Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Reyhan Austin Anggara


__ADS_3

Katya, Arzi, Zyan, Verly, Dave, dan Cika sudah datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Reano.


"Sabar ya Mit, Reano pasti bangun kok. Jangan sedih terus ya, gak baik buat ponakan gue." ucap Verly.


"Gue masih takut sama Reano Ver!" ucap Mita.


"Mita, coba tenang dulu. Kasian kan bayi lo stress nanti!" ucap Katya.


"Tapi Reano Katt!" ucap Mita terisak.


"Udah-udah sabar. Mending sekarang lo makan dulu deh." ucap Verly.


"Aku mau makan sama Reano!" ucap Mita menolak.


"Mita, anak lo mau makan juga. Kasian kan anak lo gak di kasih makan!" ucap Katya.


"Mit, makan lah kasian Reano!" ucap Arzi. Dave dan Cika hanya diam melihat mereka.


"Liam mana?" tanya Zyan.


"Ga tau." jawab Arzi.


"Zi cari yok. Dave lu ikut juga, Cika lu juga!" ucap Zyan.


"Kok gue ikut juga? gak lah!" ucap Cika.


"Cik, apa salahnya lu ikut!" ucap Ciko. "Gua ikut juga biarin aja Arumi, Katya sama Verly nemanin Mita di sini." ucap Ciko. Mereka pun mengangguk.


"Gak usah ngatur gue deh Ko!" ucap Cika.


"Cika, lu ade gua. Jadi gua berhak ngatur lu. Udah gak usah ajak ribut!" ucap Ciko langsung menarik Cika.


"Tapi lo hanya lahir 7 menit lebih dulu dari gue!" ucap Cika. Ciko hanya diam saja.


"Yok kita ke kantin. Di sana lo bisa makan!" ucap Verly.


"Tapi Reano.. " Arumi langsung memotong kalimat Mita.


"Mita, Reano itu koma. Kemungkinan besar dia gak akan bangun sampai besok. Setidaknya kasihani bayi kamu ya!" ucap Arumi. Mita pun tertengun. Mita langsung mengangguk, setuju untuk makan.


•••


"Dave gimana lu bisa tahan sama nenek lampir itu?" tanya Zyan.


"Gua jarang di rumah. Ogah gua dengarin cerepetan nenek lampir!" ucap Dave.


"Gua salut sama Ciko. Bisa-bisanya dia tahan sama julitan si Cika!" ucap Arzi.


"Iya, lagian mana ada model julit kaya dia!" ucap Zyan.


"Au ah, males gua!" ucap Dave.


"Lagian napa lu nikahin tu nenek lampir?" tanya Zyan.

__ADS_1


"Dari pada harta warisan gua di cabut. Mending gua nikah ama nenek lampir!" ucap Dave.


"Salut gua sama lu, tahan sama nenek lampir!" ucap Zyan.


••••


4 Bulan kemudian...


"Verr! Katt!!" teriak Mita. Verly dan katya pun menghampiri Mita.


"Kenapa Mit?" tanya Katya.


"Perut gue sakit. Kayaknya gue mau melahirkan!" ucap Mita. Katya dan Verly pun panik. Mereka memanggil suster dan dokter. Kebetulan sekali mereka sedang menjenguk Reano yang kata Arumi ada perkembangan setelah 4 bulan ini.


Suster dan Dokter pun langsung menghampiri mereka. Suster langsung membantu Mita untuk duduk di kursi roda dan membawanya keruang bersalin. Tak lupa Verly dan Katya menelpon keluarga Mita dan Reano serta para suami mereka.


Tak lama mereka semua pun datang.


"Ada apa dengan Mita? Dian gak apa-apa kan Verly?" tanya Reni.


"Mita mau melahirkan Tan, jadi kita bantu doa aja ya!" jawab Verly.


30 menit kemudian..


"Owekkk, owekk"


"Alhamdulillah!" ucap mereka semua. Mereka pun di perbolehkan masuk dan melihat Mita.


