Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Avery United Group


__ADS_3

Avery United Group merupakan konsorsium dari empat pengembang properti. Mereka dikenal telah membangun tujuh proyek paling terkenal di kota ini. Perusahaan induknya sendiri telah tampil di bisnis properti selama lebih dari 30 tahun.


Salah satu karya terkenal Avery United Group yang berada dibawah pimpinan Daniel Avery adalah pengembangan lahan di pusat kota yang kini telah berubah menjadi sebuah kawasan unit apartemen mewah yang banyak di diami oleh kalangan artis.


Pada tahun kejayaannya, timbul kabar duka kematian sang pemimpin perusahaan tersebut. Akhirnya kepemimpinan pun didelegasikan kepada Dorland Avery, saudara kembar Daniel Avery. Karena pada saat itu, Jonah Avery, yang merupakan putra tunggal Daniel Avery, masih berada dibawah umur. Akhirnya hak waris jatuh ketangan Pamannya.


Bukannya menurun, citra Avery United Group makin bersinar saja. Mereka bahkan memprakarsai pengembangan rendah-biaya proyek-proyek perumahan di dekat daerah pusat bisnis kota. Prospek dan peluang yang mendasari telah mendorong Avery United Group untuk bekerja dalam sinergi strategis di bawah Tanah Avery United.


Posisi Jonah untuk saat ini masih sebagai Co-CEO yang merupakan tangan kanan dari Dorland Avery, CEO yang sebenarnya.


"Sudah masuk bekerja?" tanya sang Paman pada Keponakannya.


Jonah menoleh dan mendapati sosok Dorland. Jonah membalasnya dengan seulas senyum.


"Ini masih masa cutimu. Kenapa disia-siakan?" Tentu saja Dorland tahu bahwa keponakan tercintanya itu menikah seminggu yang lalu.

__ADS_1


"Ah, aku rindu dengan ruang kerja beserta tumpukan-tumpukan kertas itu." sahut Jonah tertawa kecil sambil menatap setumpuk kertas diatas meja kerja.


"Kuharap itu bukan alasan untuk menutupi masalah rumah tanggamu," Dorland menatap Jonah. "Apa semuanya baik-baik saja?"


"Semuanya lancar, Paman."


"Bukan urusan pekerjaanmu, maksudku rumah tanggamu." Dorland mengoreksi.


"Kami... ya, baik-baik saja."


Dorland menatap Keponakannya tajam. "Kuharap tak ada dusta diucapanmu. Lain kali aku akan tanya langsung terhadap Ally."


"Kau sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Jadi Ally adalah menantuku. Jika berani menyakitinya, jangan bermimpi untuk mengambil alih perusahaan."


Jonah merutuk dalam hati. Entah hanya pikirnya saja atau memang seluruh keluarganya lebih menyayangi Ally setelah pernikahan mereka.

__ADS_1


"Aku berencana memberikan perusahaan ini saat kau sudah memiliki anak pertama nanti." ucap Dorland.


Jonah menegang seketika. Berapa lama lagi ia harus menunggu akan hal itu? Jangankan untuk memiliki anak, membuatnya saja belum. Dan jangankan melakukannya, disentuh sedikit saja Ally sudah mengamuk.


"Jonah?"


"Hey?!" Dorland menepuk pundak pria yang tengah terbengong itu. "Kenapa melamun seperti itu?"


"Tidak, tidak ada apa-apa."


"Sepertinya kau kurang liburan. Istirahatlah. Dan beritahu padaku jika kau ingin bulan madu keluar negeri. Aku pasti akan memberikan cuti yang panjang asal kau tak menyia-nyiakannya." Dorland berujar.


Jonah mengangguk menanggapi ucapan atasannya tersebut. Hingga kemudian Dorland pamit dan tersiaa Jonah sendiri dalam ruangan itu.


Pria duapuluh dua tahun itu menghela napas dan memijat pelipisnya. Yang ada dalam pikirannya sekarang hanyalah keinginannya untuk mengambil alih perusahaan. Semua orang tahu bahwa Jonah Avery sangat memimpikan kekuasaan itu.

__ADS_1


Namun seharusnya syarat yang diberikan Pamannya terbilang mudah untuk ukuran dirinya yang sudah menikah. Satu-satunya penghalang baginya adalah istrinya sendiri. Ironis memang.


Baiklah, sepertinya Jonah harus merencanakan sesuatu agar keinginannya segera tercapai.


__ADS_2