Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Perjuangan Rey


__ADS_3

Rey mengikuti Elioz yang sedang mengantar Bulan untuk pulang.


"Zo, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka." ucap Rey.


"Siap tuan muda." jawab Kenzo. Kenzo sedikit memperlaju mobilnya agar bisa terus mengikuti Elioz.


Mengikuti Elioz, membawa mereka kepada satu rumah besar. Rey dan Kenzo mengamati rumah tersebut. Mereka melihat ada seorang wanita keluar dari rumah tersebut.


"Siapa dia?" tanya Rey.


"Jane Zaynco istri dari Elioz." jawab Kenzo


"Oh dia rupanya istrinya Elioz." ucap Rey. Rey pun keluar dari mobilnya.


"Tuan muda mau kemana?" tanya Kenzo.


"Ngebujuk Bulan pulang!" jawab Rey. Kenzo mengikuti Rey, Kenzo takut penyakit Rey kambuh.


Rey berjalan dengan cepat dan menerobos pintu gerbang yang satpamnya di tahan oleh Kenzo.


"Bulan." panggil Rey.


"Kak Rey ngapain lagi ke sini?" tanya Bulan.


"Ngajak kamu pulang!" jawab Rey.


"Jangan sentuh adik gua atau lu berhadapan sama keluarga Zaynco!" ucap Elioz.


"Ga masalah, gua akan hadapin semua rintangan itu asalkan Bulan mau pulang sama gua!" ucap Rey yakin

__ADS_1


"Lu budeg apa gimana? tadi Bulan bilang kan gak mau balik sama lu!" ucap Elioz maju dari tempatnya berdiri sebelumnya yaitu di belakang Bulan.


Rey melangkah melewati Elioz dan memegang pergelangan tangan Bulan lembut.


"Plis balik." ucap Rey. Bulan menunduk. Ia diam, dia bimbang antara mau percaya lagi sama Rey atau tidak.


Sial, kepala ku. batin Rey. Kepala Rey terasa berdenyut hebat, tapi ia menahannya agar Bulan tetap ingin pulang bersamanya.


"Bulan, pulang sama kakak ya. Plis, kakak hampa tanpa kamu. Kakak udah terbiasa sama kamu. Kamu buat hati kakak yang keras dan dingin ini perlahan meleleh dan menghangat." ucap Rey. Bulan yang tadinya menunduk berusaha untuk melihat wajah Rey. Saat Bulan mendonggakkan kepalanya, ia terkejut melihat bibir Rey yang pucat.


"Kak Rey kenapa? Kenapa pipi kak Rey panas banget?" tanya Bulan sambil memegang pipi Rey. Kenzo dan Elioz langsung kaget dan menghampiri Rey dan Bulan.


"Ga papa, kamu mau balik sama kakak kan?" tanya Rey.


"Rey, lu pucat banget. Kita kerumah sakit dulu." ucap Elioz. Rey melepaskan pergelangan tangan Bulan dan memegang kepalanya yang sudah sangat sakit.


"Bulan balik sama kakak ya." ucap Rey.


"Tuan muda!" ucap Kenzo. Elioz ikut membantu Kenzo untuk mengangkat Rey ke mobil. Bulan hanya bisa menahan tangisnya, ia sangat merasa bersalah dengan semua yang ia lakukan kepada Rey


Tak lama mereka sampai ke rumah sakit terdekat. Rey langsung di bawa ke IGD dan langsung mendapatkan penanganan.


"Kenzo, apa sebenarnya yang terjadi sama Kak Rey?" tanya Bulan.


"Semenjak semuanya terbongkar, pola makan tuan muda tidak teratur. Ia sering menyalahkan dirinya sendiri dan sering merasa terbebani leh kesalahannya itu. Di karnakan pola makan dan pola tidur yang tidak teratur dan tidak sehat makanya tuan muda sering sakit seperti itu. Tuan muda juga sering marah-marah sendiri." jawab Kenzo.


"Hah? to the poin lah!" ucap Elioz.


"Sejak saat itu, tuan muda terkena depresi. Kata dokter hanya depresi ringan, tapi kalah tidak cepat di tangani maka itu akan menjadi depresi berat bahkan sampai depresi akut dan gila." jawab Kenzo. Elioz dan Bulan terkejut. Mereka tidak menyangka sampai segitu gigihnya Rey mencari Bulan. Elioz sangat merasa bersalah dengan Rey.

__ADS_1


Bulan langsung terduduk dan menangis mendengar perkataan Kenzo tadi. Ia sangat merasa bersalah, ia tidak tau kalau Rey akan segigih ini.


"Tuan muda itu orang yang gigih dalam mendapatkan sesuatu yang dia mau seperti nona. Saya mohon, terima ajakan tuan muda untuk kembali ke keluarga Anggara. Dengan kembalinya Nona dan Tuan muda, kemungkinan besar tuan muda akan sembuh dengan cepat." ucap Kenzo.


"Maaf, kakak gak mikir Rey bakalan kayak gini kalau kamu tinggalin. Kakak cuman mau ngasih pelajaran aja sama dia." ucap Elioz.


"Ga apa apa kak." ucap Bulan. Bulan pun menatap Kenzo.


"Masih ada kesempatan kan buat kembali sama kak Rey?" tanya Bulan.


"Pintu hati tuan muda selalu terbuka untuk Nona. Tuan muda sangat mencintai nona. Jika nona kembali padanya, dia akan sangat senang." ucap Kenzo. Bulan mengangguk.


Dokter keluar dari IGD. Kenzo, Bulan dan Elioz langsung menghampiri dokter itu.


"Gimana?" tanya Elioz.


"Pasien demam tinggi. Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat agar mendapatkan perawatan intensif." ucap Dokter. Mereka mengangguk.


"Oh ya, saya mau tanya. Apakah pasien pernah kecelakaan? Atau di tinggalkan seseorang yang ia cintai? Karna pasien sedang mengidap depresi. Walau depresi ringan, jika tidak segera di tangani akan menjadi depresi berat dan akan menjalar menjadi Gila. Depresi pasien bukan lagi tergolong depresi ringan, jika ada penyebutan depresi sedang, maka saya akan menyebutkannya." ucap Dokter itu. Mereka semua mengangguk.


"Kami sudah tau dok, tapi pasien selalu menolak untuk melakukan pengobatan bahkan ke psikiater saja ia menolak." ucap Kenzo.


"Mohon perhatiannya, jangan sampai pasien terkena depresi berat." ucap Dokter itu. Mereka mengangguk. Dokter itu pun pergi dari sana.


Bulan, Kenzo, dan Elioz langsung mengikuti Rey yang di bawa oleh perawat menuju ruang rawat. Setelah sampai, Bulan langsung mengambil kursi dan duduk di samping ranjang Rey.


•••Bersambung...


Maaf ta kalau konfliknya terlalu berat, author cuman mencurahkan semua isi pikiran author tentang karya ini 😁

__ADS_1


Jangan lupa likenya, hadiah, comment saran agar novel ini lebih baik lagi dn jangan lupa rate lima yaa 😄


__ADS_2