"Gantengnya. Kecil-kecil udah ganteng, apa lagi besar besok ya. Fiks dia calon mantu gue!" ucap Katya.


"Eits belum tentu. Dia calon mantu gue!" ucap Verly. Arumi datang keruangan Mita dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Ada apa Rum?" tanya Mita.


"Reano hah hah!" ucap Arumi dengan napas tersengal-sengal.


"Kenapa?!" tanya Mita.


"Drop!" ucap Arumi. Mereka semua pun langsung panik. Mita langsung naik ke kursi rodanya. Mereka langsung keruangan Reano.


"Bagaimana?" tanya Arumi ke salah satu dokter. Dokter itu pun menggeleng. Arumi langsung masuk dan mengecheknya sendiri.


"Gimana Reano Rum?" tanya Mita.


"Maaf ya." ucap Arumi murung. Mita pun menggeleng kuat. Ia meminta Katya untuk mendorong kursi rodanya. Ia sengaja membawa bayinya agar Reano juga melihatnya.


"Reee. Jangan tinggalin akuu!" ucap Mita menangis.


"Lihat ini. Bayi kita belum kamu kasih nama. Kamu mau ngasih dia nama kan? kasih sekarang Ree! Dia belum kamu azanin! Siapa yang mau azanin dia?!" ucap Mita menangis. Bayi di gendongan Mita pun ikut menangis.


•••


"Dimana aku?" ucap Reano.

__ADS_1


"Reano lihat ini. Ini bayi kita! dia mirip sekali dengan mu!" ucap Mita. Reano pun mendekat tapi Mita semakin menjauh.


"Mita!" teriak Reano.


"Ayo Re, kesini dan lihat dia. Dia sangat mirip dengan mu!" ucap Mita. Reano pun berlari mengejar Mita.


"Mita tunggu aku!! Aku ingin melihatnya juga!" teriak Reano.


"Ayo Re, cepat!" ucap Mita.


•••


"Re bangun dong hiks!" ucap Mita. "Sayang diam dulu ya, kenapa kamu rewel sekali?" ucap Mita kepada bayinya itu.


Tit.. Tit.. Tit..


Suara pendeteksi jantung Reano membuat Mita kaget.


"DOKTER!" teriak Mita. Para dokter langsung berdatangan dan mengechek kondisi Reano.


"Alhamdulillah!" ucap Arumi.


"Gimana Rum?" tanya Mita


"Reano udah balik lagi sama kita. Kondisi dia sudah kembali normal lagi!" ucap Arumi. Mita langsung menangis bahagia dan memeluk anaknya.


Semua dokter pun meninggalkan Mita dan anaknya sendiri bersama Reano. Tak lama Reano sadar.


"Mita, Mit." panggil Reano lemah. Mita langsung melihat Reano.


"Reano!" ucap Mita menangis.


"Jangan nangis dong. Itu anak kita?" tanya Reano sambil melihat kearah bayi yang di gendong oleh Mita.


"Iya, aku belum kasih dia nama dan kamu belum azanin dia!" ucap Mita


"Bawa ke sini. Aku akan mengazaninya!" ucap Reano. Mita pun membaringkan bayi itu di samping Reano. Reano pun mengazankan bayi itu di telinganya.


"Aku yang akan memberinya nama!" ucap Reano.


"Baiklah!" ucap Mita. Reano pun melihat Mita dan anaknya itu.


"Namanya adalah Reyhan Austin Anggara!" ucap Reano.


"Bagus sekali!" ucap Mita.


"Panggilannya Rey!" ucap Reano. Mita pun tersenyum.


"Welcome the world baby Rey sayang!" ucap Mita. Mita pun memeluk Reano dan Baby Rey.


•••Season 1 Selesai...


Oke season 1 udah selesai. Nanti author bakalan masuk ke season 2. Pada nungguin kisah Rey yaaa? Makanya selalu dukung author yaa 😉

__ADS_1


__ADS_2