Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Mencarinya


__ADS_3

"Baiklah, aku kalah. Letakkan pisau itu, aku akan memberi tau siapa ayah dari anak mu!" ucap Kevin. Ruby meletakkan pisau itu di meja makan dan menatap Ayahnya yang duduk di depannya.


"Katakan Yah, Ruby ingin dengar!" ucap Ruby.


Baiklah, aku akan jujur kepadanya. Setelah itu terserah dia ingin mencari si brandalan itu apa tidak. Paling-paling sekarang dia sudah jadi gembel. Mana mau Ruby dengan gembel. Batin Kevin.


"Dia.. "


"Dia siapa Yah?" tanya Ruby. Kevin menarik napasnya dan mengeluarkannya secara kasar.


"Gilang Darreno." ucap Kevin. Ia sengaja tidak menyebutkan nama belakang Gilang. Jika saja Ruby tau, bisa saja ia malah menikahi Galang bukan Gilang.


"Nama. belakangnya Darreno Ayah? Kenapa Ruby merasa nama yang Ayah kasih itu tidak lengkap? Kasih tahu Bulan nama lengkapnya Ayah! Bulan ingin pertanggung jawaban!" ucap Ruby.


"Tidak boleh!" ucap Kevin.


"Kenapa tidak?" tanya Ruby.


"Ayah sudah mengusirnya dari sini. Mungkin dia sudah jadi gembel. Ngapain kamu hidup sama gembel!" ucap Kevin.


"Jadi, Gilang itu tawanan Ayah? Tapi buat apa Ayah ngasih Ruby ke dia? Ruby gak semurah itu Ayah!" ucap Ruby dengan tangis yang di tahan.


"Ayah tidak tau. Awalnya ayah menyuruhnya untuk meniduri anak perempuan keluarga Zaynco. Tapi bodohnya dia, dia malah meniduri mu!" ucap Kevin.


"Nama belakangnya apa Yah? kalau dia tahanan Ayah, dia pasti dari keluarga Besar!" ucap Ruby.


Baiklah, Kevin sudh muak dengan semuanya. Kali ini ia tidak perduli lagi dengan Ruby. Apa yang dilakukan Ruby dan apa yamg di rencanakan Ruby. Semua yang berhubungan dengan hidup Ruby ia tak perduli lagi.


Kevin berdiri dari kursi makannya dan menatap Ruby. Ruby sangat berharap ada jawaban dari Ayahnya.


"Gilang Diano!" ucap Kevin. Kevin pun langsung pergi meninggalkan Rumah.


"Gilang Diano? Setau ku anak keluarga Diano hanya satu, cuman Galang. Kenapa ada Gilang?" gumam Ruby. Ruby pun meraih Handponenya dan mencari informasi dari internet.


"Wih mereka mirip banget. Tapi jujur, Gilang sepertinya lebih bijaksana dari pada Galang. Tapi mau bagaimana pun anak ku harus dapat kasih sayang seorang Ayah. Aku akan menghampiri rumah keluarga Diano, Sekarang mumpung aku berada di Indonesia. Dan aku harua berhati-hati agar anak buah Rey tidak menangkap ku" gumam Ruby. Ruby ke kamarnya dan mengambil tas lalu pergi dari rumah.

__ADS_1


Ruby naik taksi dan sampai di rumah keluarga Diano 15 menit kemudian. Sesampainya di depan gerbang masuk di kediaman keluarga Diano, Ruby berhenti. Ia teringat sesuatu.


"Eh bentar. Tante Cika kan nikah sama Om Dave, artinya dia sepupu aku? Oh My God! pantas aja Ayah ngelarang aku. Terus gimana ni?" gumam Ruby. Ia mondar-mandir di depan gerbang masuk kediaman keluarga Diano yang besar itu.


"Balik apa masuk ya?" tanya Ruby. Saat Ruby ingin berbalik dan pulang, pintu gerbang rumah bak istana itu terbuka. Ruby berbalik dan terkejut.


