My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend
Bab 47 Apa itu DID(Kepribadian Ganda)


__ADS_3

Sorenya, setelah pulang kerja Arthur pergi menenui Dokter Sheila dengan diantarkan oleh Mala, didalam mobil keduanya masih saling diam, Mala masih enggan bertanya kepada Arthur karena wajah Arthur masih memancarkan aura yang mematikan, Mala tidak ingin dimaki Arthur jadi dia lebih memilih diam.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai ditempat praktek Dokter Sheila, Mala turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk tuannya, Arthur segera turun dari mobil dan masuk kedalam tempat praktek Dokter Sheila sementara Mala mengekor dibelakangnya.


Didalam bangunan dua lantai itu mereka disambut oleh asisten Dokter Sheila dan segera mengantar mereka masuk kedalam ruangan dokter.


"Tunggu disini." Ucap Arthur dingin, lalu dia masuk kedalam ruangan Dokter Sheila dan Mala menunggu didepan ruangan itu, dia duduk disofa yang disediakan disana.


"Apa yang terjadi?" Tanya Dokter Sheila sesaat setelah Arthur masuk kedalam ruangannya, Dokter Sheila mengamati Arthur yang duduk didepannya, dia bisa melihat wajah murung Arthur.


"Dok." Ucap Arthur ragu.


"Ya, katakan." Seru Dokter Sheila dengan nada yang lembut.


Arthur membuang nafasnya dengan kasar, lalu dia menatap Dokter Sheila yang tengah tersenyum dihadapannya. "Lagi-lagi aku sadar saat Mala dan Rey sedang berciuman." Arthur memulai ceritanya, meskipun sedikit malu namun dia harus tetap menjelaskannya kepada Dokter Sheila.


"Lalu apa yang kau lakukan?"


"Aku..." Arthur menggantung kalimatnya.


"Kau menikmatinya dan melanjutkan peran sebagai Rey?" Tebak Dokter Sheila tepat sasaran dan Arthur hanya mengangguk pasrah, dia sangat malu namun tetap harus jujur kepada Dokter Sheila karena dengan begitu mereka bisa sama-sama mencari solusi untuk menyembuhkan penyakitnya.


"Apa kau menyukainya?" Lanjut Dokter Sheila dan lagi-lagi Arthur hanya mengangguk.


"Sepertinya ini hal yang bagus." Papar Dokter Sheila dengan tersenyum.


"Apa maksudmu dok?" Arthur penasaran dengan maksud Dokter Sheila.


"Kamu menyukai gadis itu, namun seperti katamu tempo hari kalau gadis itu menyukai Rey, kamu merasa bersaing dengan dirimu sendiri dan kamu akhirnya memiliki tekad yang kuat untuk memiliki gadis itu."


"Jadi poin utamanya ada pada tekad yang kuat. Kau mengerti maksudku kan?"


Arthur hanya mengangguk pelan.


"Mungkin dengan tekadmu untuk memiliki gadis itu kamu bisa menghilangkan Rey dari tubuhmu secara perlahan, kamu tidak boleh kalah dari Rey dan satu-satunya jalan kamu harus membuat gadis itu menyukaimu sebagai Arthur bukan Rey."


"Tapi bagaimana caranya, aku sudah berusaha untuk berbuat baik padanya, tapi dia tetap saja takut kepadaku." Jelas Arthur frustasi.

__ADS_1


"Hati wanita itu sangat lembut, kau hanya perlu bersikap tulus padanya dan jangan perlihatkan wajah murung itu didepannya, jelas saja dia takut padamu, aku saja ngeri melihat wajahmu itu." Goda Dokter Sheila seraya tersenyum.


"Apa wajahku menyeramkan?"


Dokter Sheila hanya mengangguk.


Ditengah konsultasi mereka ponsel Arthur bergetar, dia meraih ponselnya dan melihat panggilan dari Clientnya. "Maaf aku permisi sebentar." Ucap Arthur lalu dia keluar dari ruangan Dokter Sheila.


Mala segera bangun saat Arthur keluar dari ruangan Dokter Sheila, namun tangan Arthur memberikan kode untuknya agar kembali duduk. "Apa belum selesai konsultasinya?" Batin Mala.


Mala sempat ragu, namun akhirnya dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan Dokter Sheila, dia sangat penasaran dengan kondisi Arthur. Dari dalam ruangan Dokter Sheila mempersilahkannya untuk masuk. Mala segera masuk kedalam ruangan itu dan duduk didepan Dokter Sheila setelah dokter cantik itu mempersilahkannya untuk duduk.


"Hallo, kita bertemu lagi." Ucap Dokter Sheila ramah. "Apa ada yang bisa kubantu?" Imbuh Dokter Sheila.


"Dok." Mala ragu mengutarakan maksudnya.


