
3 Bulan kemudian...
Umur kandungan Bulan sudah masuk delapan bulan dan beberapa hari lagi akan memasuki bulan kesembilan. Dari bulan lalu ia sudah cuti dari kampusnya. Kakaknya juga sepertinya lebih mementingkan istrinya yang baru ia nikahi dua bulan ini.
Tak jarang juga Ezra mengunjungi Bulan dan berjalam-jalan dengannya. Hari ini ntah kenapa hati Ezra sangat senang sekali dekat dengan Bulan. Saat ini mereka sedang berjalan-jalan di taman sekitar rumah Elioz. Ya, sejak menikah, Elioz pindah ke rumah yang telah ia beli dan membawa Bulan bersamanya untuk tinggal dengan Jane, istrinya Elioz.
"Maaf ya ngerepotin kamu Zra." ucap Bulan. Ezra melihat wajah Bulan lalu tersenyum.
"Santai aja kali. Kali aja aku bisa jadi ayahnya." ucap Ezra.
"Apa?" tanya Bulan memang tidak terlalu mendengarkan perkataan Ezra.
"Ga ada. Tadi ada angin lewat." ucap Ezra.
"Yah, angin lewat aja di bilang." ucap Bulan cemberut.
"Jangan cemberut nanti muka kamu tambah jelek lo." ucap Ezra. Reflek Bulan memukul lengan Ezra kuat.
"Ulangin lagi?!" ucap Bulan kesal.
"Gak ada tuan putri, pangeran hanya bercanda." ucap Ezra lalu tertawa keras. Bulan masih tetap pada wajah cemberutnya.
•••
"Kita udah ada di New York. Masa dia ubah tempat meetingnya. Perusahaan apaan ni. Gak bekerja sama banget." ucap Rey kesal.
"Masih di sekitar Amerika Tuan muda. Mereka hanya menggant lokasi meetingnya. Mereka mengubah lokasinya yang berada kota Cambridge di dekat kawasan Harvard University." ucap Kenzo.
"Berapa lama kita sampai di sana?" tanya Rey
"Sekitar 2 sampai 3 jam tuan muda." jawab Kenzo. Rey hanya membuang napasnya kasar. Ia sangat kesal dengan Klien yang tidak profesional seperti ini.
"Gimana perkembangan pencarian Bulan?" tanya Rey.
"Tidak ada kemajuan tuan muda. Sepertinya Elioz Zaynco memang sedang bermain-main dengan kita. Saya juga dengar dua bulan lalu ia menikah dengan Jane dari keluarga Haridzon." ucap Kenzo.
"Sialan! Elioz sedang bermain-main dengan orang yang salah!" ucap Rey.
__ADS_1
Salah apa pak bos, udah mau sembilan bulan pak bos belum ketemu sama Nona. Tuan Elioz memang bermain sama orang yang tepat dan gegabah seperti anda pak bos. batin Kenzo.
Kenzo melajukan mobilnya menuju kawasan kota Cambrige.
•••
"Risa? Aku ingat kamu!" ucap Galang. Risa mencubit pipinya tetapi ia merasakan sakit. Artinya ia sedang tidak bermimpi.
"Beneran? Berapa Bulan kita pacaran dulu?" tanya Risa mengetes Galang.
"Sekitar dua bulan?" ucap Galang. Risa terkejut, jawaban Galang benar.
"Kapan Ulang tahun aku?" tanya Risa.
"Satu september." jawab Galang benar. Risa langsung memeluk Galang dengan erat. Akhirnya Risa bisa mendapatkan Galang kembali. Ia juga sudah bisa menerima kembali Bulan sebagai kakak iparnya.
Gilang dan Ruby turut senang dengan ingatan Galang yang telah kembali.
"Kalau ingatan Galang udah balik, berarti kamu gak kerja lagi?" tanya Ruby. Gilang menatap Ruby dan tersenyum sembari mengelus rambut Ruby.
"Duh." rintih Ruby. Gilang langsung menatap Ruby
"Kenapa?" tanya Gilang.
"Perut aku sakit!" ucap Ruby. Galang, Gilang dan Risa jadi kalang kabut. Galang menyiapkan mobil, Risa dan Gilang mencoba menenangkan Ruby. Ketika mobil sudah siap, Ruby segera di bawa kerumah sakit.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit. Ruby langsung di bawa ke ruang persalinan dan langsung di tanganin. Gilang tidak bisa duduk tenang ia sangat mengkhawatirkan Ruby yang akhir-akhir ini sedang mengisi kekosongan hatinya.
"Duduk dulu Men. Gua yakin dia baik-baik aja." ucap Galang.
"Gua gak bisa tenang Lang." ucap Gilang. Galang pun menarik Gilang untuk duduk dan berusaha menenangkan Gilang.
Satu jam kemudian, dokter keluar dari ruang persalinan dan tersenyum. Gilang langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.
"Selamat tuan muda anda sudah menjadi Ayah. Istri dan Anak anda dalam keadaan sehat. Anak anda.." belum selesai dokter menyelesaikan perkataannya, Gilang masuk begitu saja. Ia bahkan melewati dua box bayi yang berisi anaknya dan langsung ke ranjang sakit Ruby.
"Anaknya kembaran saya kenapa dok?" tanya Galang.
__ADS_1
"Tuan muda kehilangan satu anaknya. Tepatnya anak keduanya berjenis kelamin perempuan." ucap Dokter itu.
"Kenapa bisa gak terselamatkan dok?" tanya Risa penasaran.
"Kami minta maaf tuan, Anak perempuan dari tuan Gilang tertelan banyak ketuban membuat kami tidak bisa cepat-cepat menyelamatkannya karna akan mengancam nyawa anak laki-laki tuan muda Gilang." ucap Dokter. Galang dan Risa mengangguk.
"Nanti akan coba kami sampaikan." ucap Galang. Dokter itu mengangguk.
•••
Rey sudah siap dengan meetingnya. Ia dan Kenzo berencana untuk duduk sebentar di taman dekat sana.
Mata Kenzo terbelalak melihat seorang wanita sedang berjalan dengan seorang pria.
"Pak Bos, Itu Nona Muda!" ucap Kenzo sambil menunjuk seorang wanita yang tengah terkejut karna ada seorang pria berlutut dihadapannya dengan bunga di tangan laki-laki itu. Rey langsung kaget dan melihat arah pandang Kenzo. Rey terkejut ia bertemu Bulan di sini bersama seorang pria yang sedang berlutut dan memberikan Bulan bunga.
Sialan! batin Rey.
•••
Ezra sedang berlutut dan memberi Bulan bunga.
"Apa ni?" tanya Bulan.
"Bunga untuk tuan putri." ucap Ezra.
"Maksudnya?" tanya Bulan.
"Bulan, kamu kan udah di tinggalin sama suami kamu. Biarin aku mengisi kekosongan hati kamu. Biarkan aku yang menjadi ayah dari anak kamu. Biarkan aku menjaga kalian berdua." ucap Ezra tulus. Bulan terdiam.
"BULAN ANGGARA!" teriak seseorang.
•••Bersambung...
Wah, salah orang lagi gak tu?
Jangan lupa selalu dukung author dengan cara klik Like, Rate, Hadiah (Bagi yang belum mengupdate aplikasi Noveltoon/Mangatoon Mohon segera mengupdatenya karna banyak sekali fitur-fitur menarik baru dari Novel/Mangatoon baru), dan Comment serta saran yaa 😃
__ADS_1