
Satu minggu sejak kejadian itu. Dave, Reano, Ciko dan Zyan merasa di permainkan oleh si penculik.
"Kenapa dia lebih pintar dari kita? Udah seminggu kita cari tapi mereka juga gak ketemu jejaknya!" ucap Reano kesal.
"Awas aja gua liat orang yang nyulik Galang, langsung gua gepengin gua jadiin dendeng balado!" ucap Zyan kesal.
"Wih enak tu dendeng balado!" ucap Ciko. Saat Dave ingin membalas perkataan Zyan, Cika masuk tanpa permisi ke dalam ruangan rapat khusus mereka yang di buat oleh Dave di rumahnya.
"Kalian ini gak becus atau gimana sih?! Udah satu minggu, tapi hasilnya nihil!" ucap Cika marah.
"Cik, lu gak boleh gitu lah. Emang dari dulu sikap lu gak berubah. Coba bawa santai!" ucap Ciko.
"Ciko, gue tau lo kembaran gue. Tapi yang hilang anak gue! Gue mau Galang di makamin secara layak!" ucap Cika.
"Cika, bisa gak lu sehari gak buat gua pusing hah?! Kerjaan lu marah mulu, heran gua!" kali ini Dave tidak akan membiarkan Cika mengoceh terus.
"Dave, lu yang gak becus jaga Galang. Cukup Gilang aja yang pergi, Galang jangan!" ucap Cika. Air matanya mulai jatuh mengingat kejadian kedua anaknya itu.
"Cika." panggil Ciko. Ciko pun menghampiri Cika dan memeluknya. Rasa ikatan batin yang masih sama. Ikatan batin yang sangat kuat antara si kembar Cika dan Ciko.
Cika memeluk Ciko dengan sangat kuat. Ia sangat merindukan kakaknya ini. Walau umur mereka hanya selisih 5 Menit, tetapi Ciko tetap kakaknya Cika.
"Cika, tenang dulu. Kita akan cari sama-sama. Jangan kamu lemparkan semua ini pada Dave. Dia juga akan terbebani. Selain itu, Galang bukan hanya anak kamu Cika, dia juga anaknya Dave. Jadi mulai sekarang jangan marah-marah gak jelas dan melemparkan semua kesalahan sama Dave. Cobalah bersikap dewasa." ucap Ciko sambil memegang pipi Cika. Cika mengangguk setuju, ia tidak bisa menolak permintaan Ciko.
"Om Ciko!" teriak Revan. Sejak kejadian itu, Revan, Elang, Rey, dan Vano ikut membantu mencari Galang. Mereka di perbolehkan untuk keluar masuk kediaman keluarga Diano.
"Kenapa? Kalian ketemu jejak Galang?" tanya Dave menghampiri Revan.
"Gak Om, kita ketemu sama Gilang!" ucap Rey.
"Gilang?" tanya Cika. "Gilang bukannya udah meninggal?" tanya Cika lagi.
"Gak, dia di sembunyiin sama Ayah yang tidak akan pernah saya anggap Ayah lagi!" ucap Revan.
__ADS_1
"Ayah? Kak Kevin?" tanya Cika. Mereka semua mengangguk.
"Cukup, sekarang aku dukung kalian buat ngehancurin Kak Kevin!" ucap Cika yakin. Ia sudah muak dengan kelakuan kakaknya itu.
"Tante tenang dulu. Jangan langsung menghancurkan dia, Adik Revan tinggal sama dia tante." ucap Revan.
"Ruby tinggal sama kak Kevin?" tanya Ciko. Revan mengangguk.
"Wah bahaya ni. Ruby bisa di cuci otak sama Kevin!" ucap Reano.
"Ya, sekarang Ruby hamil, gak tau anak siapa." cecar Elang. Cika pun langsung menutup mulutnya, ia memang tidak tau kejadian di kediaman keluarga Anggara.
"Rey, sekali lagi aku minta maaf atas nama Ruby." ucap Revan. Rey mengangguk mengiyakan perkataan Revan.
