Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Menerima


__ADS_3

Keesokan harinya mereka sudah setuju dengan rencana gila yang di miliki Reano. Hanya Arzi saja yang masih tidak setuju.


"Yaelah, yang gua kasih kan anak gua, anak lu kaga. Kenapa lu risih banget?" ucap Reano.


"Risih lah gua. Anak gua satu-satunya, di tambah ide gila lu merusak anak gua!" ucap Arzi.


"Mohon bersabar Bro. Ini cobaan." ucap Zyan.


"Cobaan kaki lu di bawah!" ucap Arzi.


"Ya, emang kaki gua di bawah. Ya kali kaki gua di atas, Apa jadinya tu?" ucap Zyan


"Lah gak perduli gua!" ucap Arzi. Rey pun datang untuk sarapan.


"Ni minum susu kamu dulu." ucap Mita. Rey pun langsung meminumnya. Memang rutinitas Rey sehabis berenang langsung meminum susu.


"Rey liat Bulan gak?" Tanya Katya.


"Gak." jawab Rey singkat. Muka Katya pun terlihat kesal. Ia berpikir sekali lagi, apakah ini anaknya si tomboy Mita dan Si pintar Reano atau bukan? Sifatnya jauh beda dengan orang tuanya.


"Mommy!" panggil Bulan.


"Ck, Brisik!" gumam Rey. Bulan pun duduk si samping Rey. Sontak Rey langsung pindah tempat duduk. Bulan pun mengikuti Rey yang berpindah tempat duduk dan duduk di sampingnya.


"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Rey sambil menatap tajam Bulan. Bulan tak perduli, ia tetap duduk di samping Rey.


"Gini lah dari kemarin. Besok kan kalian nikah!" ucap Mita. Rey yang sedang meninum air putih pun langsung tersedak.


"Uhuk, uhuk, uhuk" suara batuk Rey. Mita pun menghampiri Rey san mengelus punggung Rey.


"Makanya minum pelan-pelan dong Rey!" ucap Mita.


"Terkejut Bun." jawab Rey. "Kenapa besok?" tanya Rey sambil melihat kearah Reano.


"Kita maunya besok!" jawab Reano. Rey pun diam tak menjawab. Ia hanya fokus dengan rotinya. Memang, Mereka tidak menginap di rumah Reano, Mereka datang pagi-pagi kerumah Reano agar biaa berenang bersama seperti di pantai.


"Baiklah, asalkan aku tinggal di rumah ku sendiri!" jawab Rey sambil menatap Reano dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Bibir Reano pun melengkung sempurna. Ia tersenyum melihat anak sulungnya akhirnya menerima pernikahan ini.


"Oke, Ayah setuju!" ucap Reano. Rey pun mengangguk pelan dan kembali fokus dengan makannya.


Dia menerimanya? Baiklah misi ku akan di mulai besok! ucap Bulan.


Reano dan yang lainnya sangat senang mendengar Rey akhirnya mau menerima pernikahan yang mereka rencanakan sedari Rey sudah lahir.

__ADS_1


•••


"Kak Leon, mau air?" tanya Vina. Mereka masih di kolam renang yang berada di rumah Reano.


"Tidak" jawab Leon.


"Kalau buah?" tanya Vina


"Tidak" jawab Leon


"Kakak mau apa?" tanya Vina.


"Kau menjauh dari hidup ku!" ucap Leon. Ia pun beranjak dari kursinya dan masuk kedalam kolam renang, bergabung dengan Elang dan Vano.


"Usaha terus. Aku yakin kamu pasti bisa menangi hatinya kak Leon!" ucap Stella.


"Ya, aku gak bakalan nyerah kok!" ucap Vina.


"Hai!" sapa Galang.


"Galang!" ucap Risa kaget. Risa pun menghampiri Galang.


"Kok kamu bisa masuk?" tanya Risa.


"Makin cantik aja!" ucap Galang dengan senyum smirknya yang membuat para wanita bisa meleleh. Risa langsung terbengong melihat senyum smirk yang di miliki Galang.


"Ngapain lu kesini?!" tanya Vano. Galang pun melepaskan tangannya dari pipi Risa. Risa langsung memegang pipi yang di pegang oleh tadi Galang dengan perasaan bahagia.


