Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Akibat Saran Robin


__ADS_3

Jonah kini tengah berada di depan cermin kamar mandi. Tangannya bertumpu pada tepi wastafel. Pria itu sehabis mandi sepulang bertemu dengan Robin tadi.


Pria bernetra cokelat terang itu menatap pantulan bayangannya sendiri dari cermin. Ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Pikirannya dipenuhi oleh saran sialan Robin saat mereka bertemu tadi.


Jonah kepikiran juga pada akhirnya. Seperti kata Robin, seharusnya Jonah tak perlu segan jika memang ingin melakukannya. Tak peduli jika Ally menolak atau berontak, toh itu adalah tanggung jawab Ally sebagai istri.


Pikiran akan melakukan hal itu bersama Ally selalu terlintas dikepalanya. Jonah berhembus Jonah, pria itu lalu memutuskan untuk mandi sekali lagi, siapa tahu pikirannya akan tenang setelah diguyur air lagi.


Setelah beberapa lama berada di bawah shower, Jonah meringis kasar. Pikiran itu masih saja betah berlalu-lalang di otaknya. Tak ada cara lain selain mencobanya, Jonah mengumpulkan kebulatan tekadnya.


Jonah akhir menghentikan aktivitas mandinya karena badannya mulai kedinginan. Jonah segera menuju kekamar tidur. Bayangan tubuh Ally seketika muncul dibenaknya. Jonah meneguk ludah terlebih dahulu sebelum mendorong pintu.


Ally baru saja berganti pakaian. Gadis itu tengah sibuk mengikat tali jubah tidurnya. Jonah terpaku menatapnya.


Ally yang menyadari tatapan Jonah segera menegurnya. "Kenapa menatapku seperti itu? ada yang salah?"


Jonah menggeleng cepat. "Kenapa belum tidur?" tanyanya.


"Memangnya kenapa? apa pedulimu?" sinis Ally.


Jonah mendengus. Gadis ini sepertinya tak akan pernah bisa diajak berbaikan. Jonah segera melewati Ally untuk menuju lemari pakaian. Pria itu mengeluarkan sebuah jubah tidur lalu mengenakannya bertepatan saat Ally keluar kamar.


Segera setelahnya Jonah ikut menyusul Ally. Entah kenapa, tapi ia melakukannya.


Jonah melihat Ally yang kini duduk di meja makan sambil mengaduk segelas susu. Jonah bergerak menghampirinya lalu mengambil tempat duduk dihadapan Ally.

__ADS_1


Ally mengernyitkan keningnya heran. "Ada apa?"


Jonah hanya menggeleng sambil menatap Ally tanpa lepas.


"Sial, jangan menatapku seperti itu kau membuatku takut." celetuk Ally lalu meminum segelas susu hangat yang ia pengang itu.


Setelah meminumnya habis Ally segera bangkit untuk mencuci gelas bekasnya. Jonah mengekori Ally.


"Kau ini kenapa?" bingung Ally.


"Kenapa kau minum susu?" kata Jonah.


"Memangnya kenapa? tidak boleh?"


Ally mengerjap beberapa kali. "Entahlah..., tapi yang aku tahu minum susu sebelum tidur bisa meningkatkan kualitas tidur. Dan itu terbukti padaku." tutur Ally segera berbalik untuk mencuci gelas.


Jonah tersenyum miring lalu mendekati Ally. "Kalau begitu aku juga ingin minum susu."


"Ya sudah, tinggal kau buat saja sendiri." pungkas Ally.


"Bukan susu yang itu, tapi yang ini." Ally terperanjat saat merasakan Jonah memeluknya dari belakang. Kedua telapak tangan pria itu menangkup dadanya.


"Jonah lepaskan aku!" pekik Ally.


Tangan lelaki itu mulai bergerak nakal. Remasannya berhasil membuat Ally melenguh kecil. Ally berusaha menyingkirkan tangan Jonah.

__ADS_1


"Jonah kenapa kau tiba-tiba begini—ah!!" Ally terpekik saat Jonah meremasnya dengan kuat.


Pria itu dengan cekatan membalik tubuh Ally agar menghadapnya dan mendorong tubuh Ally agar menyentuh tembok. Ally membuka mulut ingin berbicara, dengan sigap Jonah membungkam mulut Ally dengan bibirnya. Ally terlihat kewalahan menerima ciuman Jonah yang kasar. Deru napasnya menjadi tak teratur. Antara gairahnya yang ikut bergejolak atau ia kekurangan udara akibat ciuman Jonah.


Jonah mulai membenamkan kepalanya dileher wanita itu. Ally otomatis mengangkat lehernya ketika Jonah bermain disana.


"Jonah, kau—" Ally kesusahan bicara karena menahan diri. Sentuhan Jonah membakar gairahnya, tapi disisi lain ada rasa takut yang membalutnya.


Jonah terus beraksi tanpa henti. Bibir Ally kembali dilumatnya, sementara salah satu tangannya sibuk meremas pantat Ally dibalik jubah tidurnya.


"Jonah sadarlah!" jerit Ally.


"Aku sadar, Ally. Aku sangat sadar." ucapnya menatap tajam. Nyali Ally langsung ciut.


Jonah menarik pinggang ramping Ally untuk dirapatkan dengan tubuhnya sementara bibirnya kembali menyapa bibir Ally.


Dengan satu tarikan, simpul pita yang Ally ikat tadi berhasil dilepas Jonah. Kini jubah tidur yang Ally kenakan terbuka menampilkan tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam.


Ally terperanjat dan saat itu pula ia menginjak kaki Jonah. Pria itu terpekik mengaduh kesakitan sementara Ally langsung berlari menuju kamar lalu segera menutup dan mengunci pintunya.


Jonah segera berlari menyusulnya. Terlambat baginya. Pintu kayu itu sudah tertutup rapat.


"Ally buka pintunya!" Jonah menggedor-gedor pintu menuntut dibukakan.


"Tidak akan!" teriak Ally dari dalam.

__ADS_1


__ADS_2