My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend
Bab 113 Berita Viral


__ADS_3

Paginya berita lamaran Arthur yang sangat romantis menjadi topic hangat di seluruh jagat media masa. Pemberitaan mengenai pewaris Bagaskara Group mengisi berbagai laman berita pagi ini. Dunia mayapun tak kalah heboh, vidio amatir saat Arthur tengah melamar sang kekasih menjadi trending topic di aplikasi berlogo burung dengan hastag LAMARAN ROMANTIS ALA CRAZY RICH JAKARTA sampai akhirnya vidio tersebut menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.


Vidio lamaran tersebut menuai banyak komentar dari netizen, namun kebanyakan dari mereka mengaku merasa iri dengan sosok wanita yang menjadi calon istri Arthur Bagaskara.


Bukan netizen namanya jika mereka tak menemukam identitas wanita beruntung itu, mereka mulai menjadi detektif dadakan dan mencari tau latar belakang calon istri Arthur.


Aplikasi bergambar burung kembali heboh setelah salah seorang netizen menemukan identitas calon istri Arthur.


Nismala Andriani, usia 21 tahun, seorang yatim piatu, ia bekerja sebagai Cleaning Service di perusahaan milik Arthur Bagaskara. Begitulah yang di tulis oleh salah satu akun di aplikasi burung, akun itu bahkan menyertkaan foto Mala di unggahannya


Berita mengenai identitas calon istri Arthur semakin heboh saat salah seorang nitizen mengupload foto seorang wanita memakai baju Cleaning Servise dan menyandingkannya dengan foto wanita yang di lamar Arthur. Berita itu kembali menjadi trending topic, namun kali ini dengan hastag the real Cinderela di dunia nyata.


Mala dan Arthur masih belum tau mengenai pemberitaan mereka, keduanya tengah menikmati sarapan dengan wajah berseri, kebahagian jelas tergambar di wajah mereka berdua.


Drr..drr..


Mala meletakkan sendok makannya, ia meraih ponselnya yang bergetar, sebuah pesan masuk yang di kirim oleh sahabatnya. Mala membuka pesan tersebut, wajahnya tiba-tiba berubah panik, Lala mengirimkan vidio saat Arthur tengah melamarnya di pantai Ancol.


"Kalian viral." Tulis Lala di pesan singkatnya.


"Ada apa?" Tanya Arthur setelah melihat ekspresi wajah Mala.


Mala memberikan ponselnya kepada Arthur, pria itu meraihnya dan mengamati vidio yang masih terputar di ponsel Mala.


Mala berdiri dari duduknya, ia berlari masuk ke dalam kamar Arthur, melihat itu Arthur meletakkan ponsel Mala dan segera menyusul calon istrinya ke dalam kamar.


Di dalam kamar Mala berdiri mematung di depan televisi yang ukurannya sangat bersar, sebuah acara infotaiment di salah satu saluran televisi tengah memberitakan mereka kedua. Mala menekan remotnya berkali-kali, matanya memanas saat semua saluran televisi kompak memberitakan acara lamaran Arthur kepadanya.

__ADS_1


Arthur merebut remote tersebut dari tangan Mala dan segera mematikan televisinya. "Tidak usah melihatnya." Ucap Arthur seraya mengelus rambut Mala.


Mala mendungakkan kepalanya, ia menatap kekasihnya dengan sendu. "Dari mana mereka mendaparkan vidio kita, apa mereka mengikuti kita?" Tanya Mala dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku akan menyuruh pengacaraku untuk mengurus masalah ini, kamu tidak perlu khawatir" Ucap Arthur menenangkan kekasihnya.


"Bagaimana kalau mereka benar mengikuti kita, bagaimana kalau mereka tau mengenai penyakitmu?" Tutur Mala dengan wajah khawatir. Ya, itulah yang membuat Mala merasa khawatir, bukan karena media memberitakannya, namun ia takut jika mereka mengikuti Arthur dan mengetahui penyakit Arthur.


"Hey tenanglah, mereka tidak akan tau mengenai penyakitku, jadi kamu nggak boleh berfikir yang aneh-aneh, mengerti?" Mala mengangguk mengiyakan perintah Arthur. "Anak baik." Imbuh Arthur, ia lalu merengkuh tubuh Mala ke dalam pelukannya.


"Aku harus bekerja, sementara waktu kamu nggak boleh keluar dari apartemen sampai berita itu mereda." Lagi-lagi Mala hanya mengangguk, ia semakin mempererat tangannya yang melingkar di pinggang Arthur.


***


Kehebohan juga terjadi di rumah utama Bagaskara Group, tuan Raymon nampak resah karena media mengorek indentitas Mala hingga akar-akarnya. Entah apa yang membuat tuan Raymon resah, namun terlihat tidak nyaman dengan pemberitaan tersebut.


Sementara mama Wulan terlihat begitu bahagia, senyumnya tak hilang-hilang dari wajahnya yang cantik meski sudah tak muda lagi, ia tak menyangka Arthurnya yang sedingin es batu bisa merencanakan lamaran romantis untuk Mala.


