
Akad nikah pun selesai. Bulan turun dari kamar tempatnya bersiap tadi. Bulan di dampingi oleh Vina, Stella dan juga Risa. Bulan duduk di samping Rey. Bulan langsung menyalimi Rey dan Rey langsung menyiumi kening Bulan. Mereka pun bertukar cincin.
Acara akad pun selesai. Sekarang adalah acara resepsi Rey dan Bulan.
Risa sedang berjalan-jalan sambil menyapa para temannya yang ia undang. Risa yang marasa lapar pun mencari makanan untuk mengisi perutnya yang kosong.
Saat ingin mengambil kue bolu, tangan Risa langsung di tarik oleh seseorang.
"Lepasin!" ucap Risa.
"Shut!" ucap pria itu. Risa pun mendonggakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menariknya.
"Galang!" ucap Risa terkejut. Galang pun mengunci Risa dengan tangan kanannya agar Risa tidak lari dan tangan kirinya di masukkan kedalam kantong celananya.
"Shutt, diam dulu. Aku mau ngomong bentar sama kamu!" ucap Galang sambil menampilkan senyum mematikannya yang membuat wanita meleleh.
"Apa? dan cepat lah. Nanti kak Rey lihat!" ucap Risa. Galang pun mendekatkan wajahnya ke telinga Risa dan membisikkan sesuatu.
"Aku mencintai mu!" bisik Galang. Galang pun meniup leher Risa. Risa pun terkejut dengan tiupan nafas Galang.
"Apa?" tanya Risa sedikit kaget.
"Aku mencintaimu!" ucap Galang mendekatkan wajahnya kepada Risa. Reflek Risa pun menutup matanya. Galang semakin mendekatkan wajahnya, dan hendak mencium bibir Risa. Tapi sebelum itu terjadi, Vano datang mendorong Galang dan langsung memukul Galang. Galang kehilangan keseimbangan dan tersungkur.
"Sialan Kau!" ucap Vano. Galang pun mengelap bibirnya yang di pukul oleh Vano. Galang pun berdiri. Dia memperlihatkan senyum sinisnya.
"Mengacau!" ucap Galang. Galang pun pergi dari tempat itu. Vano yang tidak mau membuat rusuh di penikahan Rey, hanya diam membiarkan Galang melarikan diri.
Vano pun mendekati Risa dan memegang bahu Risa.
"Kamu gak apa?" tanya Vano. Risa yang mendengar suara Vano langsung memeluknya.
"Dia udah pergi. Kamu udah aman Ris!" ucap Vano. Risa tiba-tiba menangis di pelukan Vano. Vano pun membalas pelukan Risa agar dia tenang. Risa pun melepaskan pelukannya dari Vano.
"Dia mau ngambil ciuman pertama aku," ucap Risa.
"Kan udah aku bilang, jangan dekat-dekat sama Galang. Kamu gak mau dengar!" ucap Vano. "Tadi dia bilang apa sama kamu?" tanya Vano.
"Dia cinta sama aku" jawab
"Jangan percaya sama Galang. Dan jauhi Galang! Kamu paham?" tanya Vano. Risa pun mengangguk mengerti.
"Bagus!" ucap Vano. "Mau makan?" tanya Vano. Risa pun mengangguk.
"Lu mengacaukan rencana gua buat dapatin Risa, Stevano. Lihat pembalasan seorang Galang!" ucap Galang. Galang pun pergi menjauh.
•••
"Re, mau makan gak? biar aku ambilkan!" ucap Mita. Reano pun mengangguk. Mita pun mengambil makanan. Saat sampai di tempat beradanya makanan. Mita menggeleng kepala melihat Anak dan Ayah yang sangat rakus. Bahu Mita pun di sentuh dari belakang. Mita pun melihat siapa yang menyentuh bahunya itu.
"Ver?" ucap Mita.
"Sori ya Mita. Anak sama bapak sifatnya 11 12. Sampai sekarang aja Elang suka numpang makan di rumah lu, Kadang Zyan." ucap Verly.
"Its oke Ver. Lagian lucu juga liat anak sama bapak kompak gitu!" ucap Mita.
"Emang Rey sama Reano gak kompak?" tanya Verly.
"Berantem mulu kayak Tom And Jerry. Kalau akur pasti itu masalah kerjaan. Rey juga sih terlalu irit bicara." jelas Mita. Verly hanya mengangguk.
"Yuk makan!" ucap Verly. Mita pun mengangguk. Mereka berdua mengambil makanan untuk mereka makan.
•••
"Mau makan kak?" tanya Bulan.
"Gak!" jawab Rey.
"Dari pagi kakak belum makan lo. Mumpung sepi tamu." ucap Bulan.
"Gak!" jawab Rey lagi.
