Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Semuanya Belum Terungkap!


__ADS_3

Gilang berdiri di depan jendela besar kamarnya yang langsung menghadap kearah kolam renang. Ia termenung memikirkan sesuatu.


Sebenarnya siapa wanita di kamar ku saat di Hotel Grand itu? Kenapa Kevin marah sekali dengan ku. Siapa dia? Dan kenapa Kevin Arlata sangat ingin aku meniduri seorang wanita. Sampai aku di paksa meminum Anggur yang membuat ku mabuk. Batin Gilang.


"Kalau aku bertemu dengannya, aku pasti akan langsung minta maaf dan bertanggung jawab dengan semua yang ku lakukan padanya." gumam Gilang. Ia masih bingung dan sangat merasa bersalah.


Gilang sangat bingung dengan Kevin. Dia menyuruh Gilang meniduri seorang wanita agar Kevin bisa menjatuhkan keluarganya. Tapi saat Gilang sudah melakukannya, kenapa Kevin sangat marah kepadanya sampai-sampai ia di siksa fisik dan batin oleh Kevin. Untung saja ia bisa keluar dan di tolong Elioz.


"Bagaimana cara akau menyelidikinya?" gumam Gilang bingung.


"Tidak mungkin aku mengatakan semuanya kepada Mama dan Papa. Mereka pasti kecewa aku sudah merusak seorang perempuan walau aku tidak bisa mengendalikan diri sendiri karna aku mabuk." batin Gilang resah.


"Yo men. Mikirin apa?" tanya Galang sambil menepuk bahu Gilang. Mulai sekarang Galang percaya bahwa Gilang adalah kembarannya karna jika Galang berdiri di depan Gilang, Galang seperti becermin karna Gilang yang sangat mirip dengan Galang. Dan jangan lupa, ikatan batin anak kembar itu sangat kuat. Itu juga yang membuat Galang semakin percaya bahwa Gilang adalah saudara kembarnya


"Gak ada." jawab Gilang.


"Yaelah bilang aja brader. Gua kan kakak lu walau gua cuman tua lima menit dari lu, tapi gua tetap kakak lu!" ucap Galan semakin merangkul.


"Lu ada masalah sama cewe? curhat sama gua. Gua ahli cewe." ucap Galang dengan nada songong. Gilang pun menatap Galang sebentar lalu kembali menatap kaca besar di depannya.


"Janji jangan kasih tau sama Mama dan Papa." ucap Gilang.


"Yaelah brader, lu gak percaya sama gua?" tanya Galang.


"Nah, aku jadi ragu ngomong sama kau." ucap Gilang.


"Tau gak brader, bahasa lu lucu tau. Coba mulai biasakan panggil 'Lu-Gua' biar gak kaku ngomong sama gua." ucap Galang.


"Iya, lu janji gak bilang sama Mama Papa ya." ucap Gilang.

__ADS_1


"Oke brader, gua janji. Dan gua bakalan bantu lu sampai lu nikah!" ucap Galang.


"Gua nidurin cewe." ucap Gilang sesantai mungkin. Galang melepaskan rangkulannya dari Gilang dan bertepuk tangan.


"Wah keren saudara gua. Langsung tancap gas. Trus?" tanya Galang penasaran.


"Ya gua gak tau dia siapa. Bisa tolong gua buat cari dia? Gua mau tanggung jawab." ucap Gilang. Galang mengacak-acak rambut Gilang.


"Adek gua bertanggung jawab, bangga gua punya adek kaya lu." ucap Galang.


"Turunkan tangan lu dari kepala gua atau gua jatuhin lu dari balkon kamar gua!" ucap Gilang.


"Hehehe, sans men. Tau gak, lu lebih pantas jadi kakak gua karna lu lebih bijaksana. Tapi, gua keduluan keluar dari pada lu, ya lu gagal jadi kakak gua." ucap Galang.


"Ga usah brisik, bantu gua cari dia!" ucap Gilang.