****


Tidak hanya dirumah utama Bagaskara Group, bi Ningsing dan kedua anaknya pun tak kalah terkejut saat menonton berita tentang Mala dan Arthur. Rani sampai di buat melongo ketika ia melihat vidio amatir saat Arthur melamar Mala di atas perahu, air liurnya hampir menetes saat membayangkan jika ia yang berada di posisi Mala.


"Lo nggak sepolos yang gue kira, ternyata lo pinter juga nyari inang yang lebih besar, dasar parasit." Maki Sofya dengan seringai di wajahnya.


Sedangkan bi Ningsih lebih memilih diam, ia tak menanggapi ocehan Sofyan, raut wajahnya nampak pias. "Kenapa bocah sialan itu harus berhubungan lagi dengan keluarga aneh itu. Cih, kenapa aku harus khawatir, lagi pula dia bukan tanggung jawabku sekarang." Batin bi Ningsih, ia lalu berdiri dan berjanjak pergi ke kamarnya.


****

__ADS_1


Hari mulai beranjak siang, matahari sudah meninggi namun tertutup oleh awan hitam. Mala duduk di kursi yang berada di balkon apartemen, setengah hari ini ia memantau kelanjutan berita tentangnya. Setelah indentitasnya terungkap, berbagai hinaan mulai tertuju padanya, banyak dari nitizen yang mengira jika Mala menggunakan guna-guna demi mendapatkan hati Arthur, tidak sampai di situ ada juga yang mengira Mala telah merayu Arthur dengan tubuhnya. Bagiamana mungkin gadis yatim piatu dan seorang Cleaning Service bisa mendapatkan seorang Rahendra Arthur Bagaskara? Begitulah yang kira-kira ada di dalam benak netizen julid.


Mala membuang nafas dengan kasar, ia menaruh ponselnya di atas meja. Mala menyenderkan tubuhnya diatas senderan kursi, ia memejamkan matanya sejenak, makian dan hinaan yang di dapatnya dari kolom komentar akun lambe-lambean sungguh membuatnya sakit hati, ya meskipun hanya ketikan jari namun rasanya sama seperti seseorang berbicara langsung di hadapannya dan menghinanya dengan kasar.


"Apa salahnya menjadi yatim piatu dan miskin? Aku juga tidak mengharapkan hidup seperti ini." Gumamnya seraya menahan air mata yang sudah hampir lolos dari pelupuk matanya.


Di waktu yang sama, Arthur tengah mengumpulkan team pengacaranya, awalnya ia tak berniat melakukan tuntutan hukum, namun sejak identitas Mala terungkap dan netizen mulai menghinanya tentu saja Arthur tak akan tinggal diam, ia tak ingin seseorang melukai Mala meski hanya seujung kuku.


"Cari media mana yang pertama kali menyiarkan berita itu, ajukan tuntutan untuk orang yang mengambil vidio tanpa izin, dan jangan lupa tuntut orang yang sudah menyebarkan identitas Mala dan semua akun yang sudah menghina Mala." Titah Arthur dengan kilatan amarah di dalam matanya.


Setelah memberikan instruksi untuk team pengacaranya, Arthur keluar dari ruangan meeting dan kembali ke ruangannya dengan di ikuti Rafli di belakangnya. Rafli terlihat sibuk dengan i-pad di tangannya.


Saat tiba di depan ruangannya, Arthur terkejut begitu melihat tuan Mahesa sedang menunggunya.


"Tuan Mahesa." Sapa Arthur, ia melayangkan senyum kepada pria yang notabene akan menjadi ayah mertuanya. "Apa yang membawa anda kemari?" Tanya Arthur penasaran karena mereka tidak memiliki janji temu hari ini.


"Bagaimana keadaan Mala, apa dia baik-baik saja?" Tuan Mahesa nampak sangat mengkhawatirkan Mala.


"Lebih baik kita membicarakannya di dalam tuan, silahkan masuk." Arthur membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan tuan Mahesa untuk masuk.


Tuan Mahesa duduk di atas sofa yang berada di ruangan Arthur, wajahnya nampak pias membuat Arthur sedikit mengkhawatirkan kondisi pria paruh baya itu.


"Anda baik-baik saja, wajah anda sangat pucat?" Tanya Arthur setelah ia duduk berhadapan dengan tuan Mahesa.


"Saya baik-baik saja, saya hanya mengkhawatirkan Mala. Kalau boleh jujur saya tidak rela anak saya di hina seperti itu." Ucap tuan Mahesa.


"Anda tidak perlu khawatir, saya dan team pengacara saya akan menyelesaikan masalah ini secepatnya, kami akan menuntut siapapun yang berani menghina Mala, terlebih pada orang yang sudah menyebarkan identitas Mala." Tegas Arthur seraya mengepalkan kedua tangannya, rasanya ia ingin mematahkan jari-jari netizen yang sudah berkomentar buruk mengenai Mala.

__ADS_1


"Bolehkan saya mengumumkan jika Mala adalah putri kandung saya?"


BERSAMBUNG..


__ADS_2