
Dini hari sipemilik tubuh asli terbangun dari tidurnya, dia merasakan sakit yang teramat sangat dibagian perut, dia berlari kedalam kamar mandi dan mengeluarkan zat-zat sisa makanan yang dimakan Rey dipasar malam.
Keringat dingin mulai bercucuran membasahi tubuh Arthur, tenaganya seolah terkuras habis, sejak dini hari hingga pagi ini sudah tak bisa dihitung lagi berapa kali dia bolak-balik ke kamar mandi.
Arthur merebahkan tubuhnya disofa yang jaraknya dekat kamar mandi, terlalu jauh jika dia harus pergi keranjangnya, dia terus saja memegangi perutnya yang belum ada tanda-tanda akan membaik.
"Shiiiittt, apa yang sudah badjingan itu makan?" Umpat Arthur sebelum dia kembali berlari masuk kedalam kamar mandi.
Diluar apartemen Rafli sudah menunggu Arthur, beberapa kali dia memeriksa jam ditangannya, Rafli mulai khawatir karena sudah hampir 10 menit menunggu namun Arthur tak kunjung turun, padahal Arthur tidak pernah terlambat sebelumnya.
Rafli mulai menggedor pintu apartemen milik Arthur, beberapa kali dia menekan bel tapi tak kunjung dibuka oleh tuan rumah. "Tuan Artur, anda baik-baik saja?" Teriak Rafli dari balik pintu apartemen Arthur. "Anda sudah terlambat 15 menit." Imbuhnya mencoba mengingatkan atasannya untuk segera berangkat bekerja.
Tak juga mendapat respon dari Arthur, Rafli terpaksa masuk kedalam apartemen Arthur tanpa izin darinya terlebih dahulu. Untung saja Rafli memang memiliki akses untuk bisa masuk kedalam penthouse mewah milik Arthur.
"Anda baik-baik saja." Seru Rafli begitu melihat Arthur terkulai dilantai. Rafli segera memapah tubuh Arthur dan membawanya ketempat tidur berukuran besar itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya Rafli penasaran, tak biasanya Arthur sakit begini. "Tunggu sebentar, aku akan menghubungi dokter pribadi anda." Rafli segera meraih gawai pintarnya, tangannya sibuk menari diatas layar benda berbentuk segi panjang itu.
Rafli terlihat sibuk berbincang dengan seseorang. "Baik dok, datanglah segera!" Tegas Rafli sebelum dia mengakhiri panggilan telefonnya.
Rafli pergi kedapur dan membawakan Arthur segelas air putih. Rafli membantu Arthur untuk duduk, lalu dia menyerahkan gelas berisi air itu kepada atasannya itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Rafli lagi, dia penasaran mengapa sahabat sekaligus atasannya bisa sakit seperti ini.
"Apa kau tau kemana Rey pergi semalam?" Ucap Arthur lirih, wajahnya semakin memucat dan keringat dingin tak henti bercucuran.
"Tidak tau, maaf karena saya ceroboh." Sesal Rafli yang tidak mengawasi Rey saat malam, kemarin setelah mengantar Arthur pulang, Rafli fikir Rey tidak akan muncul dimalam hari karena dia sudah muncul saat siang, tapi ternyata Rafli salah dan karena kesalahannya itulah sehingga Arthur harus menderita begini.
"Badjingan itu pasti keluar dan makan sembarangan." Ucap Arthur terbata, tangannya terus meremas perutnya yang sakit. "Awas saja, akan kuberi dia perhitungan." Ancam Artur dengan wajah garangnya.
10 menit kemudian, dokter Lutfi yang merupakan dokter pribadi Arthur sudah tiba di apartemen, dia mulai memeriksa kondisi Arthur. "Tuan Arthur terkena diare sehingga beliau dehidrasi dan harus segera di infus." Ucap dokter Lutfi setelah memeriksa Arthur secara menyeluruh.
__ADS_1
"Apa kita perlu kerumah sakit dok?" Tanya Rafli dengan wajah seriusnya.
Dokter berusia 30 tahun itu tersenyum dan menggeleng. "Tidak perlu, saya akan menginfusnya disini, saya akan meresepkan obat untuk menghentikan diarenya, asisten Rafli bisa menebusnya diapotek."
" Baik dok, lakukan yang terbaik untuk tuan Arthur."
Setelah memasang infus ditangan Arthur, dokter Lutfi menulis resep dan memberikannya kepada Rafli.
"Dok, maaf merepotkan, bisakah anda menemani tuan Arthur sebentar, saya akan pergi menebus obatnya."
Dokter Lutfi hanya mengangguk dan Rafli segera pergi untuk menebus obat. Selain Rafli Dokter Lutfi adalah orang yang tau mengenai penyakit yang diderita Arthur, dokter Lutfi pulalah yang merekomendasikan Psikiater terbaik untuk merawat Arthur.
***
Hari ini Rafli membatalkan semua jadwal kerja Arthur, sementara dia tetap bekerja di apartemen Arthur. Dia juga telah menggubungi staffnya untuk mengantar beberapa dokumen penting keapartemen milik Arthur. Setelah diinfus dan meminun obat kondisi Arthur mulai membaik, dia kini tertidur, mungkin efek dari obat yang diminumnya tadi.
