
"Tolongg!" teriak Risa.
"Kenapa Ris?" tanya Elang.
"Galang pingsan di taman gedung!" ucap Risa. Untung saja para tamu sudah bubar jadi Risa bisa teriak seenaknya.
"Apa?!" ucap Dave kaget. Dave langsung berlari ke taman gedung.
"Yok susulin!" ucap Zyan. Yang lain pun mengangguk.
•••
"Vano, Galang kenapa?" tanya Dave yang baru saja sampai.
"Maafkan Aku om. Tadi kami bertengkar, habis itu dia langsung terjatuh" jelas Vano.
"Apa? Cepat bawa dia kerumah sakit!" ucap Dave. Vano pun menolong Dave mengangkat Galang ke mobil. Reano dan yang lain baru saja datang. Mereka melihat Galang sudah di masukkan kedalam mobil. Mereka segera mengambil mobil mereka dan menyusul Dave.
15 Menit kemudian mereka sampai di rumah sakit terdekat. Galang langsung di bawa keruang UGD.
"Sebenarnya Galang kenapa om?" tanya Vano.
"Apa dia tampak marah dan berusaha mengendalikan emosinya?" tanya Dave. Vano pun mengangguk.
"Jantung Galang lemah, karna itu dia pingsan." jawab Dave. Vano pun langsung kaget, Ia tidak tau apa yang di derita Galang selama ini.
"Maafin Vano om. Vano gak tau, om boleh hukum Vano!" ucap Vano.
"Gak, kamu kan gak tau. Kenapa om harus hukum kamu?" tanya Dave.
"Vano buat Galang kayak gini om. Vano seharusnya di hukum!" ucap Vano. Dave pun mengusap kepala Vano.
"Udah gak usah di pikirin!" ucap Dave.
Galang punya kelemahan jantung? Aku gak seharusnya bersikap ketus sama dia. Dari sorot matanya, sepertinya dia tulus. Tapi aku masih ragu dengannya. Apa dia sudah tobat atau aku hanya di permainkan? Batin Risa
Rey yang sudah membereskan barang-barangnya begitu pun dengan Bulan, pamit kepada mereka semua. Hari ini mereka langsung pindah kerumah Rey.
"Kenapa sekarang Rey? Gak besok aja? Udah malam ni!" ucap Mita
__ADS_1
"Gak Bun." jawab Rey.
"Ayolah Kak, nginap di rumah malam ini aja. Besok kakak pulang deh!" ucap Risa.
"Gak!" jawab Rey. "Ayo! Kami Pamit! " ucap Rey sambil menarik Bulan. Bulan pun mengikuti.
"Biarin aja sayang. Rey udah besar dia udah bisa memilih keputusan sendiri!" ucap Reano.
"Tapi Re, seenggaknya semalam aja dia di rumah." ucap Mita.
"Dia bakalan sering ke rumah kok. Kalau enggak kita yang ngunjungin dia!" ucap Reano. Mita pun hanya bisa mengangguk.
"Keluarga Tuan Muda Galang!" ucap Dokter. Dave langsung berdiri.
"Gimana?" tanya Dave.
"Untung segera di bawa kerumah sakit tuan. Jadi nyawa tuan muda bisa di selamatkan. Tapi dia tidak bisa seperti ini terus. Semakin lama jantungnya semakin lemah. Dia harus mendapatkan transplantasi jantung!" ucap Dokter. Dave pun merubah raut mukanya menjadi murung.
"Kalau begitu saya permisi." ucap Dokternya. Mereka pun mengangguk. Reano menepuk bahu Dave.
"Kita bantu kok!" ucap Reano. Dave menatap Reano dan tersenyum.
Plak..
"Lo becus ngurus anak gak sih? Anak gue lu buat celaka! Ayah macam apa lo!" ucap Cika.
"Cika, lo gak boleh gitu. Ini rumah sakit!" ucap Mita.
"Jangan ikut campur lo Mita!" ucap Cika kepada Mita. "Bilang sama gue dave, apa yang lo lakuin sama Galang!" ucap Cika.
"Lu bisa diam gak?" tanya Dave dingin.
"Alah, jangan sok-sok dingin lo! Mana anak guee!" ucap Cika.
"Bisa gak, lu gak ribut sehari!" ucap Dave.
"Gak! Kalau sampai Galang gak bisa dapatin transplantasi jantung, jantung lo yang akan gue ambil!" ucap Cika. Mereka pun langsung kaget.
"Apapun gua lakuin buat anak gua!" ucap Dave. Dave pun pergi dari sana, dia tidak mau memperpanjang pertengkarannya dengan Cika.
__ADS_1
"Gila ya tu orang!" bisik Zyan sama Arzi
"Hobi gibah lu kaga ilang apa?" tanya Arzi.
"Gua tampol juga lu!" ucap Zyan
•••
Rey dan Bulan pun sampai di rumah yang telah di beli Rey. Bulan memgambil semua barangnya dan membawanya masuk begitu pun dengan Rey.
Saat Bulan ingin naik ke lantai dua. Rey menghalanginya.
"Jangan pernah ke kamar ku atau naik ke lantai dua. Dan jangan pernah bangun kan aku!" ucap Rey. Bulan pun mengangguk.
"Lalu, aku tidur di mana?" tanya Bulan.
"Kamar mu ada di sana. Ingat jangan menganggu ku!" ucap Rey. Bulan mengangguk paham.
"Satu lagi. Tanda tangani ini!" ucap Rey sambil memberikan suatu berkas. "Dan jangan melanggar semua yang ada di dalam sini. Jika tidak paham, tanyakan pada ku!" ucap Rey. Bulan pun mengambil berkas itu dan membacanya.
"Kontrak pernikahan. Pihak satu : Reyhan Austin Anggara. Pihak dua : Bulan Verissa Zaynco" baca Bulan. "Kontrak pernikahan?" tanya bulan kepada Rey.
"Pernikahan kita akan berakhir dalam satu tahun. Dan setelah satu tahun kita akan bercerai dan kau bisa hidup seenak mu!" jelas Rey. Bulan mengangguk.
"Tapi kalau kakak jatuh cinta sama ku. Apa kontrak ini akan batal?" tanya Bulan.
"Iya, dan aku tidak mungkin jatuh cinta kepada mu!" ucap Rey. Hati Bulan terasa tertusuk ribuan jarum. Perkataan Rey mungkin dingin, tapi itu pedas sekali.
"O-oke!" ucap Bulan. Bulan kembali membacanya.
"Pihak kedua tidak berhak tau apa urusan pribadi pihak pertama dan kemana ia akan pergi. Begitu pun sebaliknya" ucap Bulan sambil menatap Rey.
"Kau tidak berhak tau apa urusan pribadi ku dan aku juga tidak berhak tau urusan pribadi mu!" ucap Rey.
"Apa aku boleh kerja?" tanya Bulan
"Terserah!" jawab Rey. Bulan pun mengangguk dan langsung menandatangani kontrak itu. Rey pun mengambil kontrak itu dan pergi menaiki tangga ke kamarnya.
Misi pertama : Buat tuan muda jatuh cinta! batin Bulan. Bulan pun pergi ke kamarnya dan langsung membereskan barang-barangnya.
__ADS_1
•••Bersambung...
Maaf Kemarin-kemarin author gak up ya. Badan author kurang sehat, baru kemarin agak mendingan. Makasih buat pembaca setia author 😊