My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend
Bab 57 Ayah kandung Mala


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Mala mulai sibuk dengan aktivitas barunya sebagai asisten kedua Arthur setelah Rafli tentunya. Tugas Mala tidak sebanyak Rafli, dia hanya mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan desain saja. Karena kesibukan inilah, Mala mulai jarang bertemu dengan Rey, dia selalu pulang malam, di apartemen dia masih harus mengurusi kebutuhan Arthur dan setelahnya dia terlelap tidur tanpa menunggu Rey muncul terlebih dahulu.


Lain halnya dengan Arthur, dia justru merasa senang melihat kesibukan Mala, waktunya bersama Mala jauh lebih banyak dan mereka menjadi lebih dekat sekarang.


Saat jam makan siang, tiba-tiba Tuan Raymon datang kekantor Arthur, tanpa menunggu persetujuan anaknya dia segera masuk kedalam ruangan Arthur. Tuan Raymon terkejut saat melihat Arthur dan Mala sedang bekerja bersama, pria tua itu mengerutkan dahinya dan menatap aneh kedua muda-mudi itu.


"Apa Arthur bersungguh-sungguh." Batin Tuan Raymon lalu dia duduk disofa yang berada didalam ruang kerja Arthur tanpa disadari oleh keduanya.


Tuan Raymon mengulum senyum sekilas saat melihat Arthur dan Mala terlihat begitu kompak, dia terkejut saat melihat Arthur tersenyum, senyum yang sudah lama hilang dari wajah putranya akhirnya kembali dia lihat dengan matanya.


"Ekhem." Tuan Raymon berdehem sehingga mengalihkan perhatian Mala dan Arthur. Keduanya terkejut melihat Tuan Raymon berada didalam ruangan yang sama dengan mereka.


"Tuan." Sapa Mala, gadis itu membungkukkan badannya dengan sopan.


"Ada apa?" Tanya Arthur ketus.


"Begitu caramu menyambut dady." Seru Tuan Raymon.


Arthur menghela nafas panjang, dia berjalan ke arah Tuan Raymon dan duduk di sofa yang berada di seberang dady-nya.


"Apa apa dad, kenapa senang sekali datang kesini?" Tanya Arthur lagi, kali ini suaranya terdengar lebih lembut.

__ADS_1


"Kalian hidup bersama kenapa tidak menikah saja?" Ucap Tuan Raymon seraya menatap Arthur dan Mala secara bergantian.


"Kami akan menikah setelah Mala menyelesaikan kuliahnya, bukan begitu sayang?" Jawab Arthur seraya menatap Mala dengan senyum penuh diwajahnya.


Mala gagap, dia tak bisa berucap apapun, namun setelah melirik Arthur yang kini tengah melotot kepadanya membuat Mala memberanikan diri untuk bersuara. "Ya tuan, kami akan menikah setelah saya lulus." Ucap Mala dengan gugup.


Arthur tak peduli dari mana dady-nya tau jika mereka tinggal bersama, jika bukan dari mama Wulan sudah jelas dari anak buahnya yang selalu mengikuti Arthur.


"Baguslah kalau begitu.." Setelah mengucapkan kalimat itu Tuan Raymon berdiri dan keluar dari ruangan Arthur. Namun langkahnya tertahan saat dia melihat sosok yang tak asing baginya.


"Raymon." Ucap seseorang kaget.


"Mahesa. Apa yang kau lakukan disini?" Seru Tuan Raymon dengan raut wajah tak kalah kagetnya.


"Ini kantor putraku, bukankah hal yang wajah seorang ayah menemui putranya, oh ya aku lupa kau bahkan bukan seorang ayah, mana mungkin kau tau hal seperti ini." Ucap Tuan Raymon dengan nada menyindir.


"Arthur putramu? Jadi selama ini kau juga tau jika Mala adalah putriku." Tegas Tuan Mahesa, dia melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan Tuan Raymon.


"Cih, Putri katamu? Bukankah 21 tahun yang lalu kau tak mengakuinya?" Tuan Raymon terlihat begitu kesal.


"Aku menyesal Ray, aku sudah memastikan jika dia putriku, aku datang kesini untuk menemuinya dan mengatakan kepadanya jika aku ayah kandungnya, aku membawa hasil tes DNA ini agar dia percaya padaku." Ucap Tuan Mahesa, dia menunjukan selembar kertas yang sedari tadi berada ditangannya.

__ADS_1


"Percumah saja, yang dia tau ayahnya ada Pras, pria baik hati yang telah menggantikan peranmu."


"Aku akan tetap mencobanya, aku akan membujuknya pelan-pelan."


Tuan Mahesa melewati Tuan Raymon begitu saja, dia akan segera menemui Mala dan menjelaskan semuanya, namun tiba-tiba Tuan Raymon menahan langkahnya.


"Kau tau apa yang dia alami selama ini, dia bahkan tak mengingat seperti apa wajah kedua orang tuanya." Ucap Tuan Raymon, wajahnya tiba-tiba berubah murung.


"Apa maksudmu Ray?".


"Lima belas tahun yang lalu, dia dan kedua orangtuanya mengalami kebakaran, Intan dan Pras tewas saat itu juga, bocah itu selamat namun dia melupakan segalanya."


"Jika kau memang peduli pada putrimu, cukup jaga dia dari jauh, jangan tambah penderitaannya lagi, aku tidak ingin kehadiranmu hanya akan membuatnya mengingat akan kedua orangtuanya yang sudah tiada."


"Tapi kenapa selama ini kau hanya diam, kenapa kau tak memberi tahuku tentang keadaan putriku." Tuan Mahesa menahan tangisnya.


"Apa kau akan percaya padaku, sama halnya dengan puluhan tahun lalu saat kau tak percaya padaku dan juga Intan, kau menuduh aku dan Intan berselingkuh, bahkan kau juga menuduh Intan hamil anakku."


"Aku juga baru menemukannya Mahesa, setelah kebakaran itu dia menghilang, Bahar membawanya pergi dan merubah nama belakangnya, namun sepertinya takdir mengikat kami, kami kembali bertemu saat Arthur membawanya kerumah dan memperkenalkannya sebagai kekasihnya.."


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang, aku ingin meminta maaf padanya dan menebus semua kesalahanku padanya." Ucap Tuan Mahesa penuh sesal, penyesalan yang sudah datang terlambat. Dua puluh satu tahun yang lalu karena rasa cemburunya dia menuduh Intan dan Raymon berselingkuh, padahal sudah jelas mereka bertiga adalah sahabat dekat, belum lagi Raymon juga sudah menikah dan memiliki putra, namun karena hasutan oleh istrinya yang sekarang, Tuan Mahesa menjadi gelap mata dan menceraikan Intan yang tengah mengandung anaknya.

__ADS_1


Untung saja Intan bertemu dengan Pras, laki-laki baik hati yang mau menerimanya dan juga anaknya. Setelah Mala lahir, Pras bahkan membubuhkan nama Nadraswara dibelakang nama Mala, meskipun dia menganggap Mala sebagai putrinya, namun fakta jika Mahesa Nadraswara adalah ayah kandung Mala membuat Pras tak ingin serakah, dia ingin suatu saat nanti Mala tau jika dia bukan ayah kandungnya. Namun takdir berkata lain, sebelum hal itu terjadi Pras dan Intan sudah pergi. Dan setelah kepergian mereka paman Bahar membawa Mala pergi dan menghapus nama belakangnya, entah apa maksud dari paman Bahar melakukan hal itu, mungkin dia tidak ingin Mala tau siapa ayah kandungnya yang sebenarnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2