My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend
Bab 9 siapa kamu?


__ADS_3

"Mala." Seru Rafli yang tak kalah terkejutnya ketika melihat Mala masih berada di depan pintu apartmen Arthur. "Kau masih disini?" Imbuh Rafli gelagapan.


Mala hanya menunduk, sepertinya malam ini Mala melihat sesuatu yang seharusnya tidak boleh dia lihat, Mala tidak menyangka jika atasannya yang begitu arogan ternyata memiliki kelainan seksual. Mala bergidik ngeri melihat penampilan Arthur dengan dress polkadotnya, apalagi lipstik warna merah menyala yang terpoles dibibir Arthur membuat bulu kuduk Mala berdiri seketika.


"Hey you." Tunjuk miss Kimberly tepat didepan wajah Mala. "Sa..aaya." Jawab Mala gugup, pelan-pelan dia mengangkat kepalanya yang menunduk sedari tadi. "Ya kamu, siapa lagi, ayo temani I shopping." Ajak miss Kimberly dengan gaya kemayunya.


"Ini sudah malam miss, pusat perbelanjaan pasti sudah tutup, besok saja ya shoppingnya." Ucap Rafli mencoba menahan miss Kimberly.


"Miss?"Ulang Mala yang membuat Rafli melototinya. Saat Rafli lengah miss Kimberly segera berlari meninggalkan penthouse mewah itu.


"Kejar dia, akan kujelaskan semuanya nanti."Titah Rafi kemudian dia berlari mengejar miss Kimberly sebelum wanita jadi-jadian itu membuat kegaduhan. Mala yang tak tau apa-apa kini juga berlari mengejar Rafli yang sudah mendahuluinya.


Kebiasaan Mala mengayuh sepeda setiap hari sepertinya ada gunanya juga, Mala berlari begitu cepat sehingga bisa mendahului Rafli dan menangkap pergelangan tangan Miss Kimberly.


"Tunggu tuan." Ucap Mala dengan nafas tersenggal-senggal.


"What, tuan. No, no no." Protess miss Kimberly, dia menggerakkan telunjuk tangannya kekiri dan kekanan. "Call me miss Kim-ber-ly." Jelas miss Kimberly dengan nada mendayu- dayu.


"Miss Kimberly." Ulang Mala dengan hati-hati.


"Miss Kim." Panggil Rafli dengan nafas yang hampir habis.

__ADS_1


"Apa lagi, I mau shopping, kenapa you and you menghalangi I dari tadi."Ucap Miss Kimberly kesal, dia menunjuk Mala dan Rafli bergantian.


Rafli mencoba menstabilkan nafasnya, kini nafasnya mulai teratur. "Miss Kimberly yakin mau mengajak Cleaning Service ini shopping, lihatlah penampilannya, dia hanya akan membuat miss Kimberly malu, bukankah lebih baik miss Kimberly mendandaninya agar dia terlihat cantik seperti anda."


Miss kimberly mengetuk-ngetuk telunjuk tangannya di dagu, matanya yang memakai softlens warna abu-abu itu dia gunakan untuk mengamati Mala dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Lunayan cantik, tinggal kita poles sedikit.'' Ucap mis Kimberly seraya memegang dagu Mala dan menggerakannya kekiri dan kekanan.


Rafli bernafas lega karena berhasil membujuk miss Kimberly untuk kembali ke apartemen. "Ikuti aku." Titah Rafli dengan wajah dinginnya. Mala hanya mengangguk dan mengikuti Rafli tanpa bertanya sedikitpun, dalam hatinya Mala terus berdoa semoga dia bisa keluar dari apartemen ini dengan selamat karena melihat aib besar atasannya itu.


"Follow me." Miss Kimberly menarik tangan Mala masuk kedalam ruangan pribadinya. Mala membelalakan matanya saat masuk kedalam ruangan pribadi Miss Kimberly, ruangan itu dipenuhi oleh baju dan aksesoris wanita, tak lupa tas dan sepatu bermerek berjejer di dalam lemari kaca membuat ruangan itu terlihat begitu mewah. Miss Kimberly berjalan begitu luwes, jemarinya yang lentik tak henti mengetuk dagunya sendiri, dia tengah bingung memilihkan baju untuk Mala. Matanya berbinar saat melihat pakaian yang cocok untuk Mala. "Pakailah."Miss Kimberly melemparkan baju itu tepat mengenai wajah Mala.


