Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Hakku


__ADS_3

Galang pun mengantar Risa setelah selesai makan di cafe tadi.


"Yakin gak mau masuk dulu?" tanya Risa.


"Enggak, aku udah di telfonin sama Mama terus. Kamu yang baik ya jangan lupa mandi jangan lupa maka juga!" ucap Galang sambil mengelus kepala Risa lembut.


"Iya!" jawab Risa.


"Aku pulang ya, titip salam aku buat Rey!" ucap Galang. Risa pun mengangguk. Mobil Galang pun berjalan menjauh dari rumah Risa. Saat ingin masuk ke dalam rumah, handpone Risa berbunyi. Risa pun langsung mengangkatnya.


"Ya kak?" tanya Risa sambil berjalan kedalam rumah.


"........"


"Bulan itu baik kak. Setelah aku pikir-pikir aku salah fitnah dia kaya gitu. Kak Rey udah jadi cair karna dia!" ucap Risa sambil membuka sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah.


"......."


"Kalau gitu kakak liat sendiri deh!" ucap Risa berjalan menuju kamarnya.


"......"


"Oke kita ketemu jam 8 malam di cafe biasa yaa!" ucap Risa kepada penelpon itu lalu menutupnya. Ia pun masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kamarnya.


Aku heran dengannya. Kenapa gak suka Bulan? Untung ada Galang yang nyadarin aku atau aku bakalan misahin kak Rey dengan Bulan. Humh, siapa yang menyesatkan? kenapa aku sangat pusing. Aku harus percaya siapa?! batin Risa


•••


"Ayolah Gembul!" ucap Rey.


"Jangan aneh-aneh kak!" ucap Bulan.


"Kita kan bermain! Dari mana kakak aneh-aneh?" tanya Rey.


"Iya gak aneh, tapi hukumannya yang aneh tau!" ucap Bulan.


"Gak aneh kok! Wajar aja hukumannya!" ucap Rey.


"Gak mau!" ucap Bulan.


"Yaudah kalau gak mau main, langsung aja ke intinya!" ucap Rey sambil berjalan mendekati Bulan.

__ADS_1


"Kak mau ngapain? Jangan aneh-aneh kak plis!" ucap Bulan. Rey semakin lama semakin mendekat sehingga tubuh Bulan terbentur ke tembok. Rey pun langsung mengunci Bulan dengan tangan kanannya.


"Kalau gak mau main, ayo langsung ke intinya!" ucap Rey.


"J-jadi niat kakak cuman karna kakak mau minta hak kak?" tanya Bulan.


"Aku suami mu, aku memang seharusnya meminta jatah!" ucap Rey


"E-em itu.. " ucapan Bulan tidak bisa di lanjutkan


"Itu apa?" tanya Rey.


"Reyhann!!!" teriak Mita.


"Oke aku paham!" ucap Rey. Rey pun keluar dari kamarnya dan menghampiri bundanya


"Ya bun?" tanya Rey tersenyum.


"Sejak kapan kamu pandai tersenyum Manis. Yaudahlah sana tidur dengan ayah mu. Bunda mau tidur sama Bulan." ucap Mita. Rey pun langsung memegang tangan Mita saat Mita hendak memasuki kamarnya.


"Bun, bunda mau punya cucu dari Rey kan?" tanya Rey.


"Iya, terus?" tanya Mita.


"Oh jadi kamu tega biarin Ayah di gigit nyamuk sedangkan kamu tidur di dalam? Pintar kamu ya Reyhan!" ucap Reano.


"Hm, besok aja. Hari ini bunda mau tidur sama Bulan!" ucap Mita. "Re kamu tidur sama Rey yaa. Byeee good night!" ucap Mita langsung masuk kedalam kamar Rey dan menutup pintunya.


"Ini semua salah Ayah. Seharusnya aku sedang proses pembuatan cucu untuk Ayah. Ayah malah menganggunya!" ucap Rey berjalan mendahului Reano.


"Dari mana salah Ayah. Kamu yang cari gara -gara sama ayah!" ucap Reano.


"Yaudah yah kita tidur di kamar ayah aja. Besok pagi-pagi baru kita tidur di sofa!" ucap Rey.


"Wah rupanya Rey gak selalu pintar ya!" ucap Reano.


"Gak pinter gimana yah?" tanya Rey.


"Bunda kamu itu pintar. Dia ngunci pintu kamar biar kita gak masuk!" ucap Reano.


"Oke, gimna kita nonton bola aja Yah. Ada Mancester United lawan Real Madrid!" ucap Rey.

__ADS_1


"Yok!" jawab Reano.


•••


"Aaa bunda penyelamat Bulan!" ucap Bulan sambil memeluk Mita.


"Penyelamat gimana?" tanya Mita.


"Tadi waktu bunda manggil kak Rey, Bulan mau di makan sama dia!" ucap Bulan polos. Mita pun tertawa terbahak-bahak. Ia mengerti apa yang di maksud Bulan.


"Sayang, Rey bukan mau makan kamu. Tapi mau kamu mengandung anaknya!" jelas Mita.


"Oh, tapi Bulan takut!" ucap Bulan pada Mita.


"Kalian belum pernah melakukannya?" tanya Mita. Dengan polosnya Bulan menggeleng.


Kat, anak lo terlalu polos. Lo kasih makan apa si Bulan, polos banget! Ini satu lagi Rey, masa Bulan belum di bobol kapan punya anaknya coba? Sama aja kayak Reano! Anak sama Ayah sama aja! batin Mita.


"Yaudah kamu tidur aja ya. Udah malem ni" ucap Mita kepada Bulan sambil mengelus-elus rambut Bulan.


•••


"Gol-gol! Yah gimana nih!" ucap Reano


"Sergio kurang ketengah Yah!" ucap Rey.


"Gelandangnya kurang mantap ni. Penyerangnya keren!" ucap Reano.


"GOLLL!" teriak Rey dan Reano.


"Bisingg!" ucap Mita sambil melempar bantal. "Bisa gak, gak usah berisik?! Semua orang udah pada tidur!" ucap Mita.


"I-iya maaf bunda!" uca Rey dan Reano.


"Awas ribut lagi!" ucap Mita kemudian pergi k kamar Rey.


"Bunda emang dari dulu galak Yah?" tanya Rey.


"Jangan di tanya kalau dulu!" ucap Reano.


••••Bersambung..

__ADS_1


Akhirnya Retwins akur juga ya 😂


Jangan lupa dukungannya ngalir terus yaaa. Biar author makin semangat. Untuk up yang bolong-bolong nanti author perbaiki dengan crazy up atau up dua kali yaa 😉


__ADS_2