
"Jonah Avery sudah menikah."
Topik itu menjadi buah bibir yang hangat dibicarakan oleh para karyawan di kantor sejak kedatangn Ally tempo hari. Banyak yang tidak percaya akan rumor tersebut tapi tak sedikit pula yang yakin bahwa Co-CEO mereka itu benar-benar sudah menikah. Mereka yang tidak percaya adalah kumpulan karyawan wanita patah hati yang menaruh perasaan pada atasan mereka tersebut. Bukannya tidak percaya, tapi lebih cenderung ke tidak ingin mengakui kebenaran tersebut.
Sejak beberapa hari ini pula Jonah merasa suntuk di kantor karena sedikit terusik dengan tema pergosipan tentang dirinya itu. Bahkan beberapa karyawan cantik yang sering ia dekati untuk sekedar pencuci mata itu kini mulai agak sedikit menjaga jarak.
Sekitar sejam yang lalu sepulang dari kantor pria itu memutuskan mampir ke tempat Gym untuk melepas pikiran dan demi mempertahankan otot tubuhnya yang kini mulai terlihat agak mengecil karena akhir-akhir ini ia mulai jarang berolahraga. Yang paling membuatnya meringis adalah otot perutnya yang memprihatinkan, kotak-kotak pada perutnya itu hampir luntur menghilang.
Makanya sejak awal pria itu masuk ke tempat Gym dan setelah melakukan sedikit pemanasan, Jonah masih semangat melakukan sit-up di Abdominal Bench, sebuah alat fitness yang digunakan untuk melakukan latihan otot perut.
Untuk yang kesekian kalinya ia berhenti sejenak untuk kembali menegak air minum karena kehausan. Seluruh cairan dalam tubuhnya rasanya seperti keluar semua melalui keringat.
"Jonah?" suara halus seorang wanita terdengar oleh indra pendengarannya, Jonah lantas menoleh ke samping tempat dimana orang yang memanggil itu berdiri.
Begitu terkejutnya ia ketika melihat wajahnya, saking kagetnya ia yang tengah minum itu jadi tersedak. Wanita yang menyapanya tersebut refleks menepuk-nepuk pelan punggung Jonah.
"Ah, kau tidak apa-apa?" tanya wanita cantik itu yang tak lain adalah Stevi.
"Ah, tidak. Aku baik-baik saja." sahut Jonah cepat.
Stevi tertawa kecil. "Apa aku membuatmu kaget?"
"Ah, tidak! aku, aku hanya... ah, iya kau sedikit mengagetkanku." ucap Jonah tertawa canggung.
Stevi mengangguk halus lalu tersenyum simpul sambil menatapi pria yang mengenakan baju tanpa lengan itu. "Lama tak bertemu." ucapnya malu-malu.
Pipi Jonah memanas seketika. Degup jantungnya jadi tak karuan. "Ah, i-iya. Lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanyanya basa-basi.
"Aku baik. Kau sendiri bagaimana?"
"Syukurlah. Aku juga baik-baik saja." sahut Jonah sambil mengusap rambutnya keatas.
__ADS_1
"Kau pindah tempat fitness atau memang jarang kesini lagi?" tanya Stevi penasaran.
"Ah, aku tak pindah. Hanya saja akhir-akhir ini sangat sibuk jadi sangat jarang kemari." jelas Jonah. "Oh, omong-omong sejak kapan kau disini?"
"Sekitar dua jam yang lalu mungkin. Dari tadi aku memakai Treadmill di bagian belakang sana. Aku kehabisan air jadi berniat ingin membelinya di depan, lalu aku melihatmu disini." tutur wanita itu.
"Oh, kau kehabisan air? ini minum saja punyaku." Jonah langsung menyodorkan botol air mineral di tangannya yang barusan ia minum tadi, sisa airnya masih banyak karena ini merupakan botolnya yang kedua .
