Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Terbongkar


__ADS_3

"Kayaknya mereka berantem lagi!" ucap Galang.


"Siapa?" tanya Risa.


"Revan dan Leon. Kenapa mereka selalu saja bertengkar?" ucap Galang.


"Gak tau. Yaudah gak usah di urusin. Sekarang makan yang banyak ya biar cepat sembuh." ucap Risa terseyum. Galang pun mengangguk.


•••


Pagi hari tiba, Bulan sudah siap memasakkan makanan untuk Rey. Kali ini ia memasak nasi goreng seafood dengan cumi dan udang. Bulan berharap Rey akan suka dengan masakannya.


Tak lama Rey pun turun dengan pakaian yang sudah rapi. Ia berjalan melewati meja makan dan langsung keluar dari rumah. Bulan pun heran dengan sikap Rey.


Bulan pun menghampiri Rey yang baru saja menghidupkan mesin mobilnya.


"Kak, gak sarapan dulu?" tanyaBulan dari kaca jendela mobil.


"Aku akan makan di kantor!" ucap Rey langsung menjalankan mobilnya.


Bulan hanya diam.


Tenang Bulan, ini belum termasuk kedalam rencana mu. Masih ada makan siang, aku akan mengantar makan siang ke kantor kak Rey. Semoga dia mau! batin Bulan. Bulan pun langsung masuk kedalam rumah dan membuka laptopnya. Ia mencari makanan yang berbau seafood, karna ia tau Rey sangat suka dengan seafood.


"Capcai?" ucap Bulan. Bulan pun melihat tata cara pembuatan capcai.


"Tidak sulit. Aku akan membuatnya!" ucap Bulan.


•••


Seperti biasa Rey di sambut para karyawannya. Ia juga langsung menaiki lift khusus menuju ruangannya. Sesampainya di ruangannya, ia bernafas lega karna tidak ada Ruby di sana.


Rey langsung menduduki kursi kebesarannya dan langsung bekerja.


Kenapa aku bisa lupa janjiku dengan dia. Argh, bagaimana aku akan menghadapinya. batin Rey. Rey tidak ambil pusing ia lanjutkan pekerjaannya.


Tak lama sekertaris Rey mengetuk pintu, setelah mendengar kata masuk, sekertaris Rey pun masuk.


"Ada apa Zo?" tanya Rey yang masih fokus dengan laptopnya.

__ADS_1


"Tuan besar ingin menemui anda tuan" ucap Kenzo.


"Ayah? atau Grandpa?" tanya Rey.


"Keduanya tuan!" jawab Kenzo.


"Baiklah, suruh mereka masuk!" ucap Rey. Kenzo pun mengangguk dan menyuruh Reano dan Bima masuk kedalam.


"Makasih Kenzo!" ucap Reano. Kenzo pun mengangguk sambil tersenyum. Reano dan Bima langsung masuk keruangan Reano dan menutup pintunya.


"Ada apa Yah? Grandpa? tumben kalian kemari?" tanya Rey.


"Bagaimana proyek di singapure?" tanya Reano.


"Lancar Yah!" ucap Rey.


"Lancar apa Rey!" ucap Bima.


"Lancar Grandpa. Aku sudah mengcheknya sendiri!" ucap Rey. Reano pun melemparkan sebuah berkas. Rey langsung membuka berkasnya dan terbelalak dengan isinya.


"Ini.. "


"Apa lagi yang kau katakan lancar Nak? Rey, kamu sudah ayah kasih kepercayaan. Tapi dengan mudahnya kau hancurkam proyek besar ini!" ucap Reano.


"Darimana kami melihatnya Rey? Dari proyek ini dana perusahaan kita tersedot membuat perusahaan kita rugi besar! kalau seperti ini kita akan bangkrut, kamu paham!" ucap Bima.


"Tapi dimana salah Rey Yah? Grandpa? Rey sudah mengecheknya kemarin!" ucap Rey. Saat ingin bicara lagi, Ruby datang dan langsung memeluk Reano. Bima dan Reano pun terkejut.


"Sayang, aku datang. Kenapa kamu tidak menepati janji mu kemarin hah? aku menunggu mu!" ucap Ruby dengan manjanya.


"Ruby Zivana Arlata!" teriak Reano. Ruby pun melihat kearah Reano.


"Eh ada calon ayah Mertua. Apa kabarnya calon ayah mertua?" tanya Ruby.


"Reyhan Austin Anggara! Apa yang ksu lakukan dengan dia, dan bagaimana istrimu Bulan!" ucap Reano.


"Oh itu hanya istri kontraknya, setelah 1 tahun mereka akan bercerai ayah mertua!" ucap Ruby


"Apa?!" kaget Bima dan Reano.

__ADS_1


"Assalamualaikum!" ucap Bulan datang dengan rantang di tangannya. Bima dan Reano pun langsung melihat kearah Bulan.


"Maaf Yah, ini ada apa?" tanya Bulan.


"Apa kamu menandatangani kontrak yang di buat oleh si bodoh itu!" ucap Reano sambil menunjuk Rey. Inilah Reano yang asli, jika dia marah dia akan mengeluarkan segala perkataan mutiaranya.


Rey menatap Bulan tajam.


"T-tidak Yah. Kenapa Ayah menanyakan itu?" tanya Bulan.


"Ruby bilang kalian menikah kontrak, dan Ayah tau Ruby itu tidak akan berbohong kalau masalah seperti ini!" ucap Reano.


"Tidak Yah. Bulan tidak menandatangani apapun!" ucap Bulan.


"Benarkah?" tanya Reano. "Kamu tau Bulan?Daddymu bilang kepada Ayah bahwa kamu tidak bisa berbohong." ucap Reano. Bulan terdiam.


"Mulai besok kalian berdua tinggal di rumah utama Titik!" ucap Reano.


"Ayah gak bisa seperti itu. Rumah Rey akan terbengkalai!" ucap Rey.


"Jual saja!" ucap Reano. "Dan kau jalang! Pergi dari hadapan ku! Kau sama seperti Ayahmu, licik dan kotor!" ucap Reano.


"Bapak Reano Justin Anggara yang terhormat. Kau boleh hina aku, tapi kau tak boleh hina Ayah ku!" ucap Ruby.


"Atau jangan- jangan kau yang merusak proyek kami!" ucap Reano.


"Ups ketauan. Gimana rasanya? sakit? kesal? atau senang?" tanya Ruby. Ruby tersenyum sinis dan kemudian pergi.


"Sialan!" ucap Reano. "Rey kamu istirahat seminggu!" ucap Reano.


"Tidak Yah, ini semua karna Rey, jadi Rey juga harus ikut dalam perbaikan proyek ini!" ucap Rey. Reano mengambil napas lalu mengembuskannya pelan.


"Bulan kamu bawa makanan? ayo kita makan bersama!" ucap Reano.


Bulan mengangguk. Ia membuka rantangnya yang berisi Nasi, Capcai, dan lauk lainnya.


"Wah, ini lauk kesukaan Rey semua!" ucap Bima. Mereka pun memakannya.


"Wau, masakan Bulan seenak ini. Pasti Rey sangat sering makan di rumah!" ucap Reano. Bulan hanya mengangguk.

__ADS_1


•••Bersambung..


Wow pertengkaran berakhir kekenyangan ya. Ayo dong dukung author. Biar makin semangat 😁


__ADS_2