
"Di sini Leon hanya menyampaikan kebenaran yaitu Anak yang di kandung Bulan adalah anak dari Reyhan Austin Anggara. Anak kandung Reyhan Anggara dan cucu kandung Reano dan Mita Anggara!" ucap Leon.
"Apa?!" ucap mereka semua serentak.
"Jangan ngadi-ngadi lu Yon. Bukannya itu anak lu?" tanya Elang.
"Gak percaya? Ryan tolong!" ucap Leon. Ryan pun menyambungkan laptop Leon dengan layar proyektor agar lebih besar dan bisa di lihat semua orang. Ryan pun mengarahkan layar protektor itu kepada kain putih yang di gantung di dinding.
"Silahkan lihat rekaman cctvnya!" ucap Leon.
Flasback On 🍃
"Tolongg!" teriak seorang wanita dari dalam salah satu kamar. Leon yang sedang melewati kamar yang paling keras suara minta tolong pun langsung mendobraknya. Leon langsung menghabisi laki-laki itu dan membawa seorang wanita keluar dari kamar itu. Wanita itu ternyata Bulan.
"Terima kasih!" ucap Bulan sambil memeluk Leon. Leon pun tersenyum dan menyikut punggung Bulan sampai ia pingsan. Leon pun menambahkan dosis obat bius Bulan dengan cara membungkam mulut dan hidung Bulan dengan sapu tangan yang sudah ia letakkan obat bius. Leon tau bahwa efek obat bius yang di berikan pria itu sudah hampir habis, sebab itu lah dia menambahkan dosisnya. Ia pun menggendong Bulan dan berjalan menuju sebuah kamar yang di ketahui adalah kamar dari Rey. Leon pun memasuki kamar itu lalu membaringkan Bulan.
Setelah membaringkan Bulan, ia pun pergi. Saat menutup pintu, ia melihat Rey yang akan masuk ke kamarnya.
"Ngapain kau?" tanya Rey.
"Gak ada, aku cuman pengen pinjam charger!" ucap Leon kemudian pergi. Rey pun mengangguk percaya lalu memasuki kamar itu.
Flasback Off 🍃
Semua orang shock melihat itu, terlebih lagi Rey.
"Maaf Rey, aku sengaja meletakkan Bulan di kamar mu dan membuat Ruby masuk ke kamar orang lain pada malam itu. Ruby memasukkan obat perangsang di minuman Rey dan berniat untuk menyetubuhi Rey. Mendengar rencana Ruby, aku berusaha cari cara agar Ruby tidak bisa mendapatkan mu. Dan aku bertemu Bulan. Mau tak mau aku harus merelakan dia demi kau." jelas Leon.
__ADS_1
Tangan Rey sudah terkepal kuat, siap untuk memberi bogem mentah kepada Leon.
"Brengsek!" teriak Rey sambil berlari dan menghadiahkan Leon bogem mentahnya. Reano dan Nino pun berusaha melerai mereka.
"Kenapa kau rahasiakan semuanya! Dasar brengsek!" teriak Rey. Rey sedang di dalam pengendalian Ayahnya yang menahan Rey dengan tangannya. Leon pun berdiri di bantu dengan Nino.
"Karna kau merusak Berlian seperti Bulan dan mengutip Emas karatan seperti Ruby. Kau tidak berpikir bagaimana perasaannya? Kau Egois Rey, sebab itu lah aku akan selalu menjadi kakak mu walau kau tua dua bulan dari pada aku!" ucap Leon.
"Kau yang Egois! Kau tidak memberitahuku lebih awal! kakak macam apa kau hah?! Dimana-mana aku lebih tua dari mu walau hanya dua bulan. Kau paham itu!" teriak Rey marah.
"Tidak berguna kau marah-marah sekarang Rey karna kau tidak akan pernah bersatu dengan Bulan! Kau tidak akan pernah menemukan Bulan kau tau Itu?!" teriak Leon. Rey terdiam.
"Kau tau? dia akan bersembunyi dari mu karna dia membenci mu Reyhan Anggara!" tekan Leon. "Tidak berguna kau menyesal sekarang, karna semuanya telah terlambat, akan ada laki-laki yang mengisi hatinya dan pastinya laki-laki itu lebih baik dari pada mu!" ucap Leon berbohong. Rey menatap Leon tajam.
"Jangan coba-coba mempermainkan seorang Reyhan Anggara, Leon Gerdion!" teriak Rey.
Reano menyeret tubuh anaknya yang berada di tangannya itu untuk duduk. Rey hanya melemaskan tubuhnya, sedangkan Leon tersenyum dengan liciknya.
"Oke sekarang giliran Elioz. Silahkan Eliozo Zaynco." ucap Leon mengangguk. Elioz tersenyum kepada Leon.
"Perkenalkan dia adalah Gilang Darreno Arlata." ucap Elioz menunjuk kearah Gilang. "Dan dia Galang Alzeon Diano, atau nama palsunya adalah Bryan yang biasa di panggil Ryan!" ucap Elioz.
Mereka semua terkejut, terlebih lagi Risa, Dave dan Cika. Sementara Rey masih terdiam dan terfokus dengan dunianya sendiri.
"Galang Alzeon Diano?" tanya Ryan. Elioz mengangguk.
Tiba-tiba kepala Ryan sakit seperti di tusuk dengan ribuan jarum.
__ADS_1
"Arghhh!" teriak Ryan. Mereka pun mendekati Ryan.
"Galang, galang!" teriak Risa.
"Menjauh dari ku!" teriak Ryan. "Arghhh!" teriakan Ryan semakin kuat karna kepalanya semakin sakit. Tak lama kemudian ia pingsan di tempat. Semua orang langsung bergerak cepat dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan Rey? masih terdiam, sekuat-kuatnya teriakan Ryan, tak akan menghancurkan lamunan Rey yang sangat merasa bersalah.
Rey pun tak perduli dengan apa yang terjadi di depannya. Ia mengambil handponenya dan menghubungi Kenzo.
"Pesankan aku tiket pesawat untuk ke London." ucap Rey.
"........"
"Sudah kau chek dengan benar? masa gak ada untuk siang ini!" ucap Rey kesal.
"........"
"Besok? Baiklah!" ucap Rey mematikan handponenya lalu membantingnya hingga handpone mahal berkamera tiga, berwarna hitam, dan bermerk apel di gigit setegah pengeluaran terbaru itu langsung retak. Iphone 12 pengeluaran terbaru langsung hancur di tangan Rey. Ia membantingnya kuat ke lantai hingga mati total. Bagi Rey, itu tidak masalah ia bisa membeli baru lagi, bahkan ia bisa membelinya sepuluh buah lagi.
Ia hanya sedang frustasi dengan keadaannya sekarang. Kenapa karma yang ia dapat lebih kejam dari pada perbuatannya kepada Bulan? Rey tak menyangka ini akan menyangkut darah dagingnya. Ia terlalu bodoh karna tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Rey mengambil handpone tak bersalah yang sudah retak itu dan meremasnya kuat.
"Bodoh!" teriak Rey kembali melempar handpone tak bersalah itu sampai terbelah dua.
•••Bersambung...
Author sekeluarga mengatakan Mampus terima Karma kepada Reyhan Austin Anggara yang pintarnya kelewat batas.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan buat author ngalir terus ya agar author lebih semangat nulisnya 😆