"Siap adekku." ucap Galang. "Eh iya, Tu si Risa Anggara ganggu gua mulu. Dia siapa gua lupa." ucap Galang.


"Oh gua ketabrak truk. Tapi brader, gua kalau dekat dia jantung gua berdetak cepat. Jantung gua sakit lagi apa ya?" tanya Galang polos.


"Katanya ahli cewe, gituan doang gak tau. Itu namanya Cinta. Ya walau gua gak berpengalaman kali tentang cinta, tapi gua tau semua. Bukan kayak lu yang gak peka!" ucap Gilang langsung pergi.


"Gua? Gak peka? Salah liat kali lu. Mana pernah seorang Galang Diano gak peka!" ucap Galang.


•••


Ruby diam saja di meja makan. Ia seperti buronan saja. Ia berusaha sekuat mungkin untuk lepas dari kandang Singa, tapi ia malah di tolong oleh Harimau, siapa lagi kalau bukan Kevin.


Ia tau ayahnya itu brengsek, tapi Kevin tetaplah ayahnya. Menurut Ruby, yang salah itu adalah Ayumi, ibunya. Menurut Ruby sikap ibunya seperti Jalang, kenapa Revan malah membela Ayumi dibanding dengan Kevin?

__ADS_1


"Yah, ayah pasti tau siapa ayah dari anaknya Ruby!" ucap Ruby kepada Kevin. Kevin menatap Ruby.


"Tidak usah di pikirkan, Ayah tidak setuju kau menikah dengannya." ucap Kevin.


"Ayah ku mohon, anakku perlu seorang Ayah. Ruby gak mau dia jadi buah bibir masyarakat!" ucap Bulan.


"Ayah bilang kau tidak pantas dengannya, kenapa kau terus saja memaksa ayah?!" tanya Kevin menaikkan nada bicaranya. Baiklah kali ini Ruby tidak mau diam, ia ingin melawan ayahnya demi anaknya.


"Ayah kenapa? ini cucu ayah! Ayah mau dia menjadi buah bibir masyarakat? Ruby sebagai Ibunya sedih Yah! Ayah gak mikirin itu?" tanya Ruby.


"Ayah tidak akan membiarkan kau dengan dia. Kau bisa menikah dengan pria lain!" bentak Kevin. Ruby berusaha menahan tangisnya demi anaknya semua ia lakukan. Ia mengambil pisau buah yang berada di meja makan dan mengarahkannya ke nadinya.


"Ayah kasih tau atau Ruby mati!" ancam Ruby. Kevin pun terkejut dengan ancaman Ruby. Ia sangat sayang dengan Ruby tapi hanya tidak tau bagaimana menyampaikan rasa sayangnya itu.


"Ruby, kau gila? hanya karna ingin mengetahuinya, kau sampai ingin bunuh diri?!" tanya Kevin marah.


"Lebih baik aku mati Yah dari pada harus menanggung malu yang sangat besar jika melahirkannya. Ayah tidak bisa merasakannya karna ayah itu laki-laki! Aku perempuan Ayah! Aku punya harga diri! Ntah kenapa aku sekarang lebih berpihak kepada Bunda dari pada Ayah!" ucap Ruby.


"Baiklah, aku kalah. Letakkan pisau itu, aku akan memberi tau siapa ayah dari anak mu!" ucap Kevin. Ruby meletakkan pisau itu di meja makan dan menatap Ayahnya yang duduk di depannya.


"Katakan Yah, Ruby ingin dengar!" ucap Ruby.


Baiklah, aku akan jujur kepadanya. Setelah itu terserah dia ingin mencari si brandalan itu apa tidak. Paling-paling sekarang dia sudah jadi gembel. Mana mau Ruby dengan gembel. Batin Kevin.


"Dia.. "


•••Bersambung....


Yeee penasaran ya? Selamat menunggu untuk besok yaa. Mohon bersabar para permisa 😂

__ADS_1


Like jangan lupa ya, Comment, tambahkan ke favorit, Share juga ya, hadiahnya juga. Semua ini menambah semangat author lo.


__ADS_2