My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend
Bab 146 Ikatan takdir


__ADS_3

Satu tahun kemudian...


Mala telah menyelesaikan pendidikannya, kini ia telah resmi menjadi seorang Arsitektur Lansekap sesuai mimpinya, banyak hal yang harus ia lewati demi meraih mimpinya itu, namun gadis itu berjuang dengan sangat gigih hingga mimpinya terwujud.


Hal-hal baik terjadi setelah belasan tahun gadis itu mengalami mimpi buruk, hubungannya dengan sang ayahpun semakin dekat, sayangnya sang ibu tiri belum bisa menerimanya sampai detik ini, namun Mala tak merisaukannya, ia memiliki lebih banyak orang yang menyayanginya.


Setelah kejadian setahun lalu, Arthur memilih mengambil cuti dan fokus pada pemulihannya, sementara itu Art Life di pimpin oleh Rafli, tentunya dengan bantuan Mala dan juga Lala, istrinya.


Setelah melahirkan bayi kembar laki-laki, Lala kembali bekerja, sang baby diasuh oleh nenek mereka secara bergantian, saat siang, bayi kembar itu akan di asuh bu Erni dan saat sore hari bu Yati yang akan menjaganya.


Lalu bagaimana kabar tuan Bagaskara, Marsel dan pak Darman?


Marsel dan pak Darman mendapatkan keringanan hukuman karena mereka bersikap koperatif selama masa sidang, keduanya di jatuhi vonis 15 tahun penjara dari semestinya 20 tahun penjara. Karena niat baik Marsel dan pak Darman, Bagaskara Group membiayai kehidupan keluarga kedua orang itu, karena biar bagaimanapun keduanya merupakan kepala keluarga yang menjadi penopang keluarga masing-masing.


Sementara tuan Bagaskara, pria tua itu di jatuhi hukuman seumur hidup, namun karena kondisi kesehatannya yang terus menurun ia menjadi tahanan di dalam Rumah Sakit, ia harus rela tangannya di borgol meski ia terbaring tak berdaya di atas hospital bed. Pria tua itu tengah menerima hukumannya, penyakit yang menggerogoti tubuhnya semakin memburuk, mungkin saja sisa hidupnua sudah tak lama lagi.


Lain cerita dengan ketiga tersangka diatas, bi Ningsih dan kedua anaknya kini membuka usaha kecil-kecilan di komplek perumahan mereka. Seperti janji Mala, harta peninggalan orangtuanya ia berikan kepada bi Ningsih namun dengan syarat uang itu harus di kelola dengan benar, untuk itu bi Ningsih membuka sebuah toko yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Rani, si gadis tengil yang suka mengganggu Mala memilih untuk tidak melanjutkan kuliahnya, kini ia bekerja di salon kecantikan sesuai dengan passionnya, sementara Sofyan, setelah melihat sepupunya dengan tega melukai Marsel ia menjadi sangat takut terhadap Mala, ia menjadi begitu patuh kepada adik sepupunya itu, untuk itu ia menuruti perintah Mala untuk membantu ibunya menjaga toko mereka.


Apakah ini ending dari kisah Mala dan Arthur?


Jawabannya tentu tidak..


Setelah melewati berbagai cobaan, hubungan keduanya semakin erat, cinta mereka semakin kokoh. Tak ada cobaan yang sia-sia, tak ada penderitaan yang terlewati begitu saja, setelah badai yang menerpa kisah cinta mereka, kini mereka tengah meneguk madu hasil kesabaran dan keteguhan cinta mereka.


Di dalam sebuah ballrom hotel milik tuan Mahesa keduanya mengucapkan ikrar, sebuah janji suci pernikahan yang tertunda setahun lamanya.


