
"Oh ya? umur aku 23 tahun." ucap Revan.
"Oh kakak aku 25 kak." jawab Eliza.
"Yaudah kakak antar pulang ya!" ucap Revan. Eliza pun mengangguk.
Eliza dan Revan pun masuk kedalam mobil. Revan langsung menjalankan mobilnya.
"Oh ya kalau boleh kakak tau, kamu kenapa jalan sendiri di tempat sepi kayak gitu?" tanya Revan.
"Tadi aku mau pergi beli makanan buat kakak perempuan aku biar dia senang. Aku pergi tanpa ngasih tau Mommy dan Daddy. Jadi aku naik taksi, trus aku di turunkan di sana" jelas Eliza.
"Kamu gak di rampok atau diapa-apain sama supir taksinya kan?" tanya Revan.
"Gak kok kak. Aku cuman di turunin di sana aja." jelas Eliza.
"Untung lah. Rumah kamu di mana?" tanya Revan.
"Kediaman keluarga Zaynco kak!" jawab Eliza.
"Kamu sepupunya Bulan?" tanya Revan.
"Kakak kenal sama kak Bulan? Kak Bulan kakak angkat aku!" ucap Eliza.
"Oh kamu anak angkat keluarga Zaynco. Maaf ya kakak gak tau." ucap Revan.
"Gak apa kok kak!" jawab Eliza.
20 Menit kemudian mereka sampai di kediaman keluarga Zaynco.
"Elizaa!" ucap Katya sambil memeluk Eliza.
"Kamu ini ya kalau keluar gak bilang-bilang. Kamu kemana? Buat mommy khawatir tau!" ucap Katya.
"Maaf Mom, tadi Eliza cuman mau ngasih kejutan buat kak Bulan!" ucap Eliza.
"Tante udah pulang dari rumah Revan?" tanya Revan.
"Eh ada Revan. Iya tante baru pulang. Kok kalian samaan pulangnya?" tanya Katya.
"Oh, tadi Revan ketemu Eliza di tengah jalan lagi jalan sendiri tan, yaudah Revan tolongin aja trus Revan antar pulang." jelas Revan.
"Makasih ya Revan. Maaf tadi tante sama tante Mita buat rusuh di keluarga kamu. Tante gak tau kalau Ruby tinggalnya pisah sama kalian!" ucap Katya.
__ADS_1
"Gak apa Tan, Revan paham kok." ucap Revan. "Kalau gitu Revan pulang dulu ya tan. Kasian Mama di rumah sendirian!" ucap Revan.
"Eh iya, hati-hati ya Revan!" ucap Katya. Revan pun tersenyum dan mengangguk.
"Ciee liatin Revan terus!" ucap Elioz.
"Kakak! Eliza terkejut!" ucap Eliza.
"Kamu suka sama Revan ya!" ucap Bulan yang baru saja keluar. Ia sengaja tidak muncul di hadapan Revan agar Rey tidak tau keberadaanya.
"Kak Bulan! Kenapa kakak ikutan kak Elioz?" tanya Eliza.
"Ya emang kenyataannya!" ucap Bulan. Elioz dan Bulan pun tos karna sudah kompak menggoda Eliza.
"Kita goda terus kak biar dia ngakuinnya!" bisik Bulan kepada Elioz.
"Setuju. Mari kita kerja sama!" bisik Elioz. Mereka pun saling tos lagi.
Iya sih, Kak Revan baik, ganteng lagi. Tapi aku cuman kagum sama dia. Itu buka cinta kan? Lagian aku masih 19 masih ingin menjomblo! batin Eliza.
•••
Rey sedang duduk termenung di kamarnya. Ia tidak merasa bersalah sama sekali kepada Bulan.
Sekarang lu pasti puas Leon, lu dapatin Bulan dan gua cuman dapat bekas lu doang. Cih lu kira gua apa, tong sampah? batin Rey. Kali ini ia belajar berbahasa 'Lu-Gua' dari Elang. Rey berdiri dari duduknya dan menghampiri meja kerjanya. Ia menjatuhnya semua barang yang bisa ia jatuhkan dan tidak lupa cermin yang pecah akibat pukulan keras Rey.
