Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Gilang Darreno Arlata


__ADS_3

"Kau kenapa?" tanya Elioz kepada pria itu.


"Aku di kejar. Ku mohon tolong aku." ucap pria itu. Elioz yang melihat banyak luka lebam di seluruh tubuhnya pun berniat untuk membantu.


"Gilang, don't run, you!" (Gilang, jangan lari kau!) teriak seseorang dari belakang pria yang bernama Gilang itu. Gilang pun langsung berdiri dan bersembunyi di belakang Elioz.


"What do you want?" (Apa yang kau mau?) tanya Elioz kepada mereka berlima.


"Give his then your life will be peaceful!" (Berikan dia, maka hidup mu akan tentram) ucap pria berbadan besar.


"Give his? Pass me first!" (Berikan dia? Lewati aku dulu!) ucap Elioz. Elioz pun mulai menendang dada seorang pria di depannya. Mereka pun lari keluar agar tidak ada keributan.


Saat sampai di luar, Elioz langsung menghabisi mereka berlima. Dengan senjata peredam bunyi yang selalu ia bawa kemana-mana dan kemampuan bela dirinya yang bisa di katakan sangat hebat, ia berhasil melumpuhkan lima pria itu dengan sangat mudah.


"Cih, weak!" (Lemah) ucap Elioz. Elioz pun menarik tangan Gilang pergi dari sana.


"Bagaimana mereka bisa mengejar mu? Apakah kau sudah lama di London? Dan kenapa kau bisa berbahasa indonesia?" tanya Elioz bertubi-tubi.


"Aku sudah sepuluh tahun di London. Aku tau wajahmu seperti wajah orang indonesia. Makanya aku berbahasa indonesia dengan mu!" ucap Gilang. "Tadi aku berusaha lari dari mereka, mereka sudah menyandera ku sedari aku bayi. Sekarang aku sedang mencari keluarga ku, tapi mereka mengetahui aku lari dan langsung mengejar ku." jelas Gilang.


"Kau sudah makan?" tanya Elioz.


"Belum. Mereka belum memberi ku makan dari pagi." ucap Gilang.


"Kau makan berapa kali sehari? lihat lah tubuh mu sangat kurus." ucap Elioz.


"Satu sampai dua. Terkadang aku tidak di kasih makan selama satu hari." ucap Gilang jujur. "Kita belum kenalan. Aku Gilang Darreno Arlata, panggil saja Gilang." ucap Gilang mengulurkan tangannya kepada Elioz.


"Eliozo Orlando Zaynco. Panggil saja kak Elioz karna kau sepertinya seumuran dengan adikku yang berada di rumah salit saat ini." ucap Elioz.


"Bolehkah aku menjenguknya?" tanya Gilang.


"Tentu saja!" ucap Elioz. Mereka pun pergi ke ruangan Ryan. Sampai di ruangan Ryan, sudah ada beberapa makanan di sana.


"Hai Ryan. Mau makan? kakak suapin." ucap Elioz. Ryan pun mengangguk. Mata Gilang dan Ryan pun bertatapan.


Kenapa dia mirip sekali dengan ku? batin Gilang.

__ADS_1


Apa aku sedang bercermin? batin Ryan.


"Kenapa kau mirip sekali dengan ku?" tanya Ryan.


"Aku juga berpikir seperti itu. Aku Gilang!" ucap Gilang mengulurkan tangannya kepada Ryan.


"Ryan!" jawab Ryan sambil membalas uluran tangan Gilang. Ryan dan Gilang merasa seperti ada ikatan batin yang kuat diantara mereka.


"Yok makan!" ucap Elioz. Elioz pun menyuapi Ryan.


Drrrttt... Drrtt..


Handpone Elioz berbunyi. Ia pun meletakkan mangkuk makanan Ryan dan mengangkat telponnya.


"Ya dek?" tanya Elioz.


"....."


"Kakak di rumah sakit, kamu kesini aja!"


"....."


"....."


"Yaudah kamu ke rumah sakit Haridson aja!"


"....."


"Ya bye!" ucap Elioz langsung mematikan telponnya.


20 Menit kemudian, Arzi, Katya dan Bulan tiba di rumah sakit itu.


"Kak Elioz!" ucap Bulan.


"Elioz kamu ngapain nak?" tanya Katya.


"Liat mereka berdua." ucap Elioz. Mereka bertiga pun melihat dua pria yang di tunjuk Elioz

__ADS_1


"Apa?! Galang ada dua?!" ucap mereka bertiga kaget.


Bodohnya aku! batin Elioz.


"Eh, Lang. Tolong jagain Ryan bentar ya!" ucap Elioz. Gilang pun mengangguk. Elioz pun menarik keluarganya keluar.


"Mom dia lupa ingatan. Sekarang namanya Ryan!" ucap Elioz.


"Hah? Gimana bisa lupa ingatan?" tanya Katya


"Jadi, sebelum Elioz dan Bulan mendarat. Elioz dengar kabar bahwa Galang udah meninggal. Elioz langsung telpon anak buah Elioz agar Galang di bawa ke London dan bisa mendapatkan jantung pengganti." ucap Elioz.


"Sekarang Galang lupa ingatan. Kenapa kamu merubah identitasnya?" tanya Arzi.


"Dad, ini semua demi Bulan. Galang akan masuk ke keluarga Gerdion dan membuat Leon mengakui semuanya. Sedangkan Gilang akan memasuki keluarga Anggara, sebagai Galang dan akan membuat Reyhan Anggara menyesali perbuatannya terhadap Bulan!" ucap Elioz.


"Tapi itu gak baik kak, itu balas dendam!" ucap Bulan.


"Dek, kakak beneran udah geram sama mereka. Mom, Dad. Elioz mohon biarin kali ini Elioz yang bergerak. Mangsa Elioz cuman Leon dan Rey gak lebih. Itu gak akan merusak keluarga Gerdion dan keluarga Anggara. Ini demi kebaikan Bulan Mom, Dad." jelas Elioz.


"Huft, baiklah. Tapi kita harus bicarakan ini dengan Gilang." ucap Arzi.


"Tapi sikap Gilang dan Galang berbeda kak!" ucap Bulan.


"Itu gampang dek. Bilang aja Galang lupa ingatan!" ucap Elioz.


"Gini aja, Gilang tetap Gilang dan Ryan tetap Ryan. Mommy dengar dari tante Mita, mereka lagi cari Gilang." ucap Katya.


"Mommy setuju?" tanya Elioz.


"Sebenarnya Mommy geram juga dengan Rey. Kenapa sikapnya berbanding terbalik dengan Reano dan Mita!" ucap Katya.


"Daddy setuju sama usulan Mommy kamu. Biarlah Gilang menjadi Gilang dan Ryan menjadi Ryan." ucap Arzi.


"Tapi wajah mereka sangat mirip. Apa gak bakalan ketauan kalau Kak Ryan itua adalah Kak Galang?" tanya Bulan.


"Pasti gak ketauan, kita cari caranya!" ucap Elioz. Katya, Arzi dan Bulan mengangguk.

__ADS_1


•••Bersambung....


Wau keluarga Zaynco ingin membuat Rey jera ni dan Leon bisa jujur, apa yang terjadi di hotel saat itu. Seru ni kayaknya balas dendam keluarga Zaynco 😂


__ADS_2