Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Kevin Vs Revan


__ADS_3

Revan turun dari pesawat yang ia tumpangi. Ia pun berjalan menuju pintu keluar untuk pulang. Ia sudah kangen berat dengan Bundanya. Ia pulang dengan ria.


Sesampainya di rumah Revan berteriak memanggil Ayumi.


"Bundaa! Revan pulang!" teriak Revan. Karna tidak dapat sahutan. Revan pun kekamarnya untuk meletakkan barang-barangnya. Setelah meletakkan barang-barangnya ia kekamar Ayah dan Bundanya.


Saat Revan membuka kamar Kevin, Revan langsung terkejut dengan apa yang di perbuat ayahnya.


"Seharusnya dari dulu aku tidak pernah menganggap mu ayah ku. Kau bejat sekali!" ucap Revan. Kevin pun terkejut dan berhenti dari kegiatannya.


"Atas dasar apa kau menuduh ku seperti itu? Kau memang anak durhaka!" ucap Kevin.


"Aku bukan anak durhaka. Tapi kau yang membuatku menjadi durhaka kepada mu. Apa cermin sebesar itu tidak kau gunakan untuk bercermin?! Kau berduaan dengan wanita ini selagi bunda tidak ada?! Apa perbuatan mu ini tidak bejat Kevin Variando Arlata?!" ucap Revan tegas.


"Berani sekali kau memanggil ku seperti itu!Apa yang kau tahu anak kecil? Cukup urusi saja perusahaan ku itu dengan otak pintar mu. Maka kau aman!" ucap Kevin.


"Perusahaan mu? Itu perusahaan ku! Saham mu telah kau berikan semua kepada ku!" ucap Revan tersenyum smirk.


"Apa? Saham ku masih lebih besar dari pada saham mu yang hanya 15%!" ucap Kevin meremehkan.


"Oh ya? bagaimana kalau saham ku 60% Apa yang akan kau perbuat?" tanya Revan.


"Itu tidak mungkin! saham ku 30% dan kau hanya 15% Dari mana kau dapat sebanyak itu hahaha!" ucap Kevin masih meremehkan Revan. Revan pun melempar berkas saham ke tubuh Kevin. Ia tau itu tidak sopan, tapi dia sudah sangat muak dengan kelakuan ayahnya. Kevin pun membuka berkas itu.


"Apa? bagaimana mungkin?" ucap Kevin tidak percaya.


"Kau ingat kertas kosong yang kau tanda tangani? Aku mengisinya, dan isinya itu kau memberikan semua saham mu kepada ku. Dan 15% lagi aku mendapatkannya dari adik mu, Ciko Alvion Dirgantara. Dia memberikan separuh sahamnya kepada ku!" ucap Revan puas.


"Jadi sekarang, aku lah atasan mu. Dan sekarang aku memecatmu secara tidak hormat dan mengusir mu dari rumah ini!" lanjut Revan.


"Tidak, ini rumah ku! Aku membelinya dangan.. " belum selesai Kevin melanjutkan kalimatnya, Revan memotongnya.


"Uang haram?" ucap Revan. Kevin pun di buat bungkam dengan anak sulungnya ini. Revan pun memberikan berkas kedua berisi sertifikat rumah yang mereka tinggali sekarang.


"Apa? kenapa rumah ini atas namamu?!" tanya Kevin terkejut. Revan pun menatap tajam perempuan yang berada di kamar Ayah dn Bundanya itu.


"Kau! pergilah! Jangan kembali lagi kerumah ini atau akan ku hancurkan karir mu sebagai model!" ucap Revan kepada perempuan itu. Perempuan itu pun langsung berlari keluar dari kamar Kevin dan dari rumah.


"Bagaimana? Kau akan mengemasi barang mu sekarang?" tanya Revan dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


"Tidak! Ini rumah ku!" ucap Kevin keras.


"Pergi Anda Sekarang!" ucap Revan keras.


"Kalau aku pergi, kau tidak akan tau dimana Ayumi berada!" ucap Kevin. Revan yang mendengar nama bundanya pun langsung lemah.


"Dimana Bundaku!" ucap Revan manatap tajam Kevin.


