
"Risa awas!" teriak Galang sambil berlari menghampiri Risa. Dengan cepat Galang mendorong Risa kesisi lain jalan. Saat Galang hendak menghindar, ia lebih dulu tertabrak truk itu karna kecepan truk yang diatas rata-rata membuat Galang susah menghindar karna laju truk dan kekuatannya berbeda jauh.
Brak..
Galang terjungkal karna kekuatan truk itu, membuat dia kaget dan terseret dari tkp.
Risa yang baru saja berdiri dari jatuhnya langsung terkejut melihat keadaan Galang yang berlumuran darah.
"GALANG!" teriak Risa berlari menghampiri Galang.
"Galang!" teriak Vano. Vano juga menghampiri Galang yang tertabrak truk itu.
"Van, tolong aku bawa Galang ke Rumah sakit hiks." ucap Risa menangis.
"Van, gua minta sama lu jagain Risa kalau gua udah gak kuat lagi." ucap Galang lemah
"Gak Lang, lu pasti bisa bertahan. Ayo ke kerumah sakit!" ucap Vano sudah bersiap mengangkat Galang.
"Gak, gua tau lu cinta sama Risa. Makanya gua berani nitip Risa sama lu. Lu tau jantung gua lemah. Kemungkinan besar gua gak selamat. Gua titip Risa" ucap Galang dengan nada tersendat-sendat. "Risa jaga diri ya. Makasih atas segalanya" ucap Galang memegang pipi Risa dan tersenyum hangat. Risa terus menerus menangis. Perlahan mata Galang tertutup sempurna.
"Gak-gak, GALANG!" teriak Risa menangis terisak-isak.
Rey dan yang lain pun datang. Mereka langsung membantu menggendong Galang untuk masuk kedalam mobil dan segera di tangani.
__ADS_1
"Kak Galang kak!" ucap Risa sambil menangis tersedu-sedu kepada Rey.
"Risa yang sabar. Kakak tau kamu sedih. Tapi kita harus segera bawa Galang ke rumah sakit!" ucap Rey. Risa pun mengangguk. Mereka semua pun masuk kedalam mobil. Mobil pun di nyalakan dan di jalankan dalam. kecepatan tinggi.
10 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. Galang langsung di masukkan ke IGD untuk di tangani.
"Kak gimana kalau Galang kenapa-napa?" ucap Risa menangis.
"Tenang Risa, Galang pasti bakalan baik-baik aja kok!" ucap Rey.
"Kak, Jantung Galang itu lemah dan dia belum dapat donor jantung!" ucap Risa.
"Risa tenang lah. Galang itu kuat. Dia pasti bisa!" ucap Rey.
"Belum tau om!" jawab Rey.
"Pasti kamu yang buat Galang kecelakaan? Iya kan?!" tanya Cika sambil berjalan mendekati Risa. Risa hanya diam dan menangis.
"Emang ya keluarga Anggara dari dulu itu buat masalah terus. Sekarang anak semata wayang ku juga jadi incaran mereka!" ucap Cika.
"Cika udah! Lu bisa gak diam sedetik aja. Ini rumah sakit!" ucap Dave.
"Emang lo gak mikir apa? Galang anak semata wayang gue. Kalau dia kenapa-napa. Dia yang gue salahin!" ucap Cika sambil menunjuk Risa.
__ADS_1
"Maksud lo apa, asal tuduh anak gue!" ucap Mita.
"Ini dia ibu dari biang masalah. Lo tau gak hah?! Anak lo ini buat anak gue kecelakaan!" ucap Cika.
"Cukup!" teriak Reano.
"Kenapa kalian tidak bisa diam?! ini rumah sakit?!" ucap Reano. Mereka pun segera diam.
Tak lama dokter keluar dari IGD.
"Keluarga tuan muda Galang!" panggil dokter itu.
"Ya?!" ucap Cika dan Dave bersamaan.
"Mohon bersabar ya. Kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi karna terlambatnya proses donor jantung, membuat tuan muda tidak bisa kami selamatkan. Dikarnakan kondisi jantung yang sudah sangat lemah saat insiden terjadi. Jadi sekali lagi kami turut berduka cita. Saya permisi!" ucap Dokter itu. Mereka semua kaget mendengar hal itu. Cika dan Risa mendadak pingsan.
"Cika!Risa!" ucap Dave kaget.
"Bawa ke IGD!" ucap Reano.
•••Bersambung...
Galang 😭, kamu kok pergi sih. Kasian Risa 😭. Jangan lupa dukungan author ya 😢.
__ADS_1