Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Pesan Misterius


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk hari ini. Risa bangun dari tempat tidurnya dan langsung di sambut oleh getaran handponenya.


"Ya kak?" jawab Risa.


"........."


"Sudah Risa bilang, Risa gak mau ikut campur lagi kak. Bulan emang gak salah, Risa aja yang salah paham sama dia."


"........."


"Apa? Aku gak yakin Bulan gitu kak!" ucap Risa berusaha mengingat terus apa yang di katakan oleh Galang. Agar dia tidak mudah salah paham lagi.


"......."


"Apa buktinya?" tanya Risa.


"Aku akan mengirimkannya pada mu!" ucap penelfon itu.


"Baiklah, kalau tidak ada bukti Risa gak mau telfon kakak lagi!" ucap Risa langsung mematikan telpon secara sepihak.


Tring..


Sebuah pesan masuk ke handpone Risa. Mata Risa langsung terbelalak melihat foto yang di kirim penelpon tadi.


Kali ini Aku akan benar-benar memisahkan kalian! Galang gak bisa mencegah aku! batin Risa.


•••


"Jadi kalian ngapain datang kerumah ku?" tanya Rey.


"Kaga usah galak-galak napa. Kita kangen lu doang!" ucap Elang.


"Kau anak keluarga Arlata?" tanya Rey


"Kenapa kau masih membenci ku. Aku sudah minta maaf atas perbuatan Kevin. Jangan mengingatkan ku padanya!" ucap Revan.

__ADS_1


"Kenapa kau dan Leon seperti ada dendam? Apa yang terjadi di rumah sakit saat itu?" tanya Rey.


"Tidak ada!" jawab Leon dan Revan kompak.


"Masak iya gk ada Kak? orang kemarin Kak Revan sama Leon bertengkar sampai pukul-pukulan!" ucap Vano. Leon dn Revan langsung menatap tajam Vano.


"Assalamualaikum!" ucap seorang pria.


"Kenapa kalian ramai-ramai kesini?" tanya Rey.


"Kami tidak kenal mereka!" jawab Elang. Bulan, Vina, Stella dan Risa pun keluar. Bulan langsung terbelalak melihat siapa yang datang.


"Elizaaa!" ucap Bulan sambil berlari dan memeluk Eliza.


"Kakak kenal aku?" tanya Eliza.


"Hei, Mommy mengirim foto mu kepada ku. Apa kamu tau aku sangat bahagia mendengar aku mempunyai saudara perempuan!" ucap Bulan.


"Apa kau tidak senang punya saudara laki-laki? Kalau begitu kakak pulang saja!" ucap Elioz. Bulan menahan tangan Elioz dan memeluknya. Dengan langkah cepat Rey memisahkan Elioz dan Bulan.


"Eh selo bro. Gua cuman mau kenalan sama adik gua!" ucap Elioz. Rey pun menatap tajam Elioz.


"Tuan muda, kemarin kan kita gak jadi dinner sama Mommy dan Daddy. Mereka rupanya mau mengenalkan saudara baru untukku dan itu mereka!" jelas Bulan.


"Tetap saja, jangan berpelukan dengan pria ini!" ucap Rey menatap tajam Elioz.


"Woi bro. Sini kenalan sama kita!" ucap Elang.


"Oh ya lupa perkenalan. Kenalin nama gua Eliozo Orlando Zaynco, kakak Bulan!" ucap Elioz.


"Yang cewe cantik?" tanya Vano. Seketika Bulan menatap tajam Vano seolah-olah Vano dilarang mendekati adiknya.


"Hai aku Elizabeth Elips Zaynco. Panggil aja Eliza. Aku adiknya kak Bulan. Senang berkenalan dengan kalian!" ucap Eliza.


"Hai, Gua vano. Yang di samping kiri gua namanya Elang. Yang di samping kanan gua namanya Revan. Di samping Elang namanya Leon. Cowo di samping Bulan si posesif boy, namanya Reyhan, kita manggilnya Rey. Tiga cewe itu temen bulan. Yang tengah namanya Stella kembaran gua. Di samping kiri Stella Vina. Di samping kanan Stella adiknya Rey, Clarissa kita manggilnya Risa!" jelas Vano.

__ADS_1


"Hai!" ucap mereka samua. Elioz dan Eliza tersenyum.


Tring...


Ada pesan dari handpone Bulan. Bulan langsung membukanya. Ia terbelalak melihat isi pesan tersebut.


You have a massange 📩


0812-xxxx-xxxx (Nomor tidak di kenal)


✉ Jauhi Rey atau akan ku sebar foto mu dan pria ini ke Media sosial. Agar semua tau istri seorang Reyhan Austin Anggara, sudah melakukan kesalahan di masa lalu!


Begitulah pesan yang di dapat oleh Bulan. Bulan pun melihat foto yang di kirim orang tersebut.


Ini kan 2 tahun lalu dan senior itu telah menjebakku. Tapi aku tidak melakukan apa pun karna seorang pria datang menyelamatkan ku! batin Bulan. Bulan pun langsung menghapus pesan tersebut.


Tak lama handpone Bulan kembali berbunyi dan pesan dari nomor yang sama.


✉ Jangan pernah mengahapus pesan dari ku atau kau tau akibatnya!


Bulan menjadi semakin kaget melihat pesan itu.


"Ada apa?" tanya Rey.


"G-gak ada kak!" jawab Bulan.


"Kok tegang gitu? Ada apa?" tanya Rey


"Gak ada kak. Bulan lapar ayo makan!" ucap Bulan sambil menarik lengan Rey.


Gimana cara ngasih tau kak Rey kalau gini caranya! batin Bulan.


••••Bersambung...


Hai para readers setia author. Jangan lupa vote dan like nya ya. Saran dan kritiknya juga agar novel author semakin baik.

__ADS_1


Tapi, menurut kalian siapa ya yang mengirim pesan itu? Komen di bawah yaa.


__ADS_2