"Dia sudah ku usir!" jawab Kevin dengan senyum sinisnya.


"Beraninya kau!" ucap Revan langsung menghantam Kevin tanpa ampun.


"Kak udah berenti. Kasian ayah!" ucap Ruby yang baru keluar dari kamarnya. Revan pun berhenti.


"Orang bejat seperti dia kau anggap ayah Ruby? Dimana otak mu?!" ucap Revan. "Dimana bunda?" tanya Revan kepada Ruby.


"A-aku tidak tau kak." jawab Ruby.


"Sialan!" ucap Revan sambil menendang pintu kamar Kevin.


"Kau! Keluar dari rumah ku sekarang!" ucap Revan sambil menunjuk Kevin. "Kalau sampai aku melihat muka mu saat aku pulang dari mencari Bunda. Aku tidak akan segan-segan menjadikan mu seorang gelandangan!" ucap Revan kemudian pergi dari rumah untuk mencari Ayumi.


"Lihat lah kakakmu itu durhaka kepada Ayah!" ucap Kevin.


"Aku tau Yah. Dia sudah berdosa karna membuat ayah terluka." ucap Ruby.


•••


"Gila emang Kak Kevin!" ucap Ciko kesal.


"Itu kan salah aku juga." ucap Ayumi.


"Yum, itu bukan salah kamu. Dia aja yang terlalu memanfaatkan kamu. Sekarang kamu tinggal sama kita ya!" ucap Arumi.


"Jangan, nanti ngerepotin kamu Rum. Kamu kan udah punya keluarga." tolak Ayumi.


"Yum, kamu kan kakak aku. Emang salah aku minta kamu tinggal sama aku?" tanya Arumi. Ayumi pun tersenyum.


"Revan?" tanya Ayumi.

__ADS_1


"Nanti kita kasih tau dia." jawab Arumi. Tak lama kemudian handpone Ayumi bergetar memperlihatkan nama Revan di sana.


Revan : "Assalamualaikum bun, Bunda dimana? Revan jemput ya!"


Ayumi : "Waalaikumsallam, Gak usah Van!"


Revan : "Tapi ini lagi hujan bun. Bunda gak mau Revan jemput? nanti bunda sakit lo"


Ayumi: "Bunda lagi di jalan kerumah tante Arumi Van. Nanti kamu kesini aja ya. Bunda juga sama tante Arumi dan keluarganya!"


Revan: "Oke Revan kerumah tante Arumi ya Bun, Assalamualaikum!" ucap Revan kemudian mematikan telpon secara sepihak.


•••


"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Rey.


"Aku kan mau milih cincin juga!" jawab Bulan.


"Menggangu!" jawab Rey. Bulan hanya terseyum manis.


"Pesanan Reano Anggara!" ucap Rey kepada pelayan toko.


"Sebentar ya tuan!" jawab pelayan Itu. Tak lama pelayan itu pun membawa sebuah kotak cincin berisi 2 buah cincin nikah.


"Cobalah!" ucap Rey kepada Bulan. Dengan senang hati Bulan mencobanya.


"Cantik banget!" ucap Bulan senang.


"Bungkus!" ucap Rey. Pelayan toko itu pun langsung membukusnya. Rey pun langsung memberikan gold cardnya kepada pelayan toko itu. Bulan yang melihat gold card keluar dari dompet Rey pun terkejut. Berbeda dengan pelayan toko yang sudah tau kekayaan keluarga Anggara.


"Ini Tuan. Silahkan datang kembali!" ucap pelayan toko. Rey pun mengangguk dan mengambil cincin itu.


"Wah, kakak punya gold card? sebenarnya seberapa kaya keluarga Anggara?" tanya Bulan polos.


"Kau seperti gadis matre!" jawab Rey. Bulan pun langsung diam. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk mencoba gaun pengantin.


•••Bersambung...


Maaf kemarin gak Up ya. Ada 14 hari kerabatnya author yang meninggal kemarin. Jadi author sibuk bantuin kerabatnya author.

__ADS_1


Jangan lupa selalu dukung author yaa 🙏


__ADS_2