Arthur nampak begitu tampan dengan balutan tuxedo hitam serta bunga yang tersemat di kerahnya, ia berdiri dengan gagah di hadapan Mala, gadis cantik itu mengenakan gaun yang ia lepaskan begitu saja setahun lalu, gaun bermodel ball gown dengan bagian atas terbuka menampakkan kedua bahunya yang putih, serta payetan berbentuk bunga menghiasi bagian pinggang gaunnya membuat Mala terlihat semakin anggun.


" Saya Rehendra Arthur Bagaskara, mengambil engkau, Nismala Andriani Nadraswara untuk menjadi istriku. Berjanji untuk saling memiliki dan menjaga sekarang dan selamanya. Pada waktu susah, senang, kelimpahan, kekurangan, sehat atau sakit. Sesuai dengan hukum Tuhan, inilah janji setiaku yang tulus."


Arthur mengucapkan janji sucinya dengan mata berkaca-kaca, setelah keduajya mengucap janji suci, kini mereka menyematkan cincin di jari masing-masing. Arthur lalu membuka kain transparan yang menutupi wajah Mala, ia tersenyum bahagia melihat wajah cantik wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Puas menatap wajah Mala, Arthur kini mencium bibir Mala, sebuah ciuman singkat sebagai simbol jika mereka telah sah menjadi sepasang suami istri.


Acara di lanjutkan dengan resepsi pernikahan yang sangat mewah. Penyatuan antara Bagaskara Group dan Nadraswara Group tentu saja menyajikan pesta pernikahan yang begitu spektakuler. Tamu undangan yang datangpun bukan sembarang orang, mulai dari pemegang saham hingga client dari dalam dan luar negeri turut meramaikan acara akbar dua keluarga kolongmerat itu.

__ADS_1


Mama Wulan tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, ia memeluk sang menantu dengan erat."Selamat sayang, terimakasih karena Mala bersedia menunggu Arthur."


Setelah memeluk sang menantu, kini mama Wulan berganti pada putranya, kini giliran Arthur yang memeluk ibu sambungnya dengan suka cita. "Terimaksih ma, sudah menjaga Arthur hingga saat ini, Arthur berjanji akan selalu membahagiakan kalian."


Acara pernikahan tersebut tak luput dari perasaan haru, tuan Mahesa memeluk putrinya dengan erat, setelah setahun dekat, ia kembali harus melepaskan putrinya, namun kali ini ia melepasnya dengan suka cita. "Putri ayah yang cantik, semoga bahagia selalu, bersamamu nak."


"Terimakasih pa, Mala harap papa juga bahagia, mari lupakan masa lalu dan merongrong hari esok dengan bahagian."


Ucapan selamat tak henti-hentinya terucap,.sepasang suami istri menggendong dua putra kembarnya, mereka menyalami pengantin baru sang sangat cantik dan tampan.


"Selamat sayangku, aku tau hari ini pasti akan datang..Aku sungguh bersyukur kau bertahan hingga sejauh ini. Berbahagialah Malaku sayang." Ucap Lala seraya menatap sahabatnya, keduanya pun berpelukan dengan posisi baby boy berada di tengah mereka.


"Selamat Arthur, akhirnya sampai juga pada hari ini, bahagia selalu kawan." Ucap Rafli tulus, ia merangkul sahabatnya sambil menahan air matanya, perjuangan mereka untuk berada di titik ini sungguhlah besar, namun mereka mampu melewatinya bersama-sama.


Tak lupa Dokter cantik yang setia merawat Arthur, ia datang bersama asistennya.


"Akhirnya, bebanku berkurang juga." Ujar Dokter Sheila seraya terkekeh.


"Selamat untuk kalian, perjuangan kalian sungguh luar biasa."


"Dan juga kerja keras istrimu tentunya."


Mereka lalu tertawa bersama-sama, menikmati kebahagiaan yang lama mereka dambakan, kebahagiaan yang mati-matian mereka perjuangkan. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, lihat saja pasangan ini, setelah jatuh bangun akhirnya mereka tiba pada titik dimana mereka bahagia.


