
Seminggu telah berlalu tapi tidak ada juga kabar tentang Bulan. Rey sangat ingin menyerah, tapi jika mengingat wajah manis dan cantik Bulan, ia ragu untuk menyerah.
Rey duduk di gazebo taman yang berada di sekitar apartemennya. Rey termenung memikirkan apa yang selama ini ia perbuat.
Elioz itu sangat licik, dia menyembunyikan Bulan ntah di mana. Aku sampai kewalahan mencarinya. Apa ini adalah waktu untukku menyerah? batin Rey. Ia sangat frustasi dengan permainan 'Petak Umpet' yang di katakan oleh Elioz waktu itu.
"Kenapa di harus ikut campur dalam masalah rumah tanggaku. Kenapa dia suka sekali mengurusi kehidupan orang lain!" ucap Rey kesal. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.
Drettt... Drettt...
Handpone Rey berbunyi. Itu panggilan dari Elang. Ia malas sekali untuk mengangkatnya. Handpone Rey terus-terusan berbunyi. Akhirnya Rey mengangkatnya dan langsung memarahi Vano.
"Sudah ku bilang kalau tidak penting tidak usah tidak ush menganggu ku." ucap Rey
"Penting kali ini. Dengarin gua dulu!" ucap Elang.
"Apa? Cepat!" ucap Rey.
"Ruby sama Gilang mau nikah Men! Wih gila kan!" ucap Elang mulai menggosip.
"Apa?!" ucap Rey tekejut
"Iya men. Jadi anak yang di kandung si batu akik itu, anaknya Gilang." ucap Elang.
__ADS_1
"Tapi gimana bisa? mereka kan sepupu!" ucap Rey.
"Apa yang kaga bisa di dunia ini. Menurut gua cuman satu yang gak bisa." ucap Elang.
"Apa?" tanya Rey serius.
"Dapatin hati Stella. Hatinya keras kaya batu men." ucap Elang. Muka Rey berubah menjadi datar kembali.
"Kapan pernikahan itu?" tanya Rey.
"Besok. Lu diundang kan? Nak kebetulan gua gak ada temen kesana. Lu cepat balik ke Indo ye. Masa gua kondangan sendiri." ucap Elang.
"Trus, masalahnya sama aku apa?" tanya Rey.
"Lu harus nemanin gua ke kondangan. Lu ganteng-ganteng bego ya." ucap Elang. Malas mendengar ocehan tidak jelas dari Elang, Rey langsung mematikan sambungan telfon itu secara sepihak.
•••
"Saya mohon tuan muda. Maafkan saya, saya akan merestui anda dengan Jane." ucap Gerry memohon kepada Elioz. Elioz sangat puas, akhirnya ia bisa membalas sakit hati yang selama ini ia pendam. Sebenarnya ia sangat kasian dengan Jane yang harus bekerja sendiri demi menghidupi keluarganya yang perusahaannya di buat bangkrut dalam semalam oleh Elioz.
"Atas dasar apa kau memohon pada ku? Kalau mau memohon, memohon sama Uncle Arzi." ucap Elioz. Gerry dan Jeniffer sangat kesal, ia merasa dirinya di permainkan oleh Arzi dan Elioz.
"Saya mohom tuan muda. Kalah tuan muda tidak membantu kami, perusahaan kami akan bangkrut total" ucap Jennifer.
__ADS_1
"Trus apa hubungannya sama saya jika anda berdua bangkrut? Memangnya keluarga Zaynco akan jadi gembel jika kalian bangkrut?" ucap Elioz menekankan kata 'Gembel' dan tersenyum sinis.
"Elioz! Kali ini aku yang memohon sama kamu. Maafin kedua orang tua aku!" ucap Jane baru saja datang. Elioz terkejut melihat Jane yang datang. Jane langsung berlutut mengikuti kedua orang tuanya. Ia berlutut di hadapan Elioz yang tengah berdiri dengan angkuh.
"Jangan berubah hanya karna kamu naik pangkat Elioz. Aku tau mereka salah, maafkan mereka. Aku janji mereka gak ngulangin kesalahan yang sama. Aku mohon Elioz." ucap Jane memohon kepada Elioz. Ini lah kelemahan Elioz, Jane. Ia tidak bisa menolak permintaan orang yang paling dia cintai itu. Elio membungkuk dan membantu Jane untuk berdiri.
"Jane, kamu kasih pelet apa sih? Kenapa aku selalu gak hisa nolak permintaan kamu." ucap Elioz sambil memeluk Jane. Jane membalas pelukan Elioz, ini yang di rindukan oleh Jane. Pelukan hangat dari bahu lebar yang elioz punya.
Elioz melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tua Jane.
"Oke, aku akan membantu kalian menaikkan harga saham di pasar saham. Tapi, aku akan menikahi Jane seminggu lagi! Jangan kalian bawa dia kabur atau kalian tau akibatnya jika melawan Elioz Zaynco!" ucap Elioz menekankan kata 'Elioz Zaynco' agar mereka merasa terancam. Gerry dan Jeniffer pun mengangguk menyetujui permintaan Elioz.
"Elioz makasih ya." ucap Jane. Elioz mengangguk dan tersenyum. Mereka bertiga pun pergi dan Bulan masuk.
"Kak ada drama apa tadi?" tanya Bulan yang perutnya sudah mulai membuncit akibat kehamilannya.
"Ada drama korea." jawan Elioz.
"Apa judulnya?" tanya Bulan.
"Dek berantem yok." ucap Elioz. Bulan hanya tertawa dan merasa tidk berdosa sama sekali.
•••Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa selalu dukung author ya. Biar author tambah semangat lagi untuk menulis setiap episodenya 😉
Khusus yang ultah, author up sekarang deh. HBD ya kak Azizi, semoga panjang umur dan sehat selalu 🎊🎂