
Malam hari, pukul delapan malam Elioz, Ryan dan Gilang sudah berkumpul di sebuah cafe tempat pertemuan antara Leon dan Bulan. Mereka menyamar menjadi pelanggan dan menutup wajah dengan buku menu dan topi hitam. Berbeda dengan Elioz, ia menutup wajahnya kecuali mata, dengan masker hitam, tak lupa topi hitam dan mantel kulit berwarna coklat.
"Pantau terus gerak-geriknya. Abang gak mau kalau dia lolos! kita harus bantu Bulan selesaikan masalah ini! Lalu kita sembunyikan Bulan dan buat Reyhan Anggara sengsara!" ucap Elioz. Gilang dan Ryan mengangguk mengerti.
•••
"Mau ngomong apa?" tanya Leon.
"Besok aku udah mau balik ke London. Dan kakak tau sendiri aku hamil." ucap Bulan.
"Trus?" tanya Leon.
"Gak mau tanggung jawab?" tanya Bulan.
"Buat apa tanggung jawab?" tanya Leon.
Orang bukan anak gua! batin Leon.
"Ini kan anak kakak. Aku gak bisa besarinnya sendiri kak. Aku gak mau dia lahir tanpa kasih sayang seorang Ayah." ucap Bulan.
Bodo amat. Bukan anak gua juga! batin Leon.
"Kalau kakak gak mau? kamu mau ngapain?" tanya Leon.
"Lapor ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual!" jawab Bulan.
"Oh, oke ancaman yang menarik. Tapi kakak tidak takut dengan ancaman kamu!" ucap Leon.
•••
"Tangkap sekarang gak bang? Gilang gemes ni!" ucap Gilang.
"Sabar jangan gegabah, tunggu dia keluar. Di sini rame yang ada kita masuk penjara!" jawab Elioz.
"Bener, di sini terlalu ramai!" jawab Ryan.
•••
__ADS_1
"Kakak itu cowo brengsek tau gak hah! Masa aku udah kaya gini kakak lepas tanggung jawab!" ucap Bulan.
"Cuman mau bicarain itu? mending kakak balik. buang waktu aja!" ucap Leon berdiri dari duduknya. Bulan hanya menatap Leon sedih.
•••
"Sekarang!" ucap Elioz. Ryan dan Gilang pun mengikuti Leon dan membiusnya dengan sapu tangan setelah keluar dari Cafe.
"Bawa masuk ke mobil!" ucap Elioz. Gilang dan Ryan pun segera memasukkan Leon kedalam mobil.
Kau lah akar dari semua permasalahan adikku. Kau tidak akan lepas dari ku! batin Elioz sambil menatap tajam Leon yang sedang pingsan di sampingnya.
Berbeda dengan Bulan, ia langsung mencari taksi untuk pulang, ia ingin melihat kakaknya itu beraksi. Ia akan berguna untuk menenangkan kakaknya jika lepas kendali.
30 menit kemudian mereka sampai di markas. Gilang dan Ryan langsung mengeluarkan tubuh Leon dari dalam mobil dan membawanya masuk ke markas. Mereka mendudukkannya di atas kursi dan tangannya di ikat dengan tali.
Elioz langsung menyiram air kepada Leon. Karna terkejut, Leon langsung sadar.
"Ada apa ni?" tanya Leon berusaha lepas.
"Selo bro, bawa santuy aja. Gua cuman mau nanya." ucap Elioz dengan senyum liciknya.
"Hah? lu gak tau siapa gua? bagus lah!" ucap Elioz. "Ga usah banyak bacot, ceritakan semua kejadian di Grand hotel, London!" ucap Elioz.
"Cih, gak sudi gua ngasih info itu sama lu!" ucap Leon.
"Oke lah lu gak bersedia. Gua its oke aja, gya ngikutin alur main lu aja." ucap Elioz.
"Lu pasti tertangkap oleh Nino Gerdion dan Reano Anggara!" ucap Leon.