"Dimana Gilang?" tanya Cika.
"Di bawah tante." jawab Vano. Cika pun langsung turun kebawah dan memeluk Gilang yang sedang berdiri menunggu kedatangan orang rumah.
"Gilang, Mama kangen kamu!" ucap Cika memeluk Gilang. Gilang pun membalas pelukan Cika.
Flasback 🍃
"Masuk ke keluarga Diano? Mereka siapa?" tanya Gilang.
"Mereka orang tua mu yang sebenarnya!" ucap Elioz.
"Tapi, kenapa mereka tidak menyelamatkan ku dari Kevin Arlata yang kejam itu?" tanya Gilang.
"Karna mereka sudah membuang mu!" jawab Katya. Bulan terkejut dengan perubahan sikap Mommy nya yang mendadak jadi kejam.
"Membuang ku? Tapi kenapa?" tanya Gilang.
"Kakak sudah selidiki semuanya. Mereka membuang mu karna kau hanya sebagai anak yang menurut mereka adalah duri dalam kehidupan!" ucap Elioz berbohong.
__ADS_1
"Duri dalam kehidupan?" tanya Gilang.
"Ya, kamu hanya sebagai anak kedua dari mereka. Mereka gak butuh kamu. Mereka hanya butuh kakak kamu sebagai pewaris keluarga Diano!" jawab Katya. Elioz menggeleng-geleng. Ia tidak percaya dengan sifat Ibu Angkatnya yang bisa berubah seratus delapan puluh derajat.
"Tapi kalau begitu, kenapa mereka melahirkan ku?" tanya Gilang lagi.
Sepertinya dia sudah terpengaruh. batin Elioz.
"Ya mereka kira kamu itu perempuan. Itu akan melengkapi keluarga mereka. Satu pewaris dan satunya lagi pelengkap kekayaan. Jika kamu lahir sebagai perempuan, maka kamu akan di jodohkan dengan anak keluarga Gerdion. Yang pastinya keluarga Gerdion lebih kaya dari pada keluarga Diano." ucap Elioz mengada-ada.
Tangan Gilang pun terkepal kuat. Mulai sekarang ia sangat membenci keluarganya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Gilang.
"Mudah saja. Kamu masuk ke keluarga Diano dan berperilaku sebagaimana diri mu. Jangan perlihatkan kebencian mu. Dan kamu tidak akan terusik oleh kakak mu karna dia sudah meninggal. Sekarang kamu lah pewaris keluarga Diano. Dan ingat, jika kamu menjadi presdir Diano Grup, jangan membuat perusahaan itu bangkrut, bekerjalah dengan baik. Yang membuang mu bukan ayah mu tapi ibu mu, keluarga Arlata. Kalau kamu membuat keluarga Arlata bangkrut, itu lebih bagus lagi." jelas Katya
"Kenapa aku tidak boleh membuat perusahaan Ayah bangkrut?" tanya Gilang.
"Karna Ayah mu tak bersalah. Ia mencari mu selama ini, tetapi Kevin melindungi mu darinya. Dan satu hal yang perlu kamu tau, Ibu mu adalah adik kandung dari Kevin Variando Arlata!" ucap Elioz.
Flasback Off 🍃
Gilang melepaskan pelukannya dari Cika. Ia tersenyum kepada Cika.
"Kamu sama tampannya dengan kakak mu. Kalian begitu mirip, bahkan tinggi kalian sama." ucap Cika sambil mengelap air matanya dengan ibu jari.
"Tapi kenapa badan mu kurus seperti ini? kamu pasti kekurangan makanan. Ayo kita makan." ucap Cika kepada Gilang. Gilang pun mengangguk setuju. Cika langsung menuntunya ke meja makan dan menyuguhinya makanan yang sangat lezat.
•••Bersambung...
Wah, kenapa Katya jadi sadis gitu. Ihh ngeri 😂
Jangan lupa dukungannya selalu ngalir ya. Agar authot lebib semangat lagi nulisnya.
__ADS_1
See you Next eps. Babay 😆