"Katakan saja." Ucap Dokter Sheila lembut. "Aku tidak akan mengatakannya kepada Arthur." Bisik Dokter Sheila dan membuat Mala terkekeh.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Tuan Arthur dok, saya sempat membacanya di internet namun saya tidak terlalu paham. Saya hanya penasaran, apakah saya bisa membantu Tuan Arthur." Jelas Mala setelah dia mengumpulkan sedikit keberaniannya.


"Untuk penyebabnya, kelainan ini bisa dipicu oleh stres atau kejadian traumatis yang dialami oleh orang tersebut pada masa kecilnya. Bentuk trauma ini dapat berupa kekerasan fisik atau emosional yang terjadi berulang-ulang. Faktor trauma psikis seperti kecelakaan, bencana alam dan pelecehan seksual juga bisa menjadi penyebab orang tersebut mengidap penyakit ini."


"Untuk kasus Arthur saya menduga dia pernah trauma dengan sebuah kebakaran, saya tidak tau detailnya, namun selama dia melakukan Hypnoterapi, Arthur selalu melihat kobaran api dan menurut penuturan Arthur ibunya juga meninggal karena kebakaran."


"Pengidap DID ini biasanya selalu merasa cemas, depresi dan suasana hati yang berubah-ubah, untuk itu kamu harus bersabar menghadapi Arthur dengan sikapnya itu."


"Apa Tuan Arthur bisa disembuhkan?"


"Untuk saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan kepribadian ganda secara total. Metode untuk mengatasi kepribadian ganda hanya dilakukan untuk mengurangi intensitas gejala yang timbul. Salah satu langkah yang dilakukan guna mengatasi kepribadian ganda adalah dengan melakukan Psikoterapi. Metode ini dilakukan dalam jangka panjang dengan tujuan untuk menyatukan kembali seluruh kepribadian yang terpecah." Papar Dokter Sheila.


"Lalu bagaimana dengan nasib kepribadian yang lain, bukankah mereka juga hidup sama seperti kita." Tanya Mala dengan wajah sendu , tiba-tiba dia memikirkan nasib Rey.


"Mereka itu tidak nyata, mereka hanya kepingan yang dibentuk karena trauma yang saya sebutkan tadi." Jawab Dokter Sheila.


"Saya pernah bertemu dengan mereka dok, menurut saya mereka itu ada dan nyata, mereka mempunyai nama dan sifat yang berbeda, mereka juga pasti ingin hidup seperti kita."


Dokter Sheila belum sempat menjawab pertanyaan Mala namun Arthur sudah kembali kedalam ruangan itu sehingga keduanya memilih untuk diam.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Arthur dengan wajah datar dan membuat Dokter Sheila menepuk keningnya sendiri.


"Apa kau biasa menakutinya dengan wajah seram itu." Ucap Dokter Sheila, dia berusaha mengingatkan Arthur untuk bersikap baik kepada Mala.


"Wajahku memang seperti ini, dia saja yang terlalu penakut." Kilah Arthur.


"Sudahlah, ayo pulang." Ajak Arthur dan Mala segera bangun dari duduknya, dia menundukkan kepalanya sopan lalu keluar dari ruangan itu.


"Seringlah tersenyum." Seru Dokter Sheila sebelum Arthur keluar dari ruangannya.


Arthur hanya mengacungkan jempolnya lalu dia keluar dari ruangan itu dan menyusul Mala.


"Mana kunci mobilnya?" Tanya Arthur, kali ini suaranya terdengar lebih lembut.


Mala segera memberikan kunci mobil kepada Arthur.


"Masuklah, aku yang akan meyetir." Titah Arthur dan Mala hanya menurut, dia enggan berdebat dengan Arthur.


Mereka sudah berada didalam mobil, Arthur melajukan mobilnya menuju apartemen. Hari sudah berganti dan Arthur teringat jika mereka belum makan malam, dia berencana mengajak Mala untuk makan malam bersama.


"Kau ingin makan sesuatu? Katakan apa yang ingin kau makan, aku akan membelikannya untukmu." Ucap Arthur, dia melirik Mala sekilas lalu kembali fokus pada jalanan didepannya


"Apa boleh?" Tanya Mala ragu.


"Katakan saja."


"Saya ingin makan sate ayam." Ucap Mala, semenjak tinggal bersama Arthur, dia tidak pernah makan sate ataupun makanan kesukaannya yang lain.


"Sate?" Ulang Arthur. "Baiklah aku akan membawamu ke restoran langgannku dan menyuruh Chef disana untuk membuatkan sate untukmu."


"Tapi aku ingin makan sate yang dijual dipinggir jalan."


BERSAMBUNG...


Note.


Beberapa penuturan Dokter Sheila, Author kutip dari lama Hallodoc.com

__ADS_1


__ADS_2