Mala mengamati baju pilihan miss Kimberly lalu dia masuk kedalam ruang ganti yang tersedia didalam ruangan mewah itu.


Miss kimberly membulatkan mulutnya saat melihat penampilan Mala setelah dimake over oleh dirinya sendiri. "Bravo, bravo, you are so beatifull." Ucap miss Kimberly serasa bertepuk tangan.


Mala menatap pantulan dirinya didalam cermin, dia mengusap wajahnya sendiri seolah tak percaya wajah didalam cermin itu adalah dirinya. Meskipun sedikit samar karena kacamatanya dilepas oleh miss Kimberly, namun Mala masih bisa melihat berbedaan yang sangat mencolok pada dirinya, Mala menatap miss Kimberly dan tersenyum. "Terimakasih miss."



Miss Kimberly mengibaskan tangannya diudara, dia tersenyum bangga melihat hasil kepiawaiannya dalam urusan fashion dan make over. "Siapa namamu?"Tanya miss Kimberly seraya merapikan rambut Mala.


"Bukankah miss sudah tau nama saya." Jawab Mala kebingungan karena dia belum mengetahui situasi yang sebenarnya. Mala masih mengira wanita jadi-jadian yang kini berdiri dibelakangnya adalah Arthur.

__ADS_1


"Yang mengenalmu itu Arthur, I bukan Arthur. Tanya saja sama asisten dingin itu, dia pasti akan menjelaskan semuanya." Terang miss Kimberly, tangannya masih sibuk menata rambut Mala. "Jadi I harus memanggilmu siapa?"


"Nama saya Nismala, miss bisa memanggil saya Mala."Jawab Mala pada akhirnya, dia ingin tau permainan apa yang sedang atasannya ini mainkan, bisa-bisanya dia mengelak bahwa dia bukan Arthur, dasar bos aneh. Gumam Mala didalam hati.


Mendengar nama Mala, mata miss Kimberly membulat sempurna, dia terlihat begitu tertekan begitu mengetahui nama gadis itu, tiba-tiba miss Kimberly merasa sangat pusing dan akhirnya dia terkulai dilantai.


Mala segera bersimpuh dilantai, dia mengguncang-gumcangkan tubuh miss Kimberly dengan sedikit keras. "Miss bangun, apa yang terjadi dengan anda miss." Kini tangan Mala berganti menepuk wajah miss Kimberly. "Tuan Arthur bangunlah, tuan, tuan Arthur."


Rafli yang mendengar suara kegaduhan dari dalampun segera masuk. "Apa yang terjadi." Tanya Rafli dengan begitu panik.


"Saya juga nggak tau, tiba-tiba tuan Arthur pingsan." Jawab Mala apa adanya.


Sesaat Rafli mematung saat melihat penampilan Mala yang berubah drastis. "Cantik."Desis Rafli tanpa bersuara, setelah itu dia kembali fokus pada tubuh Arthur.


Arthur mulai membuka matanya, Rafli kembali bersiap untuk menyambut kepribadian mana lagi yang akan muncul selanjutnya.


"Mala, ini benar kau." Ucap Arthur dengan senyum sehingga menampakkan cekungan dipipinya. "Kenapa tidak menjawab, ini aku Rey, kau masih tak bisa mengenaliku."


Mala beringsut dan menggeser tubuhnya menjauhi pemuda yang berganti-ganti nama itu, sebelumnya dia memperkenalkan diri sebagai miss Kimberly lalu sekarang dia berubah nama lagi menjadi Rey, sosok yang beberapa hari ini telah menjadi temannya. Apa yang sebenarnya terjadi, siapa kamu sebenarnya dan permainan apa yang sedang kamu lakukan kepadaku? Semua pertanyaan itu berputar dikepala Mala.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2