"Rey, buka pintunya!" ucap Mita.
Bunda apa lagi sih! batin Rey. Bukannya ia membuka pintu untuk Mita ia malah kembali tidur di tempat tidurnya dan membiarkan luka di tangannya terbuka. Luka di tangan Rey diakibatkan ia memukul cermin hingga hancur.
"Rey Bunda bilang buka pintunya!" teriak Mita dari luar kamar Rey.
"Reyhan! Buka dulu! Bunda mau ngomong! Reyhan!" teriak Mita. Rey tetap tidak mengubris perkataan Mita.
•••
"Mit udah, biarin Rey tenang dulu!" ucap Reano.
"Re, Gak bisa gini. Rey itu udah masuk perangkap sesat Ruby! Ini gak boleh di biarkan!" ucap Mita.
"Iya Mit aku ngerti kok. Tapi biarin dia tenangin diri dulu. Biarin dia berpikir jernih yang mana yang salah dan yang mana yang benar. Kalau dia udah tenang dan berpikir dengan jernih baru kita kasih tau baik-baik!" ucap Reano.
"Terserah kamu lah Re!" ucap Mita pergi dari tempat ia berdiri sekarang.
__ADS_1
Kenapa keluarga gua jadi gini? Gua tau Kevin pasti terlibat! batin Reano. Reano pun pergi dari depan pintu kamar Rey. Reano pergi ke balkon atap dan menelpon Zyan.
"Napa nelpon gua malem-malem woi. Ganggu gua aja lu!" ucap Zyan di seberang sana.
"Bantuin gua woi. ***-*** mulu lu, udah tua juga!" ucap Reano.
"Lu yang tua, gua masih muda umur gua masih 42 tahun!" ucap Zyan.
"Ya kan lu seumuran sama gua Yan. Dah bantuin gua sekarang cari keberadaan Kevin!" ucap Reano.
"Eh wait-wait. Ngapain lu nyari Kevin? Buat masalah lagi tu anak?!" tanya Zyan kesal.
"Bukan dia, tapi anaknya men. Gua yakin banget Kevin juga terlibat. Dia ngirim si Batu Akik buat ngehancurin keluarga Anggara!" ucap Reano.
"Batu akik? ngapain tu anak?" tanya Zyan.
"Makanya lu itu up to date. Tadi siang dia datang kerumah gua dan ngaku-ngaku hamil anak Rey!" Jelas Reano.
"Berani bener tu anak. Oka gua coba lacak Kevin!" ucap Zyan.
"Thanks men. Sorry ganggu lu!" ucap Reano langsung mematikan telpin secara sepihak.
Kalau aja gua ketemu sama lu lagi Vin, Gua abisin lu. Lu udah buat keluarga gua hancur lebur! batin Reano.
•••
"Gak tau rasa berterima kasih lu Re. Matikan telfon gua secara sepihak untung lu temen gua kalau kaga udah gua bunuh lu trus mayat lu gua kasih buat makan ikan paus!" ucap Zyan kesal.
"Kenapa sayang?" tanya Verly.
"Tau ni si Reano matikan telfon sepihak!" ucap Zyan.
"Emang Reano ngomong apa sama kamu?" tanya Verly.
"Dia minta tolong aku lacak Kevin!" ucap Zyan.
"Kevin? Dia buat masalah lagi? Kenapa Keluarga Arlata gak selesai-selesai masalahnya. Kan kasian Ayumi sama Revan yang terpaksa ngadapin semja masalah Kevin." ucap Verly.
"Iya sayang. Kalau gitu aku mau bantu Reano lacak Kevin dulu ya." ucap Zyan. Verly pun mengangguk.
•••Bersambung...
Makin rumit aja hubungan Bulan dan Rey. Gimana menurut kalian? apakah Rey dan Bulan bisa bersatu atau akan berakhir dengan perceraian? Jangan lupa komen yaa 😄.
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya, ratenya juga jangan lupa yaa 😆
Maaf ini author gak jadi up sore kemarin. Author keasikan ngerjain tuga. Awalnya mau malam aja, eh ada acara tokopedia jadi author tonton deh. Maafin author yaa 😅. Karna ada bts 🙏