


"Gak apa kak. Makasih ya udah nyelamatin aku!" ucap perempuan itu.


"Jangan jalan sendirian di tempat sepi. Aku antar kamu pulang!" ucap Revan. Perempuan itu pun mengangguk.


"Kak kita belum kenalan! Aku Elizabeth panggil aja Eliza umur aku 19 tahun." ucap perempuan itu.


"Oh ya. Aku Revano, panggil aja Revan!" ucap Revan membalas uluran tangan Eliza.


"Aku panggil kak Revan ya. Soalnya kakak mungkin seumuran sama kakak Eliza!" ucap Eliza senang.


"Oh ya? umur aku 23 tahun." ucap Revan.


"Oh kakak aku 25 kak." jawab Eliza.


"Yaudah kakak antar pulang ya!" ucap Revan. Eliza pun mengangguk.


•••Bersambung...


Hayoo, kalian pilih Eliza dengan Revan atau Vina dengan Revan?


Jangan lupa dukungan author. Hari ini udah 3 bab lo. Bagi author ini crazy up. Nanti sore Insyaallah author up 2 bab lagi biar jadi crazy up 😉

__ADS_1


__ADS_2