Rafli yang duduk tak jauh dari tempat tidur Arthur mulai merasa cemas, dia mulai khawatir jika yang bangun nanti bukanlah Arthur yang sesungguhnya, dia sungguh kerepotan saat kepribadian Arthur yang lain muncul, bagi Rafli, Rey adalah satu-satunya kepribadian Arthur yang paling mudah diatur.
Langit mulai petang dan Arthur belum juga bangun setelah seharian tertidur, tubuhnya pasti sangat kelelahan karena digunakan secara bergantian dengan kepribadiannya yang lain.
"Malam Asisten Rafli, maaf saya disuruh mengantar dokumen ini." Ucap Mala tanpa basa-basi, dia segera menyerahkan dokumen yang berada ditangannya kepada Rafli.
Rafli menerima dokumen itu dan menatap Mala bingung. "Kenapa kamu yang kemari, kemana perginya staff yang aku suruh?"Seru Rafli dengan wajah datarnya, bos dan asistennya ini memang benar-benar tak memiliki ekspresi diwajah mereka, pantas saja Rey menyebut Rafli penyedot debu Teletubies.
"Saya tidak tau, saya hanya disuruh untuk mengantarkan dokumen ini saja, kalau begitu saya permisi."
Belum juga Mala melangkahkan kakinya, dia terkejut merdengar suara teriakan dari dalam apartemen atasan galaknya itu.
Rafli segera berlari meninggalkan Mala, tanpa Rafli sadari dia membiarkan pintu apartemen itu tetap terbuka.
"Apa yang terjadi, kenapa anda berteriak?" Tanya Rafli dengan wajah khawatirnya.
__ADS_1
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu asisten Rafli." Ucap Arthur dengan suara lembutnya, tangannya begitu gemulai seolah-olah dia tengah menyibakkan rambut panjangnya lalu menyelipkan anakan rambut itu ditelinganya.
Rafli menunduk dan memijat pangkal hidungnya, kebiasaan yang sering Arthur lakukan sepertinya kini sudah menular kepadanya. Ketakutan Rafli terjadi sudah, tubuh Arthur bangun dengan kepribadian yang lain.
"Miss Kimberly." Tebak Rafli setelah melihat gelagat aneh Arthur.
"Yes, i'm back. I'm miss you so much." Ucap miss Kimberly, salah satu kepribadian Arthur yang berjenis kelamin perempuan. Miss Kimberly digambarkan sebagai seorang wanita berusia 30 tahun, dia adalah wanita yang sangat fasionable dan hoby memasak. Dari gaya pakaiannya seolah-olah miss Kimberly hidup di era 80-an, gaya bicara miss Kimberly juga begitu unik, dia mencampur berbagai bahasa dalam satu kalimatnya.
"Asisten Rafli, kenapa Arthur jahat sekali, dia tidak mengizinkan I untuk keluar, I jenuh, pengin shooping."
"Shopping." Ucap Rafli terkejut. Dia tidak mungkin mengizinkan miss Kimberly untuk shopping, tapi mustahi bagi Rafli untuk melarang kemauan miss Kimberly.
Miss Kimberly turun dari ranjang dan mengayunkan kaki menuju lemari pribadinya. Semenjak menyadari memiliki banyak kepribadian didalam tubuhnya, Arthur segaja menyiapkan ruangan pribadi dan lemari untuk menyimpan barang-barang milik kepribadiannya yang lain.
Miss Kimberly sangat bersemangat membuka lemari bajunya, matanya berbinar seolah menemukan harta karun didalam lemari besar itu. Miss Kimberly mengganti pakaiannya dengan dress polkadot perpaduan warna hitam dan putih, tidak lupa dia menggunakan scaft dengan motif yang sama untuk menghiasi kepalanya, sepatu block heels dengan tumit lebar juga sudah terpasang dikakinya.
Rafli menepuk kepalanya sendiri melihat penampilan miss Kimberly, Rafli berusaha memutar otaknya agar bisa menahan miss Kimberty tetap berada di apartemen sampai Arthur bangun.
Miss kimberly berjalan lenggak-lenggok layaknya seorang model. Tanpa mereka sadari, ada orang lain yang tengah memperhatikan mereka.
"Oh my gosh." Seru miss Kimberly saat melihat Mala mematung didepan pintu apartemen Arthur.
"Tuu..tu..tuan Arthur." Ucap Mala terbata, dia begitu terkejut melihat penampilan atasan galaknya itu.
"Mala." Seru Rafli yang tak kalah terkejutnya ketika melihat Mala masih berada disini.
BERSAMBUNG...
Hye semua apa kabar, semoga kalian semua dalam keadaan baik ya..
jangan lupa untuk support karya keduaku ini ya, tinggalakan like dan komentar kalian, jangan lupa tambahkan kedalam favorit kalian..
__ADS_1
oh ya untuk visual miss Kimberly kalian bisa membayangkan sendiri ya, 😂😂😂
Salam sayang dariku ❤❤❤