Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Terima Kasih


__ADS_3

Rey sadar dari pingsannya. Ia memegang kepalanya dan menatap kesekitarnya.


"Bulan." panggil Rey. Bulan yang sedang tidur pun langsung terbangun. Ia senang melihat Rey kembali bangun dari pingsannya.


"Kak Rey gak apa-apa?" tanya Bulan. "Ada yang sakit? Bagian mana?" tanya Bulan khawatir.


Rey menggeleng dan memegang pipi Bulan dengan tangan kanannya. Ia tersenyum manis kepada Bulan.


"Kamu tau apa tentang kakak?" tanya Rey. Bulan kembali duduk di kursinya. Ia memegang tangan Rey yang berada di pipinya tadi. Ia mengelus tangan Rey.


"Maafin Bulan ya kak. Gara-gara Bulan kakak harus sakit gini. Kakak kenapa gak makan yang teratur? kenapa selalu begadang? kan jadi sakit?" tanya Bulan. Rey tersenyum, sudah lama ia tidak mendapatkan perhatian sepertin ini dari Bulan.


"Its oke, kakak gak apa. Kakak kan kuat kayak superhero. Jadi jangan khawatir oke." ucap Rey. Bulan mengangguk.


"Dede bayinya gimana? kamunya udah makan? jangan telat-telat makan." ucap Rey.


"Udah kak, tadi Bulan di paksa sama kak Elioz buat makan." ucap Bulan. Rey mengangguk saja. "Mau pegang perut Bulan?" tanya Bulan. Rey mengangguk antusias.


Rey meletakkan tangannya yang kekar ke perut Bulan yang sudah membesar. Tiba-tiba Rey menarik kembali tangannya dari perut Bulan.


"Kenapa kak?" tanya Bulan.


"Bayinya gak suka sama kakak. Masa waktu kakak pegang dianya nendang." ucap Rey polos. Bulan langsung tertawa keras. Menurutnya Rey yang polos seperti ini sangat lucu.


Rey sebenarnya tau kenapa bayi itu menendang. Ia menarik tangannya karna ia merasa bersalah. Ia tidak menjaga Bulan saat Bulan sedang hamil. Suami macam apa dia ini?


"Kak, dia nendang artinya dia senang ayahnya megang dia tau. Kakak lucu banget kalau llagi polos-polosnya hahaha." ucap Bulan tertawa. Rey ikut tertawa senang. Ia sangat senang jika Bulan senang.


"Eh kak." ucap Bulan memegangi perutnya.


"Kenapa Bulan? Ada yang sakit atau gimana?" tanya Rey.


"Perut Bulan sakit kak padahal ini belum waktunya melahirkan." ucap Bulan.


"Melahirnkan?" tanya Rey.


"Kenzo, Elioz!" teriak Rey. Tapi tidak ada yang datang. Rey yang tak tega melihat Bulan kesakitan, turun dari ranjang sakitnya dan melepaskan infus dengan kasar. Ia tak perduli jika tangannya berdarah.

__ADS_1


Ia menggendong Bulan dan keluar dari ruang rawatnya. Ia langsung pergi keruangan bersalin dan memanggil suster serta dokter.


Suster dan Dokter langsung masuk dan menangani Bulan. Rey duduk di kursi rumah sakit dengan masih memakai pakaian rawat.


"Rey kenapa? Kok lu gal pake infus?" tanya Elioz.


"Infusnya gua lepas." ucap Rey.


"Tuan muda lepas infusnya sampai tangan tuan muda berdarah?" tanya Kenzo. Rey heran dengan apa yang di bilang Kenzo. Ia pun melihat tangannya, dan benar saj tangannua berdarah.


"Eh Rey, lu bego apa kurang pintar? Ini kan rumah sakit besar. Lu kan tinggal pencet bel doang trus suster bisa datang buat liatin lu. Nah lu kan bisa minta bantuan sama suster itu. Gimana sih." ucap Elioz. Rey menepuk jidatnya. Ia benar-benar lupa kalau di ruangannya itu ada bel pemanggil suster atau dokter.


"Gua luoa. Gua panik banget. Lagian kalian kemaba? Gua panggil gak nyahut-nyahut." ucap Rey.