"Terserah gua lah. Emang lu yang punya rumah?" tanya Galang senyum tipis.


"Trus kenapa lu megang-mengang Risa? Kalau Rey tau pasti lu bakalan mati di tangannya!" ucap Vano. Galang pun mendekati Vano dan menepuk pundaknya.


"Jangan harap lu dapatin Risa. Lu liat tadi? gua cuman megang pipi dia, tapi perasaannya sudah bahagia. Apa lagi gua jebolin!" ucap Galang.


"Jangan macam-macam lu!" ucap Vano.


"Gua gak macam-macam kok. Cuman satu macam doang. Gak lebih!" ucap Galang. Galang pun menepuk pundak Vano dua kali lalu masuk kedalam kolam renang. Vano langsung terpikiran dengan apa yang di katakan Galang tadi. Ia takut Risa terjebak perangkap pesona Galang yang berandal dan mempunyai banyak wanita.


•••


"Mana Cika? berantem lagi lu?" tanya Zyan.


"Gua tahan hidup sama dia hanya karna Galang. Tapi liat, dia sama sekali gak mendidik Galang sampai dia di D.O sama kampus 2 kali! Kalau gini caranya, gimana cara Galang ngelanjutin perusahaan gua kalaingak kuliah?!" ucap Dave kesal.

__ADS_1


"Sori ya, Kembaran gua buat lu rusuh. Dia cuman kurang kasih sayang kok, makanya dia kayak gitu." ucap Ciko.


"Its oke Ko. Lu gak usah minta maaf. Dia aja yang harus belajar jadi kayak lu!" ucap Dave.


"Trus Galang gimana?" tanya Reano.


"Gua berharap aja dia dapat cewe baik-baik dan bisa buat dia berubah!" ucap Dave.


"Yang penting bukan anak cewe gua!" ucap Reano. Dave pun tersenyum.


"Iya, gua gak mau juga kalau Galang dekat sama anak cewe lu yang polos Itu. Bisa-bisa anak lu yang ngikut Galang!" ucap Dave.


"Nah pinter juga lu!" ucap Reano.


"Gua berharap aja ada yang mau sama Galang. Nerima apa adanya Galang." ucap Dave.


"Maksud lu?" tanya Arzi.


"Galang kan lahir prematur. Fisik dia gak kuat, apa lagi jantungnya. Gua cuman berharap dia bakalan kuat sampai dia ketemu jodohnya yang seseungguhnya!" ucap Dave.


"Galang sakit?" tanya Reano.


"Itu terjadi karna Cika gak bener jagain Galang. Galang main bola sendiri, waktu itu bolanya terlepas dan bergelinding ke jalan. Saat mau ngambil bola itu, ia tertabrak truk. Waktu di runah sakit, dokter bilang jantungnya terluka parah. Kalau tidak di donorkan jantung, jantungnya bakalan lemah dan terus-terus membuatnya pingsan kalau kecapekan." jelas Dave.


"Serumit itu?" tanya Reano.


"Ya, dan parahnya dia anak gua satu-satunya. Gua udah bertekat buat dia bahagia. Galang itu anaknya pintar, senakal-nakalnya dia, dia tetap loncat kelas terus di SD, SMP atau pun SMA!" jelas Dave.


"Iya sih, cuman perlu memperbaiki sikapnya aja" jawab Arzi.


"Sori-sori gua jadi curhat. Gua cuman sedih Galang gak bisa bahagia kayak anak lain. Dia korban broken home dan korban kelalaian Cika sebagai ibu!" ucap Dave.


"Semoga dia dapat cewe yang baik-baik ya!" ucap Zyan


"Thanks bro!" ucap Dave.


•••Bersambung...


Maaf author kurang semangat buat nulis. Kalian gak mau ngevote author, likeya juga berkurang 😩


Author jadi kurang semangat buat nulis 😔


Jangan lupa Like, Comment, Vote dan share ya biar ramai dan author bisa semangat buat nulis novelnya lagi 😄

__ADS_1


Kalau kalian gak suka, author minta maaf ya. Autho tamat kan aja deh kalau kalian gak suka 🙏


__ADS_2