"Ah, tapi nanti—"
"Jika aku haus aku bisa membelinya nanti, atau jika kau tak keberatan, kita bisa berbagi satu botol ini bersama." ujar Jonah sambil bercanda.
"Baiklah, terserah apa katamu." tawa Stevi, gadis itu lalu membuka penutup botol dan lantas minum dari botol itu. Jonah memperhatikannya dengan seksama, Stevi terlihat sangat cantik sekaligus seksi dalam pakaian sport-nya.
"Kau mau mencoba alat lain?"
"Tidak. Minggu depat aku ada pemotretan jadi aku harus menghilangkan lemak di kaki. Aku ingin melanjutkan berjalan di Treadmill saja. Kau mau bergabung?" tawar Stevi.
Keduanya menggunakan alat itu bersampingan. Mereka berjalan santai di Treadmill sambil bercengkerama akrab dan bersenda gurau. Jonah terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka berdua, tanpa sadar caranya menatap dalam ke wajah Stevi itu terlalu jelas.
"Kenapa kau memperhatikan wajahku seperti itu? apa ada yang salah?" tanya Stevi dengan nada sedikit cemas.
"Ah tidak, bukan begitu... kau cantik." cicit Jonah pelan.
Stevi langsung tersipu, pipinya memerah seketika.
"Omong-omong kau kesini naik apa?" tanya Jonah sedikit salah tingkah.
"Aku tadi sehabis pemotretan jadi diantar Managerku."
"Kebetulan sekali. Setelah ini aku berniat ingin mampir ke Cafe, kau mau ikut?" ajaknya.
__ADS_1
Stevi mengangguk setuju. "Oke."
"Bagaimana jika sekarang? apa kau masih ingin berolahraga?"
Stevi terlihat berpikir sejenak namun pada akhirnya ia mengangguk setuju. " Baiklah, aku akan ganti pakaianku dulu."
Jonah kembali memakai setelan kantornya, begitupun Stevi yang kini sudah memakai pakaian casual-nya. Keduanya lalu berjalan ke parkiran sambil berdiskusi kecil tentang Cafe mana yang akan di kunjungi.
Ketika tengah memasang sabuk pengaman, Jonah tak sengaja melihat layar ponselnya yang menyala. Ia lantas meraih benda pipih itu untuk melihat notifikasi. Jonah tersentak halus ketika melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dan ratusan spam-chat dari Ally. Setelah kejadian tentang kunci rumah tempo hari, akhirnya mereka bertukar nomor telepon.
"Ah, maaf. Tunggu sebentar." ucap Jonah melirik Stevi. Wanita itu mengangguk paham ketika Jonah mendekatkan ponsel ke telinga, tanda bahwa pria itu sedang memanggil seseorang.
"Halo, ada apa menelponku banyak sekali?" serunya langsung ketika panggilan itu tersambung.
"Kau di mana?! kenapa dari tadi tidak mengangkat teleponku?!"
"Tadi aku sedang sibuk. Ponselku tertinggal dalam mobil." Jonah menyadari suara Ally sedikit aneh, gadis itu seperti sedang menangis dan tengah terisak halus.
"Kau menangis? apa yang terjadi?!"
"Cepat ke Rumah Sakit," ucap Ally parau. "Ibumu kritis." sambungnya.
Deg!
Jonah langsung lemas mendengarnya. Ia tak dapat berkata apa-apa lagi sampai Ally memutus sambungan telepon itu. Stevi disampingnya jadi khawatir melihat Jonah yang tiba-tiba terlihat panik.
"Jonah ada apa?! siapa yang menelponmu? apa yang dia katakan?!" Stevi benar-benar panik melihat Jonah yang matanya berkaca-kaca.
"Maaf kita tidak jadi ke Cafe. Aku harus ke Rumah Sakit sekarang juga." tanpa tunggu lama lagi Jonah langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
*****
__ADS_1
lama banget ya up nya huhu maap :( yaudah nih author up sedikit daripada gak ada sama sekali hehe