"Atas dasar apa gua takut sama mereka? Gini bro, lu kerja sama aja sama gua, ksrna kita punya tujuan yang sama. Lu pasti mau buat Reyhan Anggara nyesal kan? Sama gua juga!" ucap Elioz.
"Atas dasar apa lu benci sama sepupu gua?!" tanya Leon.
"Sepupu? Apa musuh?" tanya Elioz. "Gini ya bro, gua benci sama dia karna dia udah buat adik gua kecewa. Dia sudah membuat seorang Bulan Zaynco nangis! Gua gak bakalan buat dia bahagia selama adik gua masih menderita!" jelas Elioz.
"J-jadi lu Eliozo Zaynco? Kakak Angkatnya Bulan?" tanya Leon.
__ADS_1
"Iya, nah sekarang lu mau kerja sama dengan gua gak? setelah Rey tau yang sebenarnya, gua bakalan bawa Bulan pergi jauh dari dia sampai dia depresi!" ucap Elioz.
"Kenapa lu yakin setelah Rey tau semuanya, dia bakalan kejar Bulan?" tanya Leon.
"Ya karna dia merasa bersalah dan dia bakalan minta maaf. Dan dari tatapan mata Rey, saat gua terakhir ketemu dia lebih kurang satu bulan lalu, ada sedikit pancaran cinta yang keluar jelas dari mata Rey kepada Bulan. Cuman dia aja yang bodoh, masih pertahanin Ruby Arlata yang statusnya hanya sebagai pelarian!" ucap Elioz.
"Dari mana lu tau semua masa lalu Rey?" tanya Leon.
"Lu lupa kekuasaan keluarga Zaynco gak kalah besar sama kekuatan keluarga Anggara?!" ucap Elioz. "Sekarang gua tanya lagi sama lu, lu mau gak kerja sama dengan gua?" tanya Elioz.
"Oke, tapi lu harus bawa Bulan pergi jauh dari Rey. Balas semua perilaku yang Bulan dapat dari Rey!" ucap Leon.
"Nah gitulah dari tadi!" ucap Elioz.
Gua harus bantu dia, sepertinya dia sayang sama Bulan. batin Leon.
"Kak Elioz!" teriak Bulan.
"Bulan? kenapa kesini? kan udah kakak suruh pulang!" ucap Elioz kesal. Bulan berlari dan memeluk kakaknya.
"Bulan gak mau kakak lepas kendali!" ucap Bulan. Elioz melepaskan pelukannya dan melihat wajah Bulan yang hanya sedadanya itu.
"Kakak minta Leon baik-baik kok. Ya gak Yon?" tanya Elioz. Leon pun mengangguk.
"Dia mudah diajak kerja sama, kalau susah baru kakak pakai cara kasar." ucap Elioz sambil mengusap lembut kepala adiknya.
Dari matanya terpancar kasih sayang yang luar biasa kepada Bulan layaknya seorang kakak dan adiknya. batin Leon.
"Kak Leon, Sebenarnya bukan kakak kan pelakunya. Tapi siapa?" tanya Bulan.
"Pengen tau?" tanya Leon. Bulan mengangguk.
"Reyhan Austin Anggara, semua bukti yang kakak simpan memang ngarah sama dia dan memang kakak yang letakkan kamu di kasur itu dan yang memperkosa kamu bukan kakak tapi suami kamu sendiri!" jelas Leon. Bulan tidak terkejut lagi mendengar itu, karna kadar keterkejutannya untuk kasus ini sudah bisa di kontrol sebab ia sudah melihat wajah orang itu dari lukisan tangan Elioz.
••••Bersambung...
Eheee udah kebongkar aja ni. Tapi belum semua orang tau. Gimana perasaan kalian? Deg-degan? Biasa aja? Lega? atau gimana? jangan lupa comment yaa
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya buat author agar author lebih semangat lagi. Nah buat besok sama kamis, sesuai jadwal author gak Up ya. Gak tau rahasia itu bakalan di sampaikan ke Rey atau gak. Nah pas ni biar kalian penasaran 😂