***


Pesta telah usai, Mala sudah berada di kamar hotel sementara Arthur masih berada di ballrom untuk menemui beberapa rekan bisnis dadynya.


Setelah lama menunggu, akhirnya Arthur masuk ke dalam kamar hotel yang mereka tempati, ia terkejut melihat Mala berbaring dengan posisi menggoda sementara tak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.


"Sayang, apa yang kau lakukan?" Tanyanya seraya menelan ludah, ia segera mengunci pintu dan berjalan mendekati istrinya.


"Terkam aku." Ucap Mala dengan suara menggoda.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, Arthur segera melepaskan pakaiannya, setelah sama-sama polos, ia naik ke atas kasur dan mengungkung tubuh mungil istrinya.."Kau siap?" Tanyanya lembut dan Mala hanya mengangguk.


Arthur tersenyum, sebelum ia mendaratkan sebuah ciuman di bibir ranum sang istri. Mala tak ingin kalah, gadis polos itu begitu agresif, ia membalas ciuman Arthur dan membiarkan lidah Arthur menyapu rongga mulutnya. Suara decapan memenuhi kamar VVIP tersebut, setelah puas berciuman, kini Arthur mulai mencumbu leher sang istri, gigitan-gigitan kecil ia berikan meninggalkan bercak merah keunguan.


Sembari mencium leher istrinya, tangan Arthur kini menari di atas dua bukit kembar dengan ujung yang sudah menegang, desa*han demi desa*han keluar dari bibir Mala membuat Arthur semakin bergairah.


Tak puas sampai di leher, ciuamannya kini berpindah ke dada mungil namun berisi milik sang istri, ia mengulum ujung bukit yang berwarna sedikit gelap, di gigitnya perlahan sehingga menimbulkan sensasi luar biasa bagi Mala, mulutnya tak henti-hentinya mengeluarkan suara erotis.


Tiba dimana Arthur tengah menatap surga dunia milik istrinya, hasratnya yang menggebu membuatnya ingin segera memasuki daerah inti sang istri. Belut Alaskanya yang sudah tegak menantang, ia gesek-gesekkan di ujung lembah sang istri.


"Sayang, cepat." Rancau Mala, gadis itu sudah di kuasai hawa nafsu.


Dengan pelan, Arthur mulai memasukkan balut Alaskanya ke dalam inti sang istri, setelah beberapa kali percobaan, akhirnya belut berukuran besar itu membobol gua sempit milik Mala.


"Ahhhh.....


Lenguhan panjang keduanya menandakan jika mereka telah sepenuhnya bersatu, mereka telah memiliki satu sama lain. Belut Alaska memuntahkan cairan hangatnya di dalam rahim Mala, dengan segenap doa semoga muntahan belut tersebut tumbuh subur di rahim sang istri, menjadikan sebuah benih yang siap menjadi penerus Bagaskara Group.


Mala dan Arthur saling memeluk, keduanya masih enggan berpakaian setelah penyatuan mereka yang begitu hangat dan menggairahkan.


"Sayang, kau mau anak berapa?" Tanya Arthur seraya memainkan jemarinya di atas bukit Mala.


"Dua, laki-laki dan perempuan."


"Aku juga. Kalau begitu aku harus bekerja keras demi memberimu dua anak."


Arthur kembali menyerang istrinya, malam itu, ditemani hujan deras, sepasang suami istri menghabiskan malam panjang mereka dengan penuh gairah.


Siapa sangka, gadis lugu dan bos angkuhnya kini menjadi sepasang suami istri. Namun tak ada yang bisa menentang takdir, seburuk apapun pertemuan mereka dan serumit apapun takdir yang menyertai mereka, jika garis takdir menginginkan mereka bersama maka mereka akan kembali bertemu meskipun jarak membentang di antara keduanya.


......**MY UNIQUE BOYFRIEND......


...MALA ❤ ARTHUR...

__ADS_1


...THE END**.......


__ADS_2