Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Rumah Sakit


__ADS_3

30 Menit kemudian Reano dan yang lainnya sampai di rumah sakit. Reano langsung dinaikkan ke ranjang berjalan milik rumah sakit. Ia langsung memasuki ruang operasi yang di dalamnya sudah ada Arumi dan 2 dokter lainnya serta perawat yang sudah siap membantu ketiga dokter itu.


"Om, percaya sama Arumi. Arumi akan berusaha untuk selamatin Reano!" ucap Arumi sambil menatap Bima.


"Om percaya sama kamu Rum!" ucap Bima. Arumi pun mengangguk dan masuk kedalam ruangan operasi.


Mita menangis sejadi-jadinya.


"Mita, kamu sabar. Kasian cucu papa kalau kamu nangis terus. Kamu jangan nangis terus ya!" ucap Diaz.


"Reano pa. Mita takut Reano kenapa-napa hiks." ucap Mita menangis.


"Sabar sayang. Kalau kamu kayak gini, Reano juga sedih. Di sini bukan kamu aja yang sedih, Papi dan juga Papa kamu sedih melihat Reano seperti ini. Jadi kamu tenang ya. Pikirin anak kamu!" ucap Bima. Mita pun berhenti menangis. Tak lama datangnya Nino, Becca, Sinta dan Reni. Sinta, Reni dan Becca langsung duduk di samping Mita dan menenangkannya.


"Nino menurut kamu siapa pelakunya?" tanya Bima.


"Kalau menurut Nino Pi, Sepertinya kejadian ini ada sangkut pautnya dengan Kevin!" ucap Nino.


"Kakak ku?" tanya Ciko. "Aku setuju dengan mu. Kakak ku orangnya pedendam. Ia tidak akan segan-segan untuk menyakiti orang yang menghancurkan kebahagiannya!" ucap Ciko.


"Tapi bukan kita yang nabrak orang tuamu sampai meninggal di tempat!" ucap Bima.


"Ciko tau kok om. Ciko juga tau itu perbuatan keluarga Zaynco. Ciko tau semuanya. Makanya Ciko mau keluar dari keluarga itu, tapi Ciko gak bisa. Ciko takut keluarga Arlata akan hancur di tangan kak Kevin!" jelas Ciko.


"Iya, Kita bakalan bantu kamu untuk menjauhkan keluarga Arlata dari kakak kamu yang pedendam dan egois!" ucap Nino.

__ADS_1


"Aku akan mendekati kakakku dan mencari tau kebenarannya!" ucap Ciko.


"Jangan, itu berbahaya. Kita semua gak mau kamu terjebak oleh kakakmu lagi!" ucap Diaz.


"Jadi bagaimana?" tanya Ciko.


"Kita akan pikirkan. Tapi om yakin, ini ulah kakak kamu. Dia sangat benci sama anak om!" ucap Bima. Ciko, Nino dan Diaz pun mengangguk setuju.


2 jam kemudian, Arumi keluar dari ruangan operasi Reano.


"Bagaimana?" tanya Mita. Arumi hanya bisa diam.


"Rum, jawab aku!" ucap Mita.


"Apa?!" ucap Mita kaget. Kakinya langsung lemas. Ia terduduk di lantai dan menangis. Arumi langsung berjongkok dan memberi pengertian kepada Mita.


"Mita, jangan seperti ini. Ini gak bagus buat bayi kamu. Percaya sama aku, kalau kamu selalu berada di samping Reano, dia pasti akan bangun!" ucap Arumi.


"Jangan berbohong padaku!" ucap Mita.


"Aku gak bohong Mita! Ajak dia berbicara. Keluarkan semua keluh kesah mu. Walau dia tidak merespon tapi dia mendengarkan dan akan berusaha untuk bangun." ucap Arumi.


"Dimana Reano?" tanya Mita langsung berdiri.


"Dia sedang di pindahkan ke ruang rawat. Akan aku antarkan kamu keruang rawatnya!" ucap Arumi. Mita langsung memeluk Arumi dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Mita.


"Jangan berterima kasih kepada ku. Berterima kasihlah kepada Allah. Ia menolong Reano melalui kami semua!" ucap Arumi tersenyum manis. Mita pun kembali tersenyum.


Mita pun pergi keruangan Reano yang di tunjukkan oleh Arumi tadi. Ia masuk keruangan Reano san duduk dia sebelah ranjang Reano. Ia memegang tangan Reano dan meletakkan tangan Reano di perutnya.


"Re bangun ya. Kamu gak kasian sama anak kamu. Nanti kalau dia lahir tanpa kamu gimana? Nanti dia sedih nyariin kamu. Jadi kamu harus bangun!" ucap Mita berusaha untuk menahan tangisnya. Sinta, Reni, Diaz, Bima, Ciko, Arumi, Nino dan Becca terharu melihat Mita yang gigih berbicara kepada Reano walau tidak di respon oleh Reano.


"Re, kamu tau gak. Waktu kita SD, kamu selalu ganggu aku. Kadang dingin, kadang jail. Makanya aku benci sama kamu dan berusaha melupakan mu. Tapi kenapa kita selalu bertemu walau tidak sekelas. Kamu tau gak, Waktu SMP aku udah berharap agar kamu gak satu sekolah sama aku. Tapi kamu bukan hanya satu sekolah sama aku, kamu juga satu kelas sama aku." ucap Mita. Ia sudah tidak dapat lagi menahan air matanya.


"Re, aku yang menyembunyikan buku Pekerjaan rumah bahasa indonesia mu. Aku berharap kamu yang dihukum, tapi malah aku yang kena hukum karna ketauan menyembunyikan buku mu. Bukan kah kamu mau marah kepada ku? Bangun sekarang dan marah padaku. Cepat lakukan!" ucap Mita. Air matanya semakin deras bak air sungai yang berarus. Mita tidak dapat lagi berkata-kata. Ia hanya menangis dalam diam. Ia tak mau Reano mendengarkannya menangis.


"Re bangun. Kamu gak mau mengusap perut ku? Reano junior kangen Ayahnya. Re bangun dong, jangan hukum aku kayak gini. Emang aku banyak salah sama kamu dulu. Sering ngerjain kamu juga. Tapi jangan hukum aku kayak gini Re. Plis bangun Re, bangunn!" ucap Mita terisak.


"Jangan hukum aku kayak gini Re." ucap Mita sambil mengelus tangan Reano. Ia menundukkan kepalanya dan menangis. Ia tidak kuat lagi untu berkata apa-apa. Ia sudah tidak kuat.


"Reano bangun." ucap Mita lirih.


•••Bersambung...


Nah udah author ganti ni buat episode kemarin. Satu episode lagi, cerita ini bakalan berakhir. Kalian mau lanjut Season 2 atau berhenti sampai sini?


Author minta pendapat aja. Kalau mau lanjut Season dua, kalian comment aja. Season 2 bakalan berisi cerita tentang Anak-anak mereka semua, yang pastinya gak kalah menarik dari cerita orang tua mereka 😊


Jangan lupa Comment ya semuanya 😁

__ADS_1


__ADS_2