"Makan bolu deh. Aku ambilin ya!" ucap Bulan sambil bangkit dari duduknya.
"Gak!" jawab Rey menatap tajam Bulan. Bulan pun kembali duduk.
__ADS_1
"O-oke." jawab Bulan.
"Woi senyap bae lu berdua!" ucap Elang yang baru saja selesai makan. "Btw makannya enak, gua mau tambah tapi keburu kenyang!" ucap Elang.
"Terserah" jawab Rey.
"Aelah, udah nikah masih jadi kulkas aja lu Rey!" ucap Elang. Rey pun menatap kearah Elang dengan tatapan mematikkanya.
"Maaf, gua salah ngomong. Bulan ati-ati lu sama Rey ya. Anaknya buas!" ucap Elang langsung pergi dari tempat itu karna hawa tidak enak yang di pancarkan Rey.
•••
Galang kembali menarik tangan Risa. Ia membawa Risa ke tempat lebih sepi.
"Lepas! mau ngomong apa lagi?!" tanya Risa.
"Aku serius!" ucap Galang.
"Demi apa? kamu itu udah banyak beri harapan palsu sama cewe di luar sana. Apa lagi aku!" ucap Risa.
"Aku serius Clarissa!" ucap Galang lagi. Risa terdiam. Sebenarnya sejak SMA ia sudah suka dengan Galang duluan. Galang yang mudah tersenyum dan perhatian padanya itu, membuatnya jatuh hati kepada kakak kelasnya ini. Tapi ia tepaksa harus mengubur dalam-dalam perasaan itu karna Risa tau Galang memiliki banyak perempuan di luar sana.
"Seriusnya kamu itu cuman di omongan!" ucap Risa.
"Kamu gak percaya? Lihat mata aku!" ucap Galang. Risa pun melihat mata Galang. Ia melihat tidak ada kebohongan di tatapan mata Galang yang tulus. Risa hendak berbicara, tapi terhenti oleh Vano yang datang tiba-tiba dan kembali memukul Galang.
"Jauhi Risa!" ucap Vano. Kali Ini Galang tidak akan kabur lagi. Ia berdiri dan membenarkan letak Jas yang ia pakai.
"Jangan suruh gua jauhi Risa!" ucap Galang.
"Kenapa? lu takut rencana lu buat ngerusak Risa jadi gagal?" tanya Vano.
"Gua gak ada pikiran sama sekali buat ngerusak Risa seperti yang lu pikirkan Vano!" ucap Galang.
"Apa buktinya?" ucap Vano. Galang pun terdiam.
"Tidak ada? Udah gua duga, pasti Lu cuman mau ngerusak Risa dan membuangnya kayak wanita-wanita lu yang lain!" ucap Vano.
"Gua gak bermaksud gitu! Gua tulus sama Risa. Kenapa kalian selalu salah sangka sama gua?" tanya Galang.
"Iya gua salah. Gua ngaku gua salah. Emang gua gak bisa perbaiki kesalahan gua, dengan mulai semuanya dari awal?!" tanya Galang marah.
Jantung gua! batin Galang.
"Lu tau? Lu itu barang bekas! Gak layak buat Risa yang barang baru!" ucap Vano. Vano pun melihat muka Galang jadi pucat. Ia mendekati Galang.
"Lang, lu kenapa?" tanya Vano.
"Gua gak apa kok. Yang lu bilang semuanya benar. Gua emang gak pantas buat Risa. Gua kotor dan Risa suci, gua gak pantas. Udah jelaskan?" tanya Galang. "Lepasin gua!" ucap Galang. Vano pun melepaskan Galang. Galang tampak memegang dadanya.
Ada apa dengannya? batin Vano. Baru beberapa langkah, Galang langsung ambruk ke tanah.
Buk..
"Galang!" teriak Risa. Vano yang sedang sibuk dengan pikirannya pun langsung melihat Risa yang lari kearah Galang yang pingsan. Vano pun ikut menolongnya.
"Panggil orang dalam Ris!" ucap Vano. Risa pun mengangguk.
Wajahnya pucat sekali! batin Vano.
•••Bersambung...
Hayoo ada yang mau tau visual mereka gak? Ni author kasih biar kalian bacanya bisa sambil membayangkan karakter mereka ya.
Reyhan Austin Anggara
Bulan Verissa Zaynco
__ADS_1
Elang Arvion Bagaskara
Stella Adryana Dirgantara
Stevano Ardyansyah Dirgantara
Galang Alzeon Diano
Clarissa Laira Anggara
Leon Alandra Gerdion
Alvina Catrine Jafe
Revano Athala Arlata
Ruby Zivana Arlata
__ADS_1
Oke jadi itu gambaran visual dari pemeran "Menikahi Musuhku" Season 2. Semoga kalian gak bosan baca dan visualnya cocok sama kalian yaa 😊