"Makan pak bos." jawab Kenzo.


"Masih aja mikirin makan." ucap Rey.


:Udah balik lagi ke kamar lu. Lu itu belum sembuh totak, baru juga bangun." ucap Elioz.


"Ga, karna gua udah di sini gua mau nemanin Bulan. Elioz lu jangan ngehalangin gua!" ucap Rey.


"Oh ya pak bos, bayi Ruby dan Tuan Gilang sidh lahir dengan jenis kelamin laki-laki." ucap Kenzo.


"Lah sati doang? Perasaan gua anaknya dua." ucap Elioz.


"Yang satu lagi meninggal Zo." ucap Kenzo. Rey sudah tak heran dengan Kenzo yang memanggil Elioz dengan namanya. Karna memang mereka seumuran dan mereka berteman cukup baik.


"Lu ngerasa lain kaga manggil gua Zo, sementara panggilan lu Zo juga." ucap Elioz.


"Gak terlalu lah." ucap Kenzo.


Setengah jam kemudian, dokter keluar denhan raut wajah yang bahagia. Rey langsung bangkit dari kursinya dan menghampiri dokter itu.


"Gimana?" tanya Rey.


"Bayi dan ibunya sehat. Bayi anda laki-laki. Selamat tuan." ucap dokter itu. Rey mengangguk. Rey langsung masuk tanpa di suruh. Ia melihat Bayinya sudah berada di samping Bulan.

__ADS_1


"Kak Rey." panggil Bulan. Rey melangkah dengan sangat bahagia sekaligus sedih. Ia masih merasa sangat bersalah kepada Bulan.


"Kakak yang kasih nama." ucap Bulan.


"Kenapa kakak?" tanya Rey.


"Kakak ayahnya." jawab Bulan.


"Tapi kamu ibunya." ucap Rey.


"Oke-oke, kakak kasih nama depannya aku kasih nama tengah dan belakangnya adalah nama keluarga Anggara." ucap Bulan. Rey mengangguk setuju.


"Aku kasih nama tengah dia Adnanlio boleh gak?" tanya Bulan. Rey mengangguk.


"Kenzard Adnanlio Anggara. Di panggil Ken. Anak dari Reyhan Anggara dan Bulan Anggara." ucap Rey lengkap.


"Kenzard? Ken? Bagus kak." ucap Bulan setuju. Rey bahagia karna Bulan setuju dengan usulan Rey. Elioz langsung mengambil bayi itu dari Bulan dan menggendongnya.


"Wah gak adil ni. Masa dia foto copy wajah Rey. Masa gak ada yang mirip sama Bulan. Gak adil ni. Buat lagi." ucap Elioz. Reu datang dengan senyum manis kearah Elioz dan membisikkan sesuatu.


"Bro, jangan cari masalah sama singa betina." ucap Rey. Elioz pun melihat kearah Bulan dan langsung bungkam melihat raut wajah Bulan dan tatapan Bulan yang seolah ingin menerkamnya.


"Hehe gak usah. Ini matanya mirip Bulan. Cukup satu aja gausah nambah. Nambah kalau kebablasan aja oke." ucap Elioz. Elioz pun memberi bayi itu kepada Kenzo.


"Baek-baek napa Zo. Ponakan gua ni. Ken!" ucap Elioz.


"Nama depan gua Ken, nama dia Ken juga. Pak bos ngambil nama saya?" tanya Kenzo.


"Ngadi-ngadi. Nama dia Kenzard bukan Kenzo!" ucap Rey.


"Siniin bayinya Bulan! Sekarang kalian keluar sebelum Bulan ngamuk!" ucap Bulan. Rey, Elioz dan Kenzo pun terpaksa keluar karna Bulan harus menyusui Ken.


"Men, kenapa lu gak masuk aja. Lagian lu kan udah main sama Bulan. Masuk gih." ucap Elioz. Rey pun mengangguk dan masuk kedalam ruangan Bulan.


Terjebak ajaran sesat anda pak bos! batin Kenzo.


•••Bersambung....

__ADS_1


Maaf kemarin author gak up, soalnya kemarin kuota author tiba-tiba habis waktu mau author serahkan episodnya 😅


__ADS_2