Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Perencanaan


__ADS_3

"Makasih ya!" ucap Bulan.


"Iya, sori masalah tadi!" ucap Vano. Bulan pun mengangguk. Bulan kembali duduk di samping kedua orang tuanya.


"Dia Vano kan? anaknya tante Arumi sama Om Ciko?" tanya Katya kepada Bulan.


"Gak tau Mom. Yang bulan tau nama dia adalah Stevano!" ucap Bulan. Katya pun mengangguk mengerti.


"Sayang, gimana menurut kamu tentang Rey?" tanya Katya.


"Anaknya dingin, irit bicara, jarang tersenyum, mukanya datar tetapi ganteng banget Mom, tinggi lagi!" ucap Bulan.


"Jadi kamu menyukainya?" tanya Katya.


"Tidak!" jawab Bulan.


"Kenapa?" tanya Katya.


"Aku tidak suka orang dingin Mom!" ucap Bulan Katya pun tersenyum.


"Mit, aku setuju!" ucap Katya.


"Beneran ni? Lo emang sahabat baik gue Kat!" ucap Mita.


Flasback On 🍃


Mereka masih berkumpul di satu meja yang sama. Membicarakan masa muda mereka dulu. Elang dan Rey yang merasa bosan ingin keluar dari sini.


"Ma, Elang bosan. Mau ke tempat lain dulu lah, mau makan!" ucap Elang kepada Verly.


"Makan terus, nanti gemuk lo!" ucap Verly menakut-nakuti Elang yang tak suka gemuk.


"Ya sudah Elang main game di sana aja. Bosan di sini!" ucap Elang. Katya pun mengangguk setuju.


"Bun, Rey nyapa kolega dulu" ucap Rey tak bernada seperti biasanya. Mita pun mengangguk.


"Nah mereka udah pergi ni. Gue ada ide!" ucap Mita.


"Apaan?" tanya Reano, Arzi, Katya, Verly, Zyan, Ciko, dan Arumi.


"Gimana kalau Rey di jodohkan sama Bulan. Kali aja kalau Rey di jodohkan sama Bulan yang ceria, dia bisa jadi hangat lagi!" ucap Mita.

__ADS_1


"Gak-gak, bulan calon mantu gue. Dia bakalan sama Elang!" ucap Verly.


"Yakin? Elang aja dari kemarin ngejar Stella terus!" ucap Arumi


"Jan boong lo Rum!" ucap Verly.


"Ngapain aku bohong?" tanya Arumi.


"Yaudah Deh, Elang sama Stella aja biar bisa bersikap dewasa!" ucap Verly.


"Gua sih setuju aja kalau anaknya mau!" ucap Ciko.


"Gua mah ngikut juga!" ucap Reano. Tak lama Bulan pun sampai di tempat mereka dengan Stevano.


"Nah tu Bulan sama anak aku. Jadi Bulan mantu aku!" ucap Arumi.


"Orang dari kemarin Vano ngejar Risa sampai kerumah!" ucap Mita. Arumi diam, ia sebenarnya tak terlalu ikut campur dalam urusan anaknya.


Flasback Off 🍃


"Ada apa Mom?" tanya Bulan.


"Iya, lagian pestanya udah selesai. Liat tamu undangan pada pulang semua." ucap Mita. Katya pun mengangguk lalu berpelukan dengan Mita dan Verly. Sebenarnya Katya masih rindu dengan kedua sahabatnya itu. Mereka semua pun pulang kerumah masing-masing.


Sesampainya dirumah, Katya menyuruh Bulan untuk duduk sebentar. Ia ingin membicarakan tentang perjodohan yang ia buat dengan Mita.


"Ada apa Mom?" tanya Bulan kepada Katya.


"Sayang kamu udah ada pasangan?" tanya Katya


"Belum Mom, emang kenapa?" tanya Bulan.


"Kamu, Mommy jodohkan dengan Rey." ucap Katya.


"Rey yang dingin itu Mom? Gak Bulan gak mau!" ucap Bulan.


"Bulan, setidaknya kamu pendekatan dulu sama Rey. Anaknya baik!" timpal Arzi


"Enggak Dad, aku gak suka orang dingin!" ucap Bulan.


"Bulan, Daddy mau ada yang ngejaga kamu. Kamu itu anak semata wayang kita. Pada saatnya manusia akan kembali ke tanah, sebelum waktu itu tiba Daddy ingin ada orang yang jagain kamu!" ucap Arzi. Bulan pun tersentak dengan perkataan dari Daddynya itu. Ia sangat sedih mendengarnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau kalian. Bulan tau itu yang terbaik buat Bulan." ucap Bulan tersenyum.


•••


"Gak!" satu kata singkat keluar dari mulut Rey.


"Kenapa Rey? Kamu masih mikirin cewe itu? Siapa namanya? Ah itu tidak penting. Kamu harus menerimanya!" ucap Reano.


"Rey bukan mikirin dia Yah. Rey gak mau nikah! Rey lebih memikirkan karir Rey!" ucap Rey. Baru kali ini mereka mendengar banyak kata keluar dari mulut Rey.


"Rey ayolah, jangan buat Bunda marah!" ucap Mita.


"Turutin aja kak. Lagian nyenangin orang tua kan dapat pahala!" ucap Risa.


"Anak kecil gak usah ikut campur!" ucap Rey dingin. Risa pun terdiam, walau sudah biasa mendengar nada dingin dari kakaknya, ia tetap saja takut.


"Rey, apa salahnya nurut sama kami?" kali ini Reano berbicara dengan nada sedikit tinggi.


"Aku tidak mau Yah!" ucap Rey. Rey pun pergi dari ruang keluarga dan masuk ke kamarnya.


"Susah ni" ucap Reano.


"Lagian sifat keras kepalanya menurun sekali!" ucap Mita sambil melihat Reano.


"Oh ya Risa, kamu jangan dekat-dekat dengan Galang!" ucap Reano.


"Kenapa Yah?" tanya Risa.


"Galang itu berandalan. Walau dia anak sahabat Ayah, tapi dia seperti tidak terurus. Dia juga terlalu bebas. Jangan terlalu dekat dengannya, Ayah gak mau kamu juga ikutan kayak dia!" ucap Reano. Risa pun mengangguk setuju dengan nasihat Ayahnya.


"Kakak kamu aja gak terlalu suka sama dia. Dia lebih milih Elang yang membuatnya terganggu dari pada Galang yang membuatnya tenang!" ucap Mita.


"Iya Yah, Bun. Risa gak bakalan terlalu dekat kok sama Kak Galang!" ucap Risa tersenyum.


•••Bersambung...


Wah, bahaya nih si Galang. Kalian setuju gak sih, Risa sama Galang? Atau Risa sama yang lain? Comment ya.


Jangan lupa selalu dukung Author dengan memberikan author like dan share novel ini agar lebih ramai lagi. Makasih 😊


#Salam Manis Author 😘

__ADS_1


__ADS_2