"Galang?" tanya Ruby. Gilang tertawa.


Boleh gak sih suka sama sepupu sendiri, Dia lebih ganteng dari pada Galang! Batin Ruby. Kip


"Gua Gilang. Lu siapa? Kaya pernah liat." ucap Gilang.


"Ah, Ruby Arlata." ucap Ruby.


"Arlata?" tanya Gilang. Muka Gilang yang tadi tersenyum langsung berubah jadi masam.


"Ngapain lu kesini?" tanya Gilang.


"A-aku pengen ketemu tante Cika." jawab Ruby.


"Oh ya, lu kan sepupu gua. Masuk aja Mama gua ada di dalam. Gua mau pergi dulu." ucap Gilang langsung pergi dengan menaiki sepeda motornya.


•••


Gilang mengendarai motor sportnya itu sendirian dan terkadang merapikan rambutnya yang terus mengganggu pemandangannya. Sebenarnya salah Gilang juga, ia tidak memakai minyak rambut dan membuat rambutnya yang sudah lumayan panjang itu hampir menutupi matanya.


Semua pengendara wanita melihat Gilang dengan tatapan menggoda. Gerakan Gilang yang merapikan rambut itu menarik perhatian para cewe-cewe yang mengidamkan cowo tampan seperti Gilang.


Gilang diam saja, padahal sedari tadi banyak pengendara mengikutinya agar melihat lebih banyak gaya keren dari seorang Gilang.


Arlata. Ntah kenapa gua dengar nama keluarga itu aja, rasanya gua pengen pergi sejauh mungkin. Kenapa sekarang gua harus sepupuan sama keluarga Arlata? Kapan gua bahagia? batin Gilang.


"Ni cewe-cewe ngapain ngikutin gua? Lama-lama gua botakin juga nu rambut gua!" ucap Gilanh kesal. Gilang pun berhenti di pinggir jalan, para pengendara wanita itu pun mendekati Gilang.


"Hai mas ganteng!" ucap salah satu pengendara itu yang rupanya ibu-ibu.

__ADS_1


Salah gua berhenti kayaknya. batin Gilang. Gilang pun kembali menaiki motornya dan mengendarai motornya dengan sangat cepat agar terhindar dari mereka semua.


"Maunya tadi gua pake masker!" ucap Gilang kesal.


•••


"Eh ada Ruby. Duduk dulu sini sama tante." ucap Cika. Ruby pun duduk di samping Cika.


"Ada apa?" tanya Cika.


"Tante, Gilang kembarannya Galang? Kok Ruby baru tau." ucap Ruby.


"Iya, tante baru ketemu sama Gilang baru ketemu beberapa hari lalu." jawab Cika.


"Ma, Galang nyusul Gilang ya." ucap Galang. "Eh ada Ruby. Ngapain lu di sini?" tanya Galang.


"Gilang kenapa?" tanya Cika.


"Oh, biasa Ma. Anak ganteng di kejar sama cewe-cewe. Galang mau bantuin Gilang. Gilang kan gak biasa sama cewe-cewe gituan." ucap Galang menatap Ruby tajam.


"Galang pergi ya ma!" ucap Galang langsung pergi.


"Jangan pulang malam!" balas Cika.


"Sip Ma!" jawab Galang dari depan pintu.


Galang nyindir gua! batin Cika.


•••Bersambung...


Kasian Gilang yaa..


Oke deh jangan lupa dukungan author ya. Like, Comment, Saran dan lain-lain. Terima kasih sudah senantiasa bersama novel Author yang masih banyam kekurangannya. Maaf ni, kalau novel author agak gak nyambung atau gimana. Author minta maaf yaa 😅


Gilang Derreno Diano

__ADS_1



Miriplah ya sama Galang, sebelas